Desember, 2007 Ratusan Korban Konflik Dari Bener Meriah Dan Aceh Tengah Kembali Melakukan Demontransi Di Gedung DPR.
Ratusan korban konflik dari Bener Meriah dan Aceh tengah kembali melakukan aksi demontransi di gedung DPR.
Mereka masih menuntut hal yang sama seperti saat melakukan aksi selama 3 hari beturut-turut sebelumnya, yang menuntut pihak berwenang untuk melakukan pengusutan dugaan korupsi dana pembangunan rumah korban konflik di wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah.
Bener Meriah dan Aceh Tengah menyatakan paya gani akan mengungsi dari wilayah gani jika tuntutan kami tidak direalisasikan. Banda Aceh, 17 Desember. Atas nama persatuan masyarakat korban konflik kabupaten bener meriah dan aceh tengah.. Hidup kawan-kawan.. Hidup..Teriak Demonstran di Gedung DPR Senin (17/12).
Unjuk rasa yang ke 4 kali nya di lakukan oleh masyarakat korban konflik siang tadi juga nyaris ricuh
Para demontrans tidak di izinkan masuk kehalaman gedung DPR untuk melakukan aksi nya, sehingga para demontras mencoba untuk menobrak pintu masuk ke halaman gedung DPR. namun hingga aksi tersebut bubar para pendemo juga tidak berhasil masuk maupun menemui anggota DPR Aceh
Namun Para korban konflik dari Bener Meriah dan Aceh Tengah akan kembali melakukaan aksinya hingga mendapat kepastian dari DPR, bahkan pada hari raya idul adha mereka juga akan melakukan aksinya.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Desember 17, 2007 18:05 | permalink | News
Gubernur Aceh Tidak Hobi Dalam Hal Diskusi Dan Dialog.
Ketua partai lokal PAAS (Partai Aceh Aman Sejahtera) Gazali Abas mengkritik keras Gubernur NAD Irwandi Yusuf. Gazali menilai Irwandi tidak hobi dalam hal diskusi dan dialog, Gazali menilai hal ini karena setiap ada pertemuan Gubernur selalu tidak Hadir dengan alasan yang tidak jelas.
Gazali mencontohkan seperti dialog antar kandidat pasangan calon Gubernur pada pilkada Aceh yang lalu, ketidak hadiran Gubernur pada acara penting tersebut. menurutnya kepemimpinan Irwandy tidak menunjukan kesatriaan sebagai seorang pemimpin Aceh saat ini.
Saya lihat irwandi : tolong tulis kalau ada wartawan, bukan off the record ini perlu otokritik, dia pemimpin kita sekarang dia adalah wajah rakyat aceh sekarang ini bukan main-main. Saya liha dia paling tidak hobi untuk diskusi dan dialog, paling tidak hobi. Dia sekarang adalah bagian dari Indonesia, dikepala dia itu ada burung garuda. Ini tidak sehat tidak cerdas menurut saya, ini tidak realistic. Dia adalah wakil pusat di Aceh. Dia merasa malu-malu sebagai orang Indonesia, ini tidak jentelman, tidak kesatria saya kira., tolong tulis. Ok hari ini juga dia gak datang, saya datang karena ada dia sebenarnya, ingin saya dialog dengan dia, sama-sama calon gubernur kemarin, ungkapnya minggu (16/12).
Gazali juga mencontohkan ketidak hadiran Irwandi pada acara seminar besar yang di adakan Aceh serantau di Bandung, sebelum Irwandy dilantik menjadi Gubernur saat itu.
Gazali mengatakan masyarakat Aceh serantau saat itu sangat kecewa atas ketidakhadiran Irwandi.
Disisi lain diungkapkannya ketika masyarakat Aceh Selatan membuat seminar reintegrasi, Irwandi pun tidak menghadiri undangan tersebut. Gazali mengaku itu menunjukan sebuah kesombongan yang dilakukan Irwandi
Ketika dialog antar kandidat dulu di Swis Bel hotel yang dibuat KNPI, dia tidak datang hanya wakilnya yang datang, lain semua lengkap dengan calon2 yang lain. Itu diskusi, itu paling penting sebenarnya tapi dia tidak hadir tanpa alasan yang jelas. Yang kedua ketika saya dijakarta dulu, orang aceh serantau pernah membuat sebuah seminar besar dibandung seeblum dia dilantik. Ia ingin diminta kepada dia adalah membicarakan peningkatan ekonomi aceh kedepan, dia tidak datang. Orang aceh, jakarta, semuanya kecewa berat. Kemudian ketika orang aceh barat selatan juga membuat sebuah seminar, diapun juga tidak nongol. Itu penting dalam rangka hari integrasi.
Gazali mengatakan Irwandy harus menunjukan sosok potret Aceh di mata Nasional. Gazali mengatakan Irwandy saat ini bagian dari Indonesia dan Wakil pusat di Aceh yang menggunakan symbol Indonesia, tapi Gazali menilai Irwandi masih malu-malu menunjukan dirinya sebagai orang Indonesia.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Desember 17, 2007 18:00 | permalink | News
Konsorsium Ambulan Darussalam Melakukan Simulasi Latihan Darurat Kecelakaan.
Konsorsium Ambulan di Nanggroe Aceh Darussalam melakukan simulasi Latihan Gabungan Koordinasi dalam penanganan keadaan darurat kecelakaan di simpang lima Banda Aceh. Dalam simulasi itu, banyak menyorot perhatian pengguna jalan raya, bahkan ada seorang masyarakat yang menolong korban simulasi tersebut. Sebab sebelumnya, dia tidak tahu bahwa kegiatan itu hanya rekayasa.
Qamaruzzaman Haqny selaku Ketua Palang Merah Indonesia Cabang Banda Aceh mengatakan, kegiatan dilakukan oleh Palang Merah Indonesia, Palang Merah Australia dan Palang Merah Norwegia yang bekerja sama dengan instansi terkait, seperti Poltabes Banda Aceh dan Dinas Pemadam kebakaran Banda Aceh. Qamaruzzaman menambahkan hal ini juga sekaligus untuk memberikan pengetahuan lebih luas kepada masyarakat akan perlunya tindakan pra rumah sakit yang tepat.
Kita ini dari PMI bekerjasama dengan Poltabes, Dinas Perhubungan dan Pemadam Kebakaran, target kita simulasi yang ketiga ini agar masyarakat lebih paham bagaimana menanggulangi kecelakaan yang terjadi dijalan raya. Jadi empat Instansi ini selalu bekerjasama. Jadi kita juga harus memantau dari segi kebakarannya juga, katanya menjelaskan Rabu (12/12).
Qamaruzzaman mengatakan kegiatan itu sendiri telah diprogramkan untuk diadakan setiap enam bulan sekali dan ditargetkan akan mampu menambahkan kerjasama dengan instansi terkait lainnya dalam menangani keadaan darurat pada kecelakaan.
Lebih lanjut Qamaruzzaman menambahkan dengan adanya simulasi Latihan Gabungan itu, PMI dan instansi yang terkait akan mampu meningkatkan kualitas pelayanan yang terbaik kepada masyarakatdalam tindakan penanganan darurat pada kecelakaan.
posted by Nikoya 106 FM News Division Desember 14, 2007 18:15 | permalink | News
Kodam Tanam Satu Juta Pohon.
Memperingati Hari Ulang Tahun ke-62 Juang Kartika, Jajaran Komando Daerah Militer atau Kodam Iskandar Muda, melaksanakan aksi tanam pohon serentak sebanyak 1000 pohon. Kegiatan itu dipusatkan di Mata Ie, Kabupaten Aceh Besar yang dipimpin langsung Panglima Daerah Militer (Pangdam) Iskandar Muda, Supiadin AS.
Supiadin mengatakan, generasi ke depan akan menanggung risiko, bila temperatur bumi naik. Kondisi tersebut berimplikasi terhadap penurunan produksi pangan, terganggunya distribusi air, naiknya permukaan laut, penyebaran hama, serta penyakit tanaman akibat pertumbuhan, pola, dan gaya hidup manusia yang tak dapat tercegah.
Dan dampaknya yang harus menanggung adalah rakyat dan Pemda itu sendiri. Pemda harus mengeluarkan dana yang besar untuk membangun kembali jembatan-jembatan yang hancur akibat perilaku sekelompok orang yang hanya mementingkan perutnya sendiri, dia tidak perduli dengan yang lain. Sungai rusak dia tidak peduli, yang penting dia dapat duit, hutan mau gundul dia tidak peduli yang penting dia dapat duit. Nah kalau situasi seperti ini tidak segera kita atasi dan bersatu padu, maka nikmatilah itu semua. Jadi saya berharap kita semua mau bekerja bersama, jangan konflik selesai rakyat menderita akibat yang lain lagi, katanya dihadapan prajurit dan tamu undangan yang hadir Kamis (13/12).
Disebutkannya juga di Aceh akhir-akhir ini marak terjadinya perebutan-perebutan sektor pertanian dan usaha yang sangat merugikan rakyat. Karena itu dia meminta kepada semua pihak, bila ingin menyelamatkan Aceh, maka harus dilakukan secara bersama-sama.
Ini yang kedua kalinya kita menanam pohon disini, tetapi hanya sekedar menanam saja, hanya ceremonial, masuk TV, masuk Koran, tapi hasilnya nol. Oleh karena itu saya minta hari ini kita tanam, maka sebulan lagi kita lihat dia sudah besar, bukan sebulan lagi dia hanya tinggal lobang yang tidak ada apa-apanya. Karenanya saya perintahkan kepada Komandan satuan yang berada disekitar lahan ini, berdayakan prajurit, berikan tugas yang jelas, agar pohon-pohon ini hidup, saya akan malu bila pohon ini tidak hidup. Untuk apa kita capek-capek hari ini berdiri disini, kalau ternyata pohon-pohon ini nanti mati! Karena kita tidak mampu memelihara, tegasnya kepada prajurit TNI.
Diakhir sambutannya, Supiadin AS berpesan kepada seluruh prajuritnya, agar pohon yang sudah ditanam dapat dirawat dan dipelihara. Sehingga tetap subur dalam pertumbuhannya serta harus ada yang bertanggung jawab terhadap pemeliharaannya.
posted by Nikoya 106 FM News Division Desember 14, 2007 18:05 | permalink | News
Selama Tahun 2007 BMG Catat 2.680 Kali Gempa Yang Terjadi Di Aceh.
Stasiun Badan Metereoligi dan Geofisika Mata Ie Aceh Besar selama tahun 2007, jumlah gempa yang tercatat oleh BMG sebanyak 2.680 kali gempa, sementara gempa yang di rasakan dari bulan Januari hingga 12 Desember tahun 2007 tercatat 45 kali gempa yang di rasakan termasuk gempa yang terjadi kamis pagi tadi.
Sementara selama bulan Desember ini tercatat gempa sebayak 75 kali gempa. Demikian dikatakan Fina, staff dari Badan Metologi dan Giofisika Mata Ie Aceh Besar.
Selama tahun 2007 yang tercatat di seismograf Stasiun Mata Ie itu sejumlah 2.680 kali gempa. Yang dirasakan dari januari hingga desember 2007 itu 45 kali gempa dan itu termasuk yang tadi pagi karena analisanya baru besok pagi data bisa didapat, ungkapnya kepada Redaksi kamis (13/12).
Fina menambahkan, gempa yang terjadi di Aceh tidak bisa di prediksikan kehadirannya. Namun dia menambahkan bila melihat Aceh yang terletak pada daerah rawan gempa pada patahan lempeng pasifik, gempa di Aceh masih akan terjadi kedepan.
posted by Nikoya 106 FM News Division Desember 14, 2007 18:00 | permalink | News
|