April, 2008 (GeRAK) Aceh menyatakan Studi banding DPR Aceh Ke Jogja dan Malang Tidak Tepat
Anggota Dewan yang berasal dari Komisi F DPR Aceh, kembali melakukan “pesiar” ke Kota Malang Provinsi Jawa Timur dan Jogyakarta. Keberangkatan sejumlah anggota Komisi F DPRA ini untuk studi banding dalam rangka melihat perkembangan pengelolaan pendidikan gratis, dana abadi pendidikan dan system kelola pendidikan satu atap untuk diterapkan di Aceh.
Keberangkatan sejumlah anggota Komisi F yang juga sebagai anggota Panitia Khusus (Pansus) IX yang membahas Qanun Pendidikan dan Qanun Dana Abadi Pendidikan turut didampingi pejabat dari dinas teknis terkait dengan pendidikan. Keberangkatan ini juga sebagai “refresing” beberapa anggota dewan sebelum memasuki pembahasan anggaran di dewan Senin, pekan depan. Menurut dia, keberangkatan anggota pansus IX akan terbagi dalam dua kloter, yakni kloter pertama akan mengunjungi Kota Malang yang dipimpin oleh Ketua Pansus Burhanuddin, sedangkan kloter kedua akan mengunjungi Yogyajakarta di bawah pimpinan Azhari Basyar.
Dikabarkan bahwa umumnya anggota Pansus IX yang juga notabenenya anggota Komisi F DPR Aceh yang tidak termasuk dalam Panitia Anggaran (Panggar) pergi semua, Namun ada juga beberapa anggota komisi F yang termasuk anggota panggar berpartisipasi ikut pergi ke Malang dan Yogya. Asrul Abbas, anggota komisi F yang juga sebagai anggota Pansus IX DPR Aceh dikabarkan mengatakan bahwa dirinya sebagai anggota Panggar dewan tidak bisa pergi, kebetulan ada sedikit urusan yang harus diselesaikan di Banda Aceh.
Berkenaan dengan hal tersebut di atas, Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh menyatakan sikap sebagai berikut:’’Studi banding tersebut merupakan langkah yang tidak tepat di tengah masih belum tuntasnya pembahasan RAPBA Tahun Anggaran 2008 saat ini.
Seharusnya, Pansus IX memiliki kepekaan dengan kondisi tersebut bukan malah melakukan studi banding ke Malang dan Jogjakarta.Apa pun alasannya, masyarakat Aceh berharap agar DPR Aceh lebih fokus dalam mempercepat pengesahan anggaran yang semakin berlarut-larut tersebut.
Bukankah hingga saat ini Aceh menjadi provinsi yang selalu terlambat dalam proses penganggaran? Padahal anggaran adalah alat bagi pemerintah untuk memenuhi kebutuhan hidup dan melayani publik. Ketika RAPBA macet maka DPR Aceh tidak boleh lepas tangan dengan kondisi itu.
Di sisi lain, GeRAK Aceh menilai bahwa studi banding tersebut tidak memberikan kejelasan secara detail kepada publik. Agenda ke Malang dan Jogjakarta patut diduga sebagai agenda terselubung sehinga publik tidak punya akses untuk menilai dampak positif dari studi banding itu.
Apabila disebutkan bahwa agenda ini sudah lama direncanakan, dipertanyakan keabsahan argumen tersebut. Mengapa demikian? Karena pada prinsipnya perencaan demikian adalah perencaaan yang tidak matang, baik dari sisi waktu maupun subtansi agenda itu sendiri.
Bila memang DPR Aceh dalam hal ini Pansus tersebut ingin mendapatkan masukan, ide baru atas pengalaman-pengalaman terkini tentang pendidikan, maka yang lebih arif apabila melakukan kajian/penelitian di Aceh sendiri! Mengapa pendididikan Aceh tidak pernah membaik meskipun anggaran pendidikan relatif cukup, bila tidak mau disebut banjir anggaran?
Seharusnya Pansus yang menangani Rancangan Qanun Pendidikan dan Rancangan Qanun Dana Abadi Pendidikan itu “studi” banding di Nanggroe sendiri.Aceh punya masalah dalam mengelola pendidikan, baik dari sisi kebijakan maupun anggaran. Triliunan anggaran telah dialokasikan untuk membangun pendidikan Aceh tetapi kenyataanya pendidikan kita terpuruk!
GeRAK Aceh mempertanyakan atas dasar apa pula Malang dan Jogjakarta dipilih sebagai daerah studi banding apa sebenarnya keberhasilan di sana dan sejauh mana komitmen anggota dewan ke sana untuk menerapkannya di Aceh?
Dan bukankan selama ini justru studi banding tidak memiliki dampak dalam melahirkan kebijakan-kebijakan baru untuk mendukung perubahan di Aceh.
Siaran pers ini di sampaikan ( GeRAK) Aceh.Abdullah Abdul Muthaleb Manager Monitoring Parlemen.(Abu-Windy)
posted by Nikoya 106 FM News Division April 04, 2008 18:15 | permalink | News
Mayat Tsunami Ditemukan Pekerja Di Lhoknga.
Empat kerangka korban tsunami 26 Desember 2004 lalu kembali ditemukan oleh pekerja di Desa Mon Ikeun, Kecamatan Lhoknga, Kabupaten Aceh Besar. Penemuan kerangka tersebut sempat menarik perhatian warga dan pengguna jalan ditempat kejadian itu karena warga berharap mayat yang ditemukan merupakan saudara mereka.
Ansari Muhammad, Komandan Satgana PMI Cabang Aceh Besar mengatakan penemuan mayat berawal dari seorang pekerja jalan yang sedang menggali tanah timbun dengan menggunakan alat berat. Dia menambahkan mayat tersebut sempat dikebumikan kembali oleh para pekerja sebab ditakutkan akan dimakan oleh hewan karena pihak PMI belum tiba.
Ansari mengatakan ketika sampai dilapangan, pihaknya melihat perlu penggalian kembali mayat korban tsunai karena tempatnya tidak layak setelah berkoordinasi dengan warga dan Kapolsek yang terjun langsung ditempat kejadian.
Sementara Kepala Kepolisisan sektor, Kapolsek Lhoknga, M. Firdaus memastikan mayat itu benar-benar mayat korban tsunami. Dia menambahkan mayat itu langsung dikemumikan dikuburan massal Lampuuk oleh PMI Cabang Aceh besar dengan menggunakan Ambulance. (Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division April 04, 2008 18:05 | permalink | News
Angka Pernikahan Di Aceh Meningkat.
Angka pernikahan dari tahun ketahun dalam provinsi Nanggroe Aceh Darussalam mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Pada periode Januari hingga Desember 2006 hanya 35.300 lebih pasangan, sementara periode Januari hingga Desember 2007 meningkat yaitu sebanyak 41.300 lebih pasangan.
Kepala Bidang Urusan Agama Islam, Urais kantor Wilayah Departemen Agama Nanggroe Aceh Darussalam, Badruddin Puteh mengatakan hal ini terjadi karena disebabkan oleh populasi dari luar Aceh yang begitu meningkat. Dia mengatakan pernikahan tidak terjadi sesama orang Aceh saja, bahkan orang asing seperti dari Jerman juga menikah dengan perempuan Aceh.
Badruddin mengungkapkan dengan meningkatnya angka pernikahan di Aceh, membuat buku nikah kerap kurang stok. Pada tahun 2007, sejak bulan April sampai Desember, malah tidak ada ketersediaan buku nikah.
Dirinya menambahkan hal ini disebakan keterlambatan penyaluran dari pusat. Lebih lanjut Badruddin memperkirakan angka pernikahan pada tahun 2008 ini tidak akan terjadi penurunan, bahkan mengalami peningkatan sekitar 5 sampai 10 persen.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division April 04, 2008 18:00 | permalink | News
13 Gelagar Jembatan Dipotong Pencuri Di Kawasan Timur Aceh.
Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh, Muhyan Yunan memerintahkan Kasatu ke Pemeliharaan Jalan Nasional untuk segera memasang rambu jalan dan memperbaiki kembali gelagar di 13 jembatan yang telah dipotong pencuri di kawasan timur Aceh.
Pemasangan rambu tanda berbahaya di lokasi jembatan yang besinya telah dipotong atau dicuri itu sangat penting untuk memberitahukan kepada pengendara agar lebih berhati-hati saat melintas di jembatan tersebut.
Untuk mengatasi ambruknya jembatan tersebut Muhyan mengatakan lempengan besi baja gelagar yang telah dipotong itu harus ditempel kembali dengan besi lempengan untuk menghindari kemungkinan buruk yang terjadi karena daya tahan jembatan tersebut sudah sangat berkurang.
“Itu besi balok gelagar (H) tingginya tujuh puluh centi meter itu dipotong, sekarang hanya tinggal lima belas centi meter, panjang pemotongannya ada empat meter memang ini membahayakan bagi lalu lintas tetapi kita segera memperbaiki dan kemarin kita telah perintahkan penanggung jawab jembatan disana, di ruas jalan itu sudah di beri rambu-rambu agar kendaraan yang melintas jembatan itu untuk lebih waspada”, demikian dikatakan Muhyan Yunan Kepala Dinas Bina Marga dan Cipta Karya Aceh saat di hubungi Nikoya.1/4/2008
Muhyan mengharapkan agar polisi mengusut tuntas pelaku pencuri besi baja jembatan tersebut karena itu merupakan kejahatan yang sangat besar karena merusak sarana umum,
Di harapkan kepada masyarakat yang bertempat tinggal dekat dengan jembatan di kawasan timur Aceh agar melaporkan kepada petugas keamanan apa bila melihat ada orang yang memotong besi gelagar jembatan di lintasan kawasan timur Aceh.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division April 01, 2008 18:00 | permalink | News Maret, 2008 Penembakan Oleh Orang Tak Di Kenal Menyebabkan Tewasnya Satu Anggota POM.
Pangdam Iskandar Muda Supiadin AS mengutuk dan menyesalkan pelaku penembakan yang menyebabkan tewasnya satu anggota TNI oleh orang tak di kenal, penembakan tersebut terjadi pada pukul 1 malam tadi di kawasan Lhong Raya Aceh Besar.
Menurut pangdam Iskandar Muda Supiadin AS sampai saat ini pelaku penembakan belum ter ungkap, namun dia berjanji akan mengungkap tuntas kasus penembakan terhadap prajuritnya tersebut.
“Apa pun alasan dan apapun motifnya “ya” karna ini telah menghilangkan nyawa orang secara paksa, ini negara hukum kalau prajurit saya punya persoalan selesaikan dengan cara-cara hukum bukan dengan cara-cara brutal, kita pun kalo mengikuti cara-cara brutal kita bisa melakukan hal itu, tetapi saya tidak melakukan itu, karena itu kita akan melakukan pengusutan tuntas mana yang bagian saya, saya selesaikan dulu nanti mana bagian polri, hasil pemeriksaan kita serahkan polri, polri juga akan memeriksi saksi yang ada termasuk pemilik mobil. Yang kita pertanyakan didalam mobil tersebut ada empat orang, kenapa salah satu penumpang lari setelah prajurit saya tertembak, kalau memang dia bersama prajurit kenapa lari, kok dia tidak menolong mencari sipelaku inikan perlu di pertanyakan”, demikian di tegaskan Pangdam Iskandar Muda Supiadin AS Dalam konprensi Pers kepada sejumlah wartawan di ruang kerjanya 29/3/2008.
Kronologis kejadian menurut Supiadin pada malam itu 2 prajuritnya dan 2 orang mantan anggota Gerakan Aceh Merdeka (GAM) berada dalam satu mobil, dan sesampainya di kawasan Lhong Raya Aceh Besar, tiba-tiba 2 orang tak di kenal yang mengendarai sepeda motor menyerempet sambil melepaskan tembakan hingga menewaskan Sertu Ujang yang merupakan salah satu prajurit TNI,POM Iskandar Muda Banda Aceh.
Supiadin AS menambahkan salah satu anggota Mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berada dalam mobil tersebut juga ikut kabur tanpa di ketahui sebab pastinya.
POM TNI AD Iskandar Muda juga mengamankan 1 unit mobil, 1 selongsong peluru, dan Adun salah satu mantan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) yang berada dalam mobil tersebut kini menjadi saksi dan sedang di amankan di markas POM TNI AD di kawasan Peuniti Banda Aceh.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 29, 2008 18:00 | permalink | News
|