Agustus, 2008 Tahun 2008 Ini Aceh Mengalami Kesulitan Pasokan Pupuk.
Pada musim tanam 2008 ini aceh mengalami kesulitan pasokan pupuk mencapai 61 ribu ton yang mengakibatkan kelangkaan pupuk. Bireun merupakan kawasan yang paling sulit mendapatkan pupuk.
Nurdin Abdul Rahman Bupati Bireun menyatakanan telah melakukan koodinasi dengan Bupati di Aceh lainnya untuk mendukung rencana gubernur dalam pengadaan stok pupuk sendiri. Nurdin menambahkan kelangkaan pupuk di Bireun juga di akibatkan kurangnya stok gas PIM.
Nurdin menambahkan pihaknya juga telah melakukan koordinasi dengan pemasokan pupuk dikawasan Bireun. Dan akan diupayakan untuk memenuhi kebutuhan pupuk petani pada musim tanam tahun ini.(Windy Fagtah).
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 08, 2008 18:00 | permalink | News
Merah Putih, Dan Umbul-Umbul Partai Hiasi Kota Banda Aceh.
Dari pantauan Tim Redaksi Nikoya menjelang memperingati hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia yang ke 63 Tahun, Kota Banda Aceh terlihat semarak sejak dari sepekan terakhir ini.
Hal ini dikarenakan merah putih, dan umbul-umbul partai hiasi kota Banda Aceh.di setiap sudut kota dan pinggir ruas jalan.
Sementara penjual bendera merah putih dengan berbagai ukuran sudah menjamur di Banda Aceh dalam dua pekan terakhrir ini, Basri salah seorang penjual bendera di depan Mesjid Raya Banda Aceh, saat di jumpai tim reporter Nikoya mengatakan harganya bervariasi Pak, ada yang lima puluh ribu rupiah untuk ukuran besar, ada yang sepuluh ribu rupiah, dan lima ribu rupiah untuk bendera ukuran kecil.
Disamping memperingti Hut RI juga bertepatan dengan kampanye pemilu 2009, berbagai bendera partai lokal yang telah terpasang di setiap sudut persimpangan jalan menjadikan suasana tersebut menambah semarak kota Banda Aceh dengan umbul-umbul partai. Dari amatan tim reporter Nikoya di jembatan Beurawe terlihat ratusan umbul-umbul telah terpasang menghiasi sepanjang jembatan tersebut.(Abu Sidiq)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 05, 2008 18:05 | permalink | News
Film Documenter BRR Yang Berjudul Potert Pilkalda Aceh Di Duga Fiktif.
Dua saksi kasus pembuatan film documenter BRR yang berjudul potret pilkalda Aceh tidak dapat hadir ke Aceh sebagai saksi karena tidak memiliki biaya.
Hal tersebut dinyatakan Humas Kejaksaan tinggi NAD Ali Rasak Lubis, pihak kejaksaan pun kesulitan untuk menyelesaikan ataupun menyelidiki kasus pembuatan film dokumenter tersebut.
Kejaksaan Tinggi (Kejati) Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) saat ini sedang mengusut kasus dugaan proyek pembuatan film dokumenter yang bertemakan "Potret Pilkada Aceh" tahun 2006 oleh pihak Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) NAD-Nias, yang terindikasi kuat fiktif karena tidak pernah ditayangkan, ke dua saksi sekaligus sutradara pembuatan film tersebut bertempat tinggal di Jakarta.
Sementara itu Askalani dari LSM Gerakan Anti Korupsi Aceh menyatakan ketidakadaanya biaya saksi untuk hadir di Aceh hanyalah sebagai alasan dan ada indikasi lain sehingga kasus tersebut tidak dapat diselesaikan.
Askalani berharap pihak kejaksaan dapat menghadirkan saksi secara paksa, sehingga Kajati dapat meneruskan kasus tersebut hingga selesai.
Kejati NAD sedang menyelikidi kasus korupsi di kalangan pemerintahan Aceh dan BRR, menurut humas Kajati NAD Ali Rasak Lubis kasus yang saat ini di tangani kajati NAD di antara nya kasus pembuatan film documenter oleh BRR NAD-Nias.
Sementara kasus korupsi yang terjadi di salah satu stasion televisi milik pemerintahan dan kasus korupsi Peternakan dan Pertanian NAD. Namun menurut Ali kasus yang terjadi di tubuh TVRI saat ini masih menunggu keputusan wakil gubernur NAD untuk melimpahkan kasus tersebut ke pada Kajati NAD.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 05, 2008 18:00 | permalink | News Juni, 2008 Banyak Temuan Kecuarang Dalam Pelaksanaa Ujian Nasional Tahun Ini.
Ketua Barisan Guru Bersatu Kobar GB-NAD Sayuti Aulia mengatakan kelulusan ujian Nasional 70 persen tahun ini di Aceh merupakan kelulusan dengan cara kecurangan, Sayuti mengatakan kalau kelulusan tanpa kecurangan sebagai mana diterapkan,Kobar GB-NAD yakin angka ketidak lulusan Ujian Nasional Aceh mencapai 70 persen,
Sayuti Aulia ketua Kobar GB-NAD saat di hubungi Nikoya via telpon mengatakan, Kobar GB-NAD mempunyai fakta, selama mengadakan try out disekolah, tingkat kelulusan di try out hanya 25 persen.
Kobar GB meragukan tingkat kelulusan UN di Aceh tahun ini, dia menilai 70 persen tingkat kelulusan UN di Aceh tahun ini,ada indikasi kecurangan yang di lakukan pada pelaksanaan Ujian Nasional.
Sayuti mengaku Kobar GB-NAD banyak mendapat laporan dari Kobar GB kabupaten kota Di Aceh mengenai kecurangan pada pelaksanaan UN Tahun ini.
Sayuti mencontohkan di salah satu SMU di kabupaten Bireun dua hari sebelum UN berlangsung, tepat nya hari minggu soal ujian sudah masuk kesekolah tanpa di kawal oleh petugas keamanan, padahal pelaksanaan UN baru di mulai pada hari selasa, Sayuti mengaku seharusnya adalah sebelum ujian berlangsung, soal ujian harus ditempatkan di kantor keamanan setempat.
Sayuti juga mengatakan kejadian serupa yang terjadi di kabupaten Bireuen dimana satu hari sebelum UN berlangsung, kepala dinas pendidikan kabupaten Bireuen Dr.Yusri memberi arahan kepada pengawas-pengawas dari sup rayon yang bertugas mengawas UN-SMU, sgar pengawas jangan terlalu ketat mengawasi siswa-siswi dalam mengikuti UN, ini merupakan laporan resmi dari Kobar GB Bireun yang di tujukan kepada KOBAR GB NAD.
Modus kecurangan serupa juga terjadi di.salah satu SMP di Banda Aceh dimana SMP tersebut memanggil muridnya kekantor yang di wakili 2 orang murid di setiap kelas, untuk memberikan kunci jawaban kepada murid tersebut melalui HP, sementara pengunaan HP saat berlangsungnya ujian tidak dilarang sama sekali oleh pihak sekolah, itu merupakan pengakuan dari murid yang mengikuti Ujian UN di tingkat SMP Di Banda Aceh.
Sayuti juga mengatakan modus operansi kecurangan dalam pelaksanaan UN lainnya juga terjadi di Aceh Utara dimana, murid-murid yang mengikuti UN di haruskan datang lebih cepat kesekolah sekira jam 6 pagi tujuannya adalah untuk memberi kunci jawaban kepada murid yang mengikuti UN. Kobar GB-NAD menemukan banyak kecurangan UN tahun ini.dari pada tahun lalu.
Sayuti mengatakan,menurut Koalisi Barisan Guru bersatu NAD pelaksanaan UN tahun ini di Aceh merupakan ujian Nasional asal-asalan yang tidak falit sebagai standar pendidikan, menurut ketua Kobar GB.Ujian Nasional di Aceh tahun ini penuh dengan kecurangan yang perlu di tinjau kembali di masa-masa yang akan datang, keinginan kobar GB-Ujian Nasional silakan diterapkan tetapi bukan untuk menentukan kelulusan tetapi hanya untuk penataan mutu pendidikan secara Nasional.
Sementara kelulusan di kembalikan kepada sekolah yang lebih tau kemampuan muridnya, dengan demikian tidak perlu lagi di terapkan paket (C), juga tidak di perlukan pemantau dalam mengawasi Ujian Nasional, karena tingkat kelulusan di tentukan sekolah itu sendiri.
Sayuti mengaku dari temuan Kobar GB-NAD, ada seorang murid SMU di kabupaten Bireun dia merupakan salah satu siswi berprestasi dari kelas satu hingga kelas 3 siswi tersebut mendapat rangking satu, siswi tersebut juga merupakan juara dua olimpiade seluruh Aceh dan mendapat undangan calon mahasiswa namun dalam pengumuman UN Sabtu 14/6 siswa tersebut tidak lulus dalam Ujian Nasional tahun ini,Kobar GB NAD akan mengirim data tersebut kepada Mendiknas sebagai salah salah satu contoh.
Sayuti mencontohkan di daerah Aceh Barat Selatan ABDIA, ada sekolah yang tidak lulus seratus persen, namun menurut Kobar GB-NAD itu merupakan yang benar karena hasil dari try out menunjukan seperti itu, Kobar GB-NAD sangat prihatin dengan dunia pendidikan di Aceh, padahal dana untuk pendidikan di Aceh sangat besar sementara kualitas pendidikan di Aceh sangat rendah.ini akibat dari pihak pemerintah Aceh yang bermain dengan masalah pendidikan di Aceh.(Abu Sidiq).
posted by Nikoya 106 FM News Division Juni 16, 2008 18:10 | permalink | News
Ratusan Siswa SMU Se-Aceh Besar Melakukan Aksi Demo Di Bundaran Lambaro Aceh Besar.
Ratusan siswa SMU se Aceh Besar yang tergabung dalam Aliansi pelajar menggugat (APM) dan koaliasi masyarakat sipil Aceh Besar (KOMAR), senin (16/06) malakukan aksi demo di bundaran Lambaro Aceh Besar. Mereka menutut pemerintah setempat untuk mencari solusi agar siswa yang tidak lulus ujian nasional tahun ini, dapat mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri.
Koordinator aksi, Mikyal Bulkiah mengatakan, Ujian Nasional tidak dapat dijadikan standar kelulusan siswa. Menurutnya banyak hal yang menyebabkan siswa gagal dalam ujian nasional seperti kerusakan lembar jawaban komputer (LJK) dan belum adanya standar pendidikan antara pendidikan di kota dan di daerah.
Menurut Mikyal , kejadian serupa tidak hanya dialami dirinya tapi juga dialami oleh siswa-siswa lain di kabupaaten Aceh Besar. Ia mencontohkan di SMU negeri Seulimum, Aceh Besar, dari 196 siswa yang ikut UN hanya 15 siswa yang lulus.
Para demonstran yang ditemuai Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud, meminta pemerintah pusat meninjau kembali ujian nasional. Demonstran juga mendesak Bupati Aceh Besar mencarikan solusi untuk para siswa yang tidak lulus UN untuk bisa mengikuti ujian susulan agar mereka bisa mengikuti ujian masuk perguruan tinggi negeri.
Sementara itu Bupati Aceh Besar, Bukhari Daud yang hadir ditengah ratusan pelajar mengaku akan mencari solusi terbaik untuk pelajar Aceh Besar yang gagal dalam UN, termasuk melobi pemerintah pusat.
Dari 54.930 siswa di seluruh Aceh yang mengikuti ujian nasional, 14.916 orang dinyatakan tidak lulus UN dan harus mengikuti ujian paket C. Di Aceh Besar sendiri tercatat hampir 50 persen siswa tidak lulus dan bahkan sebuah SMU Keude Bieng, Aceh Besar seluruh siswanya dinyatakan tidak lulus.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Juni 16, 2008 18:05 | permalink | News
|