Maret, 2008 Kepala Dinas Syariat Islam Kota Banda Aceh, Memberhentikan Seorang Petugas Wilayatul Hisbah.
Kepala Dinas Syariat Islam dan M Natsir Ilyas, secara resmi memberhentikan seorang petugas Wilayatul Hisbah berinisial YD. Pemberhentian dilakukan karena, selama ini yang bersangkutan melanggar disiplin, Natsir mengatakan selain melangar disiplin pegawai, ada indikasi juga yang bersangkutan melakukan pelanggaran Kode etik WH.
Keputusan pemberhentian diambil setelah pihaknya melakukan investigasi terhadap laporan masyarakat yang bersangkutan sering ke luar masuk sejumlah salon yang berlokasi di pusat kota Banda Aceh, dengan tidak menggunakan seragam dinas. Diduga, kedatangan YD ke salon-salon tersebut untuk memberikan informasi kepada pengelola salon sehingga salon tersebut aman dari target operasi WH.
Natsir berharap, sanksi yang diberikan kepada yang bersangkutan menjadi pelajaran bagi semua anggota WH yang lain, agar benar-benar serius dalam menjalankan tugas mengawasi jalannya Syariat Islam di Aceh. Bukan sebaliknya, melindungi tempat-tempat maksiat.
Natsir Ilyas juga mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya meminta persetujuan walikota untuk menempatkan personil WH di lapangan Blang Padang sebagai langkah untuk menimalisir yang selama ini disinyalir sering terjadi di Blang Padang Banda Aceh.
Nasir mengharap masyarakat bisa mengambil peran dalam menegakkan Syariat Islam di kota Banda Aceh dengan cara memantou dan menasehati anak-anaknya terutama dimalam hari.
Saat di singgung mengenai tempat-tempat warnet di kota Banda Aceh ada disinyalir tempat tersebut sering terjadi pelanggaran Syariat, Nasir mengaku sebelumnya pihak Syariat Islam kota Banda Aceh telah menyurati tempat usaha warnet agar tidak membuat sekat ruangan, dan memblokir situs-stus yang merusak Syariat Islam di kalangan pelajar.(Abu Sidiq)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 18, 2008 18:00 | permalink | News
Penilaian GAM-GB Dana Alokasi Kota Banda Aceh Rp 17,7 M Berpotensi Difiktifkan.
Gerakan Aktifis Muda Guru Bersatu, GAM-GB NAD menilai anggaran pendidikan untuk Kota Banda Aceh sebesar 17 miliar rupiah lebih yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus atau DAK berpotensi terjadinya proyek fiktif. Pasalnya seluruh anggaran tersebut diarahkan untuk belanja modal pengadaan gedung sekolah sebanyak 61 SD/MI.
Menurut Rajab M. Ali, Ketua GAM-GB NAD mengungkapkan padahal hampir 90 persen dari sekolah tersebut telah memiliki gedung baru yang dibangun oleh NGO nasional maupun internasional pasca tsunami.
Rajab mengatakan seharusnya pihak Dewan Perwakilan Rakyat Kota, DPRK Banda Aceh mengecek terlebih dahulu ke lapangan sebelum APBK disahkan. Bahkan Rajab menyesalkan sekolah yang seharusnya mendapat bantuan anggaran, ternyata tidak dialokasikan, seperti MIN Lambuk.
Padahal sekolah ini membutuhkan tiga ruang belajar tambahan untuk menampung muridnya. Mengutip data yang diperoleh GAM GB, masing-masing sekolah akan memperoleh dana berkisar 274.000.000 hingga 310.000.000 rupiah.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 17, 2008 18:00 | permalink | News
Minat Masyarakat, Akademisi, Dan LSM Di Provinsi NAD Untuk Menjadi Calon Anggota KIP Sangat Tinggi.
Minat masyarakat, akademisi, dan LSM di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam untuk menjadi calon anggota Komite Independen Pemilihan, KIP Aceh periode 2008 hingga 2013 sangat tinggi. Hal ini terbukti dengan jumlah formulir yang sudah dikeluarkan pihak panitia mencapai 40 eksemplar.
Dengan membludaknya calon anggota KIP Aceh, Ketua Komisi A DPR Aceh, Khairul Amal, menilai bahwa tugas KIP diminati oleh banyak kalangan. Khairul menambhakan hal ini juga terkait erat dengan banyaknya jumlah sarjana yang mengganggur di Aceh sehingga berbagai elemen mengambil kesempatan untuk menjadi anggota KIP.
Khairul Amal mengatakan kinerja anggota KIP di Nanggroe Aceh Darussalam bisa dibanggakan karena berbagai kendala maupun problem yang terjadi dalam pelaksanaan pemilihan gubernur dan bupati atau walikota secara serentak dapat diselesaikan dengan arif dan bijaksana.
Khairul mengharapkan anggota KIP periode mendatang benar-benar orang professional dan mampu melaksanakan tugas dengan baik seperti yang telah direkrut lima tahun lalu.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 06, 2008 18:20 | permalink | News
Video Edukasi Bagi Petani Tambak.
Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Aceh menerbitkan video edukasi bagi petani tambak atau Better Management Practices (BMP). Guna meningkatkan produksi udang di Aceh Direncanakan, video tersebut akan diputar di 100 desa di Aceh.
Kepala dinas Kelautan dan Perikanan Razali AR mengatakan bahwa kesadaran dari petani tambak tentang pentingnya praktik pengelolaan budidaya udang yang lebih baik, dapat membantu petani dalam mencegah terjangkitnya berbagai jenis penyakit di lingkungan tambak, sehingga pada akhirnya ikut membantu keberhasilan pemanenan.
Razali AR menambahkan Video BMP ini bertujuan untuk membantu masyarakat Aceh yang berusaha dalam bisnis tambak untuk memperbaiki tingkat hidupnya setelah kejadian tsunami.
Menurut Graene Haris dari International finance Corporation (IFC) video tersebut antara lain berisi praktek manajemen, kalender panen, petunjuk penyiapan tambak, pemilihan benih udang, penanganan dan persediaan, pengolahan kualitas air dan tanah, serta pengolahan pakan.
Konsultan Spesialis Budidaya Perikanan untuk IFC dan FAO, Arun Padiyar, mengatakan, pemutaran video ini menjadi penting dan efektif mengingat Aceh memiliki lebih dari 100.000 petani tambak dan lebih dari 50.000 hektar tambak menghasilkan udang berkualitas ekspor.
Produksi udang di Aceh pascatsunami merosot tajam. Tahun 2005 mencapai 2.000 ton per tahun. Jauh dibanding sebelum musibah tsunami yang mencapai 11.000 ton. Aceh sebelumnya merupakan sentra produksi udang terbesar di Indonesia.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 06, 2008 18:10 | permalink | News
Polres Aceh Tengah Menahan Lima Tersangka Pembunuhan Lima Anggota KPA.
Polres Aceh Tengah telah menahan lima tersangka pelaku pembunuhan lima anggota Komite Peralihan Aceh dan pembakaran Kantor KPA Sagoe Merah Mege, Kecamatan Atu Lintang. Semua pelaku merupakan warga sekitar tempat kejadian, bukan orang susupan maupun suruhan pihak luar.
Sementara Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Aceh, Jodi Heryadi saat dimintai konfirmasi oleh Redaksi Nikoya mengatakan hingga saat ini situasi keamanan dan ketertiban di Aceh Tengah, termasuk beberapa wilayah di dataran tinggi Gayo itu masih normal. Karena itu, ia mengimbau masyarakat agar tidak terpancing dan terprovokasi guna menciptakan iklim yang lebih kondusif di wilayah penghasil kopi Arabika itu.
Dalam hal ini polisi tidak pandang bulu dalam menagani kasus Atu lintang, di harapkan kepada manyarakat agar membantu polisi dalam mengungkapkan kasus pembakaran kantor KPA Atu Lintang, diharapkan kepada masyarakat agar tidak terpancing dengan isu-isu yang meresahkan.
Demikian dikatakan Kepala Bidang Humas Polda Aceh, Jodi Heryadi saat dimintai konfirmasi oleh Redaksi Nikoya 6/3/2008.
Jodi mengatakan dukungan masyarakat untuk memberikan informasi akan menjadi modal bagi kepolisian untuk mengungkap kasus tersebut.
Kelima tersangka masing-masing berinisial MS, 29 thn, AZ 32 thn, Gim 32 thn, Mus 42 thn, dan Sum 70 thn. Kelima tersangka tersebut murni pendududk sipil dan kini ditahan di sel Polres Aceh Tengah dengan pengawalan ekstraketat.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 06, 2008 18:05 | permalink | News
|