Maret, 2008 Siapa Pembakar Kantor KPA Yang Menewaskan 5 Angota Mantan GAM.
Seperti yang di lansir Koran 5/3/2008 menyikapi kasus Alu Lintang Petinggi Gerakan Aceh Merdeka GAM Malik Mahmud yang di kalangan GAM sebagai perdana Mentri, terkait atas keprihatinan terhadap insiden Alu lintang, hari Selasa memanggil semua Ketua KPA dari seluruh wilayah,ke Banda Aceh untuk di beri arahan kusus sebagai sikap resmi petinggi GAM.
Juru bicara pusat komite peralihan Aceh Ibrahim Syamsudin yang di hubungi Nikoya dua hari yang lalu meminta pihak kepolisin untuk mengusut tuntas kasus pembakaran kantor KPA atu lintang aceh tengah yang menewaskan lima orang aggota KPA yang ikut tepanggang di dalam kantor tersebut.
Pengusutan itu untuk menghindar terjadi polemik baru atau aksi balas dendam oleh jajaran KPA di Aceh yang tidak bisa menerima kejadian sadis tersebut.
Kontras Aceh dan LSM Sipil kemanusiaan lainnya dalam konprensi Pers senin lalu terkait peristiwa penyerangan dan pembakaran terhadap kantor KPA di Alu lintang Aceh Tengah merupakan Ekses dari pembiaran Konflik Horizontal yang telah berlangsung lama di Aceh Tengah. Hal tersebut dinyatakan Asiah Uzia Koordinatoor Kontras Aceh.
Kontras mengatakan ada kemungkinan polisi tidak mampu mengungkap kasus ini, atau kemungkinan lain polisi mengalami tekanan dalam mengusut kasus Atu lintang.
Lembaga Aliansi Demokrasi Anak Bangsa, Atau ADAB menyesalkan insiden pembakaran kantor Komite Peralihan Aceh, KPA di Dusun Meurah Pupuk, Desa Merah, Aceh Tengah. Insiden tersebut terjadi pada tanggal 1 Maret 2008 lalu yang menewaskan 5 anggota KPA dan 1 anggota KPA mengalami luka kritis.
Hayatullah Khumaini, Manager Program ADAB mengatakan insiden pembakaran kantor KPA itu telah memberikan dampak buruk bagi proses perdamaian yang sedang berlangsung di Aceh, Hayatullah meminta kepada semua pihak untuk menahan diri.
Hayatullah mengharapkan aparat kepolisian untuk dapat mengusut actor dibalik insiden ini karena pengusutan pihak kepolisian sangat berpengaruh bagi terciptanya situasi Aceh yang kondusif.
Wakil gubernur NAD Muhammad Nazar seperti dikutip di koran terbitan 5/3/2008, wagup mendapat kesempatan kusus untuk melaporkan situasi Aceh Tengah pasca insiden Atu Lintang di tengah-tengah pertemuan antara Gubernur Sesumatera Dengan Presiden SBY di istana presiden di Jakarta. Presiden meminta kasus Atu Lintang harus di tangani dengan baik agar tidak menganggu perdamaian.
Kabit humas polda NAD Jodi Heryadi saat di wawancara Redaksi Nikoya mengharap kepada semua pihak agar tidak terpancing suasana pihaknya akan mengusut tuntas kasus Atu lintang dan tidak pandang bulu.
Demikian laporan ini di susun oleh redaksi Nikoya dari hasil liputan dan saduran dari media local di Aceh.(Abu Sidiq).
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 06, 2008 18:00 | permalink | News
Usulan Menaikkan Tunjangan Sewa Rumah Pimpinan & Anggota DPR Kota Banda Aceh.
Usulan menaikkan tunjangan sewa rumah pimpinan dan anggota DPR Kota Banda Aceh yang mencapai 50 persen masih mendapat sorotan luas dari kalangan masyarakat Banda Aceh. Bahkan para aktifis Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia, KAMMI Kota Banda Aceh menilai usulan tersebut sebagai bentuk ketidakpedulian dewan terhadap nasib rakyat yang masih memprihatinkan.
Muhammad Muaz, Ketua Umum KAMMI Kota Banda Aceh mengatakan seharusnya DPR Kota Banda Aceh belajar dari tahun anggaran sebelumnya, sehingga kasus seperti ini tidak terulang kembali. Muaz menambahkan banyak permasalahan yang harus diselesaikan, bukan malah memikirkan kepentingan pribadi.
Muhammad Muaz mengharapkan kasus ini tidak berlarus-larut, bahkan ada keputusan tegas secara bersama untuk menolak tunjangan sewa rumah bagi pimpinan dan anggota DPR Kota Banda Aceh. Sehingga masyarakat dapat menilai bahwa dewan betul-betul memikirkan kepentingan umat.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 04, 2008 18:15 | permalink | News
ADAB Menyesalkan Insiden Pembakaran Di Aceh Tengah.
Lembaga Aliansi Demokrasi Anak Bangsa, atau ADAB menyesalkan insiden pembakaran kantor Komite Peralihan Aceh, KPA diDusun Meurah Pupuk, Desa Merah, Aceh Tengah. Insiden tersebut terjadi pada tanggal 1 Maret 2008 lalu yang menewaskan 5 anggota KPA dan 1 anggota KPA mengalami luka kritis.
Hayatullah Khumaini, Manager Program ADAB mengatakan insiden pembakaran kantor KPA itu telah memberikan dampak buruk bagi proses perdamaian yang sedang berlangsung di Aceh, Untuk itu Hayatullah meminta kepada semua pihak untuk menahan diri dengan tidak mengeluarkan statement yang dapat meresahkan masyarakat serta dapat merusak perdamaian.
Hayatullah mengharapkan aparat kepolisian untuk dapat mengusut aktor dibalik insiden ini karena pengusutan pihak kepolisian sangat berpengaruh bagi terciptanya situasi Aceh yang kondusif.
Hayatullah mengharapkan insiden tersebut jangan sampai melebar kedaerah lain di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dan secara khusus di Aceh Tengah.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 04, 2008 18:05 | permalink | News
Penderita HIV AIDS Di Aceh Meningkat.
Menurut DR.Media diketahui meningkatnya penderita HIV dari jumlah pasien yang berobat ke Rumah Sakit Umum maupun di Rumah Sakit Swasta di kota B.Aceh, dan juga dari hasil pemeriksaan darah pada saat melakukan pendonoran darah.
Sementara itu walikota B.Aceh Mawardi Nurdin menyatakan saat ini ada 17 pasien penderita HIV yang diketahui secara terbuka, namun masih ada penderita lainnya yang teridentifikasi. Menurut Mawardi hal tersebut diperoleh dari laporan lembaga kesehatan yang ada di B.Aceh.
Mawardi menambahkan pasien yang terjangkit pada umumnya merupakan penduduk dari luar Aceh yang masuk ke Aceh.
Untuk mencegah meningkatnya penderita HIV di kota B.Aceh Mawardi menyatakan pihaknya akan melakukan razia ke salon-salon maupun di berbagai rumah penginapan umum.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 04, 2008 18:00 | permalink | News
Komponen Sipil Mengharapkan Pemerintah Aceh Mengusut Peristiwa Atu Lintang Aceh Tengah.
Kontras Aceh dan LSM Sipil kemanusiaan lainnya yang ada di Aceh mengadakan Komprensi pres bersama, terkait peristiwa penyerangan dan pembakaran terhadap anggota KPA di Atu Lintang Aceh Tengah.
LSM kemanusian di Aceh menganggap peristiwa penyerangan dan pembunuhan sadis terhadap 5 anggota KPA di Atu Lintang Aceh Tengah merupakan Ekses dari pembiaran Konflik Horizontal yang telah berlangsung lama di Aceh Tengah. Hal tersebut dinyatakan Asiah Uzia Koordinatoor Kontras Aceh.
Kejadian Atu Lintang Aceh Tengah yang menewaskan 5 orang mantan GAM Ini ekses dari pembiaran, kita tau kasus yang terjadi di kabupaten Juli tahun lalu itu polisi juga mengatakan ini kriminal, kasus Atu Lintang yang menewaskan 5 orang mantan GAM Polisi mengatakan kasus Atu Lintang Aceh Tengah spontanitas yang tanpa di ikuti penyelidikan lebih lanjut ini yang sangat kita sesalkan, ada kemungkinan polisi tidak mampu mengugkap kasus Atu Lintang Aceh Tengah yang menewaskan 5 mantan GAM, atau ada kemungkinan polisi mengalami tekanan dalam mengungkapkan kasus ini sehingga polisi tidak berani untuk mengungkapkan siapa sebenarnya dalang di balik kasus ini.
Kalau di lihat dari jumlah pelaku dan lintas lokasi Atu Lintang mungkin tidak akan sulit bagi kepolisian untuk mengukap kasus ini, demikian di katakan Asiah Uzia Kordinator Kontras Aceh kepada Redaksi Nikoya, 3/3/2008.
Dari permasalahan tersebut LSM Komponen Sipil mengharapkan pemerintah Aceh untuk segera membentuk TIM Independen untuk mengusut peristiwa Atu Lintang, meminta pihak KPA maupun pihak manapun yang merasa dirugikan untuk dapat menahan emosi demi perdamaian di Aceh, juga meminta pihak kepolisian mengusut tuntas kasus tersebut secara hukum yang berlaku.
Dan apabila kasus tersebut tidak dapat diselesaikan secara hukum, ditakutkan peristiwa tersebut akan meluas dan menjadi konflik baru di Aceh.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Maret 03, 2008 18:05 | permalink | News
|