Desember, 2007 KPA Menjelang 4 Desember Cukup Dengen Doa.
Menjelang Milad GAM tanggal 4 Desember tahun ini, di harapkan agar semua pihak mewaspadai gerakan-gerakan yang menganggu perdamaian di Aceh.
Komite Peralihan Aceh (KPA) melalui juru bicaranya Ibrahim Samsudin menegaskan, untuk segenap jajaran angota KPA, dia mengaku tidak ada pengibaran bendera bulan bintang, atau upacara militer seperti pada masa angkat senjata beberapa tahun yang lalu.
Ibrahim mengatakan, bagi GAM atau KPA, tanggal 4 Desember merupakan momentum yang tidak boleh dilupakan. Untuk itu seluruh jajaran KPA di Aceh harus menjaga semangat perdamaian.
“Pada 4 Desember pihak GAM/KPA tidak ada acara menaikkan bendera, jadi bila ada nantinya hal yang demikian maka itu bukan tanggung jawab pihak KPA, jadi intinya pihak KPA sudah menyerukan semua mantan-mantan kombatan dan elemen-elemen KPA yang ada diseluruh Aceh tidak ada aktifitas menaikkan bendera. Jadi karenanya 4 Desember sah untuk dilaksanakan, selama tidak melanggar aturan dan hukum yang berlaku di Indonesia”, jelas Ibrahim kepada redaksi Senin (03/12).
Ibrahim mengatakan, untuk semua jajaran KPA dan masyarakat di Aceh, pada tanggal 4 Desember agar berdoa di meunasah dan surau.
Ibrahim juga sangat mencemaskan suasana 4 Desember, karena ada indikasi-indikasi pihak yang dimanfaatkan oleh pihak ke tiga, yang ingin merusak perdamaian Aceh.
“Kita takutkan ada indikasi-indikasi hal ini dimanfaatkan oleh pihak ke-3, maka dari ini kita menyerukan kepada KPA, TNI dan POLRI, sama-sama kita menjaga perdamaian ini jangan sampai dimanfaatkan oleh gerombolan-gerombolan yang tidak bertanggung jawab di Aceh”, tegas Ibrahim.
Ibrahim menyerukan kepada seluruh jajaran KPA, Polisi dan TNI, untuk bersama-sama menjaga hari 4 Desember ini, agar tidak di mamfaatkan oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Karena pihak tersebut, tidak berhenti begitu saja.
Ibrahim menjelaskan, kalaupun pada 4 Desember besok, ada bendera GAM yang dikibarkan, maka itu di luar tanggung jawab KPA.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Desember 03, 2007 18:05 | permalink | News
NGO Lainnya Memperingati Acara Hari Penyandang Cacat Sedunia.
Setiap tahun Hari Penyandang Cacat Sedunia di peringati di seluruh dunia pada tanggal 03 Desember. Dalam memperingati hal itu, Tahun ini penyandang cacat mengambil tema “pekerjaan yang layak untuk para penyandang cacat”.
Di Banda Aceh perayaan ini di koordinir oleh Handycap Internasional yang berkerja sama dengan tujuh belas Organisasi-organisasi penyandang cacat dengan kolaborasi aktif NGO-NGO yang berkerja di bidang kecacatan, atau yang peduli dengan isu ini.
Deputy Projek Manager Handycap Pusat Informasi untuk Organisasi Penyandang Cacat di Banda Aceh, Endrani mengatakan, dalam memperingati hari penyandang cacat sedunia, pihaknya mengundang seluruh penyandang cacat di Banda Aceh dan Aceh Besar.
Tujuan kegiatan ini adalah, untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap hak-hak dan kebutuhan, terutama hak terhadap pekerja yang layak untuk sipenyadang cacat.
Edrani juga mengakui panitia penyandang cacat sedunia, dari berbagai pemangku kepentingan telah membentuk berbagai tugas untuk menyelenggarakan acara ini
“Ini adalah hari internasional penyandang cacat dan kita mengundang seluruh penyandang cacat di Banda Aceh dan Aceh Besar. Dan ini terselenggara atas kerjasama organisasi-organisasi penyandang cacat di NAD, didukung oleh NGO lokal maupun Internasional. Dan tujuan event ini adalah untuk menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap eksistensi penyandang cacat dan juga hak-hak mereka yaitu hak penyandang cacat terhadap pekerjaan yang layak”, ungkap Edrani kepada Redaksi Senin (03./12).
Edrani mengatakan, ada beberapa agenda hari ini seperti melakukan jalan santai di pusat kota Banda Aceh yang mengikut sertakan tiga ratus lebih komunitas penyandang cacat dan non penyandang cacat, untuk berkerjasama secara harmonis
Disamping itu juga dilakukan kegiatan Talk Show yang bertema “Pekerja yang layak untuk para penyandang cacat” yang turut menghadirkan lembaga Pemerintah, serikat kerja , dan pengusaha.
Acara itu di pusatkan di Taman Sari Kota Banda Aceh, yang di buka oleh Gubernur NAD Yang di wakili Asisten 3 Sekda provinsi NAD, Dermawan.
Dalam sambutannya, Gubernur NAD yang di wakili asisten 3 sekda NAD, mengajak dan menghimbau kepada semua pihak, untuk bersama sama memikirkan masalah ini.
“Saya mengajak dan menghimbau kepada semua pihak untuk bersama-sama memikirkan dan mengambil langkah dan mengatasi hal ini Khusus kepada Dinas Sosial. Oleh karena itulah saya menyampaikan rasa hormat dan terima kasih dan penghargaan kepada pihak yang selama ini telah peduli dan bekerja intern bagi pemberdayaan penyandang cacat”, kata Asisten III NAD membacakan pidato Gubernur Irwandi Yusuf.
Dermawan mengatakan, jangan memberikan perlakuan diskriminatif kepada semua pihak, dermawan mengaku tanpa kebersamaan, tidak mungkin untuk melangkah maju untuk memberikan kesetaraan dan kesempatan kepada penyandang cacat.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Desember 03, 2007 18:00 | permalink | News Nopember, 2007 Hemat Pemakaian Listrik Bisa Hindari Pemadaman.
Pemadaman listrik di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam secara bergilir akan terus berlangsung hingga 02 Desember mendatang. Untuk itu, PLN menghimbau kepada masyarakat untuk berhemat pemakaian listrik rumah tangga.
Hal ini merupakan solusi yang tepat untuk meminimalisir atau menghindari pemadaman bergilir. Demikian dikatakan Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah NAD, Muchtar.
Mukhtar mengatakan, hal ini sehubungan dengan pemeliharaan mesin GT-12 pada Pembangkat Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Sicanang, Belawan dan Defisit arus mencapai 22,05 MW.
“Namun demikian kembali kami menghimbau kepada seluruh pelanggan di wilayah NAD, untuk menghemat pemakaian listrik, sampai 20% per rumah perpelanggan. Karena itu untuk memperkecil wilayah pemadaman sekaligus untuk menghindari pemadaman kalau masyarakat dengan disiplin melaksanakan hemat energi sampai dengan 20% ini”, ungkapnya menjelaskan Kamis (29/11).
Dan Jadwal maupun durasi pemadaman di setiap kabupaten/kota bergantung pada pemakaian listrik yang digunakan oleh pelanggan.
“Kalau pemadaman itu diatur oleh masing-masing cabang, itu mulai dari arah timur, utara sampai dengan Banda Aceh, karena cabanglah yang mengatur wilayah mana saja yang akan dipadamkan”, tambahnya.
Mukhtar mengatakan penurunan kapasitas daya listrik terjadi di seluruh daerah yang terhubung ke sistem interkoneksi. Lebih lanjut Mukhtar menjelaskan untuk PLN Cabang Langsa, terjadi defisit daya sebesar 4,8 MW, Lhokseumawe 7,8 MW, Sigli 2,4 MW, dan Banda Aceh sebesar 7,5 MW. (Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 29, 2007 18:10 | permalink | News
Kasus HIV Di NAD Semakin Bertambah.
Kasus penyebaran virus HIV AIDS di NAD semakin bertambah, hal itu dinyatakan oleh Media Yulizar, Sekretaris Komisi Penanggulangan AIDS daerah NAD.
Menurut Media yulizar, berdasarkan data dari dinas kesehatan NAD, penderita HIV AIDS pada bulan juni 2007 bejumlah 13 orang dan hasil tes klinis pada bulan Juli meningkat menjadi 15 oarang dan 6 di antaranya telah meninggal.
“Itu adalah pengguna narkoba suntik, yang kedua adalah dari hubungan Heteroseksual. Jadi maksudnya hubungan laki dan perempuan. Untuk kelompok Homoseksual itu sudah sangat kecil untuk Indonesia, tapi kalau angka kita baru punya 18 kasus, jadi belum bisa betul-betul mewakili semua penderita HIV/AIDS yang ada di Aceh. Jadi kita tidak bisa mengataka Nanggroe Aceh Darussalam NGO masuk atau kondisi lainnya, tapi memang ada kaitannya karena daerah kita saat ini sudah menjadi Open Area (Daerah yang terbuka) dalam artian bukan hanya pendatang, tapi juga orang Aceh yang sebelumnya pergi keluar Aceh dan kembali ke Aceh”, ungkapnya menjelaskan Kepada Redaksi kamis (29/11).
Media Yulizar menambahkann kurangnya informasi akan HIV AIDS menjadi salah satu faktor utama adanya diskriminasi terhadap penderita HIV AIDS, dan diharapkan dengan diperingatinya hari AIDS sedunia dapat mengubah pandangan masyarakat terhadap penderita AIDS.
Sementara itu pemerintahan NAD, melalui Kepala Biro Sosial Sekda NAD Saifuddin Abdurrahman menyatakan, Pemerintahan NAD akan terus berusaha untuk meminimalkan jumlah penderita AIDS di NAD.
“Yang pertama itu angka kesakitan dan kematian itu perlu diturunkan, apakah itu penyakit menular atau non infeksi. Kita melihat bahwa tugas Pemerintah itu bukan hanya mengawal yang sakit, tapi juga mengawal yang sehat. Jadi 45% sehat supaya dia tidak sakit atau jatuh kedalam sakit, baik dalam bentuk sosialisasi, pencegahan, penyuluhan dan lain sebagainya. Jadi dalam suatu bentuk pencegahan itu bukan hanya promotif, tapi preventif lebih baik dari segalannya. Jadi kita memberi penyuluhan lewat Ulama, dan lainnya”, kata Saifuddin.
Saifuddin menambahkan pemerintahan NAD melalui Dinas Kesehatan NAD, akan terus memantau peningkatan HIV di Aceh, Saifuddin juga menambahkan bahwa dana untuk kesehatan pada tahun depan, juga akan di tingkatkan, untuk dapat mengatasi permasalahan HIV dan penyakit lainya di Aceh.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 29, 2007 18:00 | permalink | News
Mahasiswa Seni Unsyiah Melakukan Aksi Damai.
Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Himpuan Mahasiswa Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Syiah Kuala, siang hari tadi melakukan aksi damai menuntut adanya perbaikan dalam bidang pendidikan dan diikut-sertakan didalam pembangunan Aceh.
Menurut Novendra, Koordinator aksi, saat ini pendidikan seni dan budaya di Aceh sangat di sepelekan, dan mereka juga menuntut terealisasinya segala sarana dan prasarana, dengan pendidikan seni, dan mendesak Pemerintahan Aceh untuk merealisasikan qanun kesenian yang berpihak pada dunia pendidikan seni, dan seniman, untuk menjaga budaya dan seni Aceh.
“Kesenian di NAD sangat ditindas dan itu akan kami perjuangkan sampai kapanpun. Walaupun jumlah kami sangat sedikit, hanya 5 orang Mahasiswa saja, mampu untuk melakukan hal ini. kami memprioritaskan pendidikan seni agar tidak disepelekan. Nah itu prioritas-prioritas utama kami, jadi setidaknya pendidikan seni itu diutamakan. Jangan nanti dikemudian hari bakat seni di NAD ini hilang begitu saja”, katanya kepada Redaksi Rabu (28/11).
Ratusan mahasiswa tersebut melakukan aksinya di 4 titik, yaitu di Kantor Gubernur NAD, Gedung DPR Aceh, Dinas Pariwisata dan BRR NAD-Nias, sambil melakukan aksi treatikal dan memainkan musik tradisi Aceh.(Windy Faghta)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 28, 2007 18:05 | permalink | News
|