Maret, 2008
Komite Peralihan Aceh Tidak Melindungi Anggotanya Yang Melakukan Kriminalitas.


Juru bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim Bin Syamsudin menanggapi baku tembak antara perampok dengan polisi yang menewaskan salah satu perampok yang diduga merupakan mantan anggota (GAM), dalam hal ini pihak KPA tidak mengatakan itu bukan anggotanya, namun apa yang meraka lakukan bukan kebijakan dari institusi (GAM). Ibrahim mengaku yang mareka lakukan untuk kepentingan pribadi mereka.
 
Ibrahim menegaskan dalam hai ini siapa saja yang ada di Aceh yang melanggar aturan hukum harus menerima sangsi, Ibrahim berharap polisi harus lebih profesional dalam menangani mana yang benar atau mana yang salah.
 
Terjadi perampokan di Perlak Aceh Timur ada satu hal pihak (KPA) tidak mengatakan pelaku bukan dari (KPA), kalaupun benar pelakunya dari unsur KPA.itu sah-sah saja, tapi apa yang mereka lakukan bukan kebijakan dari institusi (GAM) mungkin saja untuk kepentingan mereka pribadi. Saya tegaskan ya, KPA tidak mendukung sama sekali aksi kriminalitas, kalau memang dilakukan oleh anggota Komite Peralihan Aceh  diharapkan polisi lebih profesional dalam menilai mana yang benar dan mana yang salah”, demikian dikatakan Juru bicara Pusat Komite Peralihan Aceh (KPA)  Ibrahim Bin Syamsudin saat di hubungi Nikoya 28/3/2008.
 
Ibrahim menambahkan, pihak (KPA) tidak mendukung dan tidak melindung walaupun anggotanya melakukan kriminalitas, dia mengharapkan agar menjaga nama baik (KPA). Dia  menilai setiap terjadi kriminalitas (KPA) selalu di pojokan.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 28, 2008 18:10 | permalink | News

Perampok Yang Terlibat Baku Tembak Di Aceh Timur Merupakan Mantan Anggota Gerakan Aceh Merdeka.


Dua Perampok yang terlibat baku tembak di Aceh Timur yang menyebabkan salah satu tersangka tewas tertembak merupakan mantan anggota Gerakan Aceh merdeka, dan juga tersangka perampokan yang selama ini beraksi di wilayah Aceh Timur dan sekitarnya, hal tersebut dinyatakan Kapolda NAD Rismawan. Mereka juga di ketahui pernah merampok di kawasan laut Aceh Rismawan menambahkan ke dua tersangka juga sebagai pelaku penembakan atas Radhiah di desa Alu Rambong beberapa waktu yang lalu.
 
Riswaman menambahkan saat ini di Aceh masih beredar senjata Ilegal, dan pada pagi hari tadi dirinya mendapatkan laporan dari kapolres Lokseumawe, bahwa satuan kepolisian dari polres Lokseumawe telah menangkap 4 pelaku yang di duga perampok yang selama ini beraksi di kawasan Aceh, dan  empat pelaku juga merupakan mantan gerakan aceh merdeka.
 
Rismawan menambahkan pihak kepolisian NAD akan terus melakukan razia untuk mempersempit terjadinya tindakan kriminalitas di Aceh, dan juga berencana akan melakukan sweeping senjata api illegal terhadap rumah2 warga yang di curigai menyimpan senjata api.
 
Namun terlebih dahulu Rismawan menjelaskan, kepolisian melalui intelijennya akan mencari Irformasi akurat rumah2 warga yang dicurigai menyimpan senjata api sebelum di lakukannya penggledahan, agar tidak meresahkan warga dan juga tidak salah sasaran.
 
Rismawan juga menambahakan untuk menekan angka kriminalitas yang terjadi lintas timur Aceh patroli petugas ditingkatkan dan petugas brimob sudah di back-up  di seluruh utara dan timur.
 
Aksi kriminalitas di Aceh yang menggunakan senjata api akhir-akhir ini cukup meresahkan masayarakat Aceh, Namun kapolda Aceh Rismawan tidak menyudutkan pelaku dari kelompok manapun. Polisi hanya menjalankan hukum dan fakta yang ada.(Windy Fagtah)


posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 28, 2008 18:00 | permalink | News

(GeRAK ) Aceh Meminta Deputi Kelembagaan Dan SDM BRR NAD-Nias Untuk Menayangkan film Potret Pilkada.


Gerakan anti korupsi (GeRAK) Aceh.mendesak Deputi kelembagaan dan SDM serta bagian Komunikasi BRR NAD-Nias untuk menayangkan filem potret pilkada di hadapan seluruh masyarakat Aceh, proyek pembuatan filem tersebut menelan dana hampir setengah milyar itu diduga fiktif.
 
Maneger program monitoring rehabilitasai dan rekontruksi GeRAK Aceh Askhalani menilai jika dilihat dari pembuatan filem seharusnya proses pembuatan filem itu sudah dilakukan jauh jauh hari pasca pilkada Aceh tahun 2006 lalu. GeRAK Aceh berpendapat filem tersbut harus di putar agar bisa di kritisi oleh seluruh elemen masyarakat di Aceh.
 
Askhalani mengatakan filem tersebut sudah pernah di tayangkan di komnas HAM di Jakarta. Dia mengaku didalam filem tersebut banyak hal yang tidak sesuai dengan pembuatan filem dukumenter di antaranya, tidak ada keterkaitan dengan protret pilkada Aceh dan hanya menggunakan kamera HandyCam.
 
Pertama kita mendesak Deputi kelembagaan dan SDM serta bagian Komunikasi BRR NAD-Nias harus berani memutar filem yang sudah pernah di putar di komnas HAM di Jakarta, filem itu adalah filem orang Aceh, bukan di putar di luar Aceh, logika adalah kita mendesak kepada lembaga Deputi kelembagaan dan SDM-BRR untuk memberanikan diri memutar filem tersebut secara terbuka di depan umum”, demikian dikatakan Askhalani maneger program monitoring rehabilitasai dan rekontruksi GeRAK Aceh saat dihubungi Nikoya via telpon 27/3/2008.
 
Lebih lanjut GeRAK Aceh meminta pihak kajati Aceh untuk menuntaskan kasus filem tersebut karna banyak hal yang tidak sesuai dengan pembuatan untuk sebuah filem dukumenter tentang, potert pilkada Aceh perspektif perempuan dan pelajar. (Abu Sidiq)


posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 27, 2008 18:00 | permalink | News

GeRAK Aceh Menilai Kunjung Pejabat BRR Ke Arab Saudi Hanya Menghambur-hamburkan Uang Korban Tsunami.


Empat pejabat BRR-NAD Nias akhir bulan ini akan melakukan kunjungan ke Arab Saudi, keempat pejabat BRR tersebut adalah Bapel BRR Kuntoro Mangkusubroto, Deputi Pengawasan, Deputi Perencanaan Keuanagan dan juru bicara BRR, dalam kunjungn tersebut diikut sertakan Wakil Gubernur Aceh Muhammad Nazar.
 
Kunjungan pejabat BRR ke Arab Saudi hanya untuk mengucapkan terima kasih kepada Raja Arab Saudi yang telah banyak membantuh Aceh pasca Tsunami. Kunjungan para pejabat BRR itu mendapat respon keras dari Gerakan Anti Korupsi (GeRAK) Aceh.
 
Kordinator GeRAK Aceh Akhirudin Mahjudin mengatakan kalau hanya untuk mengucapkan terima kasih BRR bisa melakukan cara-cara lain yang lebih arif.
 
Kunjungan Kuntoro dan pejabat BRR keluar negeri kususnya ke Arab Saudi adalah suatu hal yang sangat mustahil ditengah-tengah dilema tingkat keberhasilan BRR NAD-Nias di Aceh .Dari catatan GeRAK Aceh saat ini sudah beberapa kali acara kunjungan dilakukan BBR tapi tidak memberikan  harapan yang lebih besar terhadap proses Rehap Rekon di Aceh, GeRAK Aceh menilai kunjungan Pejabat BBR NAD-Nias ke Arab Saudi hanya untuk menghambur-hamburkan dana korban tsunami Aceh, demikian dikatakan kordinator GeRAK Aceh Akhirudin Mahjudin saat di hubungi Nikoya.
 
Karena itu GeRak Aceh mengecam tindakan BRR yang menghambur-hamburkan uang. seharusnya uang tersebut BRR bisa membantu korban tsunami di Aceh yang hingga saat ini masih banyak rumah korban tsunami yang belum selesai di bangun BRR.(Abu Sidiq)


posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 25, 2008 18:00 | permalink | News

Semangat Orang Tua Untuk Melanjutkan Pendidikan Bagi Anak Pasca Perdamaian MOU Helsinki Sangat Tinggi.


Semangat orang tua untuk melanjutkan pendidikan bagi anak pasca Perdamaian MOU Helsinki di kabupaten pidie jaya sangat antusias. Hal ini sangat baik untuk meningkatkan mutu pendidikan didaerah pemekaran dari kabupaten pidie itu, karena pendidikan sebagai tolak ukur pembangunan disuatu daerah.
 
Demikian dikatakan Rusdi Daud, Setda Kabupaten Pidie Jaya. Untuk itu, Rusdi mengatakan pemerintah Kabupaten Pidie Jaya merespon positif atas dukungan orang tua dalam memberikan pendidikan kepada anak. Rusdi menambahkan pemerintah akan berupaya semaksimal mungkin dalam memberikan kontribusi, khususnya di bidang pendidikan.
 
Rusdi mengatakan pemerintah belum dapat berbuat banyak khususnya dalam hal anggaran untuk pendidikan, karena kondisi pemerintah masih belum stabil.
 
Namun demikian, Rusdi mengharapakan mutu pendidikan di pidie jaya dapat berkembang seperti daerah lain, walaupun dengan dana yang masih minim.(Deny Zulfikar)


posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 20, 2008 18:10 | permalink | News

<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134   >>81 - 85 of 666

blog home


archive
NOPEMBER 2008
AGUSTUS 2008
JUNI 2008
MAI 2008
APRIL 2008
::full...


recent entries
:: Departemen Hukum Dan HAM Akan Menindak Lanjuti Laporan Narapidana.
Nopember 14, 2008
:: Terkait Rekaman Video Pungli Di Dinas Pendidikan GERAK Aceh Minta Kasus Tersebut Di Laporkan.
Nopember 14, 2008
:: Hut RI Yang (63) Tahun Di Banda Aceh Berlangsung Khitmad.
Agustus 17, 2008
:: KontraS Aceh Gelar Pekan Kampanye Anti Penghilangan Orang Secara Paksa.
Agustus 17, 2008
:: (BRA) Kombatan Gam Dan Korban Konflik Untuk Bersabar.
Agustus 15, 2008

%BLOG_RECENT_COMMENTS%




administrator