Nopember, 2007 Berbagai Pihak Di Aceh Menyesalkan Pemadaman Listrik Secara Bergilir.
Dalam beberapa hari terakhir ini masyarakat di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam kembali merasakan pemadaman listrik secara bergilir. Dengan demikian, berbagai pihak di Aceh menyesalkan pemadaman tersebut karena banyak pekerjaan sehari-hari menjadi terbengkalai.
Salah seorang warga Banda Aceh, Agusniar meminta Irwandi Yusuf selaku Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam untuk dapat segera mengatasi masalah ini. Agusniar mengungkapkan padahal pihak PLN telah berjanji bahwa tidak akan terjadi lagi pemadaman listrik di Aceh.
“Kita merasa kecewa dengan PLN yang dari dulu berjanji kalau didaerah Banda Aceh tidak akan pernah mati lampu lagi, tapi kenyataannya apa? Sebentar-bentar mati lampu dengan pemadaman yang lama, dan pasti ini sangat mengganggu pekerjaan kita juga”, keluhnya kepada Redaksi.
Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah Nanggroe Aceh Darussalam, Muchtar mengatakan hal ini tidak tak bisa dihindari sehubungan terjadinya defisit arus yang mencapai 22,05 MW karena pekerjaan pemeliharaan mesin pembangkit gas turbin (GT-12) di Sicanang, Belawan.
“Sebenarnya dengan adanya pemeliharaan satu unit pembangkit pada sistem Sumut-Aceh, Generator 12 terjadi divisit sebesar 147 Mw, dan wilayah NAD berkurang sebesar 15% atau 22.05 Mw dari biasanya yang dipasok dari Medan sebesar 126 Mw”, jelasnya kepada Redaksi Rabu (28/11).
Deputi Manajer Komunikasi PLN Wilayah NAD, Muchtar menjelaskan, suplai daya listrik sistem interkoneksi Sumut-Aceh, untuk kawasan Aceh dalam kondisi normal adalah 156 MW. Namun akibat adanya perbaikan, otomatis daya yang tersedia berkurang 22,05 MW.
Dikatakan Muchtar, untuk kawasan Aceh yang masuk dalam sistem interkoneksi Sumut-Aceh, mengalami penurunan daya sebesar 15 persen atau 22,05 MW dari total defisit 147 MW.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 28, 2007 18:00 | permalink | News
Sepekan Kedepan Cuaca Di Provinsi Aceh Di Perkirakan Membaik.
Badan Metelogi dan Geofisika Cuaca Blang Bintang Aceh Besar mengatakan, untuk sepekan kedepan cuaca di Provinsi Aceh di perkirakan membaik, dengan berkurangnya gangguan Atmosfer di teluk Benggala dan laut Cina Selatan, sehingga perubahan cuaca pada hari-hari mendatang tidak terganggu lagi dengan cuaca buruk.
Diharapkan cuaca seperti, ini bisa berlangsung untuk beberapa pekan kedepan. Demikian yang di katakan Samsuir kepala Badan Metelogi dan Geofisika Cuaca Blang Bintang Aceh Besar.
“Cuaca di Daerah Provinsi Aceh sudah mulai membaik dengan berkurangnya atmosfer di Teluk Benggala dan laut Cina Selatan. Sehingga perubahan-perubahan cuaca pada hari-hari mendatang tidak mengganggu lagi. Ya kita harapkan hal ini bisa berlangsung untuk beberapa hari. Sedangkan untuk hujan lokal masih terjadi di sepanjang pesisir pantai barat dan selatan”, jelasnya saat dikonfirmasi Tim Redaksi Nikoya FM Selasa (27/11).
Namun Samsuir mengatakan, untuk hujan lokal masih terus terjadi di pesisir pantai barat selatan dan sebalah timur Aceh dengen intesitas yang kecil, sementara angin berkisar dengan kecepatan antara lima sampai lima belas knot.
Sementara tinggi gelombang laut, Samsuir mengaku masih tinggi, sekitar satu hingga dua meter khusus di perairan Aceh dan Pantai barat selatan, sementara untuk selat Malaka masih berkisar dua meter.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 27, 2007 18:10 | permalink | News
Hina Tiga Wartawan, Bupati Abdya Di Laporkan Ke Polisi.
Tiga wartawan media cetak mengadukan Bupati Aceh Barat Daya (Abdya) Akmal Ibrahim kepada Polisi. ke tiga wartawan tersebut merasa terhina dengan ucapan Akmal saat ingin mengkonfirmasi pemberitaan indikasi korupsi di daerah Aceh Barat Daya.
Menurut Jaka Rasyid salah satu wartawan yang dihina, merasa sangat terhina dengan ucapan Akmal Ibrahim, yang tidak hanya menghina dirinya secara pribadi tetapi juga menghina profesi seluruh wartawan di Indonesia.
“Dan dia mengeluarkan statement-statement yang menurut saya sangat tidak pantas. Dia mengatakan silahkan kalian menulis apa saja, karena kalian hanya datang ke saya untuk mencari pembenaran. Karena sebenarnya dalam frame pemberitaan kalian itu sudah ada dan sudah kalian buat sebelumnya, jadi kan artinya mahal tahi (taik) dari kalian. Jadi pantas kalau saya bilang kalian itu dibayar sekian juta”, ungkap Jaka meniru kata-kata yang pernah diucapkan oleh Bupati Abdya Kepada Redaksi Nikoya FM Selasa (27/11).
Menurut Jaka, ungkapan kasar itu di keluarkan Akmal di depan pendukungnya dan dua anggota DPR Kabupaten Abdya, saat mereka ingin mengkonfirmasi laporan Gerakan Anti Koprusi Indonesia kepada KPK tentang indikasi korupsi dana APBD Kabupaten Aceh Barat Daya. Jaka meminta semua wartawan Aceh mendukung langkah yang akan di tempuhnya itu.
Sementara itu Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Banda Aceh akan mendampingi Jaka Rasyid dan teman-temannya serta menyediakan pengacara bagi mereka. ketua AJI Banda Aceh, M. Hamzah mengatakan, AJI akan tetap mendorong kasus ini hingga ke pengadilan.
“Menghalang-halangi kerja wartawan itu sudah melanggar Undang-undang Pers, karena hal itu sudah jelas diatur disana yang salah satunya berbunyi bahwa barang siapa yang menghalangi tugas Pers maka dia akan dikenakan hukum pidana. Jadi si wartawan itu sudah melaporkan hal ini kepada pihak Aji dan kita menanggapi itu dengan memberikan dukungan terhadap apa yang dilakukan oleh saudara Jaka dan temannya”, jelas Hamzah.
Selain itu M.Hamzah menyatakan, wartawan dalam melakukan tugas jurnalistiknya memang harus bekerja secara profesional. Apa yang di lakukan Jaka dan rekan-rekannya itu merupakan bagian dari tugas mereka.dan mereka pantas untuk di lindungi.(Windy Faghta)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 27, 2007 18:05 | permalink | News
Pertumbuhan Kredit Di Aceh Melampaui Pertumbuhan Kredit Nasional.
Pertumbuhan kredit bank di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam sampai dengan minggu ke 3 Oktober 2007 mencapai 32,30 persen lebih, sementara pertumbuhan kredit secara nasional hanya 23,90 persen lebih. Pertumbuhan kredit di Aceh yang melampaui pertumbuhan kredit nasional itu menunjukkan perekonomian NAD semakin membaik.
Untuk itu, Direktur Kepatuhan Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh, Khalil Ismail mengatakan hingga saat ini pihaknya telah berhasil memperluas jaringan kantor menjadi 68 kantor. Hal ini sebagai upaya meningkatkan taraf hidup masyarakat melalui pengembangan dunia usaha.
“Kita akan memperbanyak penyaluran kredit kepada masyarakat, salah satu kendala selama ini dalam penyaluran kredit adalah status kantor kita itu adalah kantor kas, yang tidak bisa menyalurkan kredit. Karenanya kita didalam bisnis plan berusaha meningkatkan kantor kas kita menjadi kantor cabang pembantu”, ungkapnya kepada redaksi Selasa (27/11).
Bank Pembangunan Daerah (BPD) Aceh memiliki peran yang sangat besar bagi perkembangan perbankan di Aceh yaitu menempati peringkat pertama dalam hal penyaluran kredit. Tahun 2006 jumlah kredit yang disalurkan BPD Aceh 2 triliun rupiah, sementara hingga Triwulan 3 2007, jumlah kredit yang berhasil disalurkan mencapai 2,8 triliun rupiah.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 27, 2007 18:00 | permalink | News
Kontras : Hamdani Di Tembak Sebelum Diberi Tembakan Peringatan.
Dari hasil investigasi Kontras Aceh kelapangan, menyikapi kasus penembakan Hamdani, warga Kecamatan Tiro Kabupaten Pidie tiga hari yang lalu, yang di lakukan jajaran Polres Pidie, kontras Aceh menemukan beberapa kenjanggalan.
Yang pertama penembakan terhadap Hamdani menurut Kontras Aceh, Hamdani di tembak duluan dari arah belakang. Kontras Aceh juga membantah jika Polisi telah memberi penembakan peringatan terlebih dahulu. Demikian yang di katakan Mustawal, divisi bidang operasional Kontras Aceh.
“Kalau Investigasi yang kita lakukan disana, itu ada beberapa hal yang sebenarnya tidak perlu terjadi. Yang pertama itu adalah pembunuhan terhadap pak Hamdani itu sendiri, karena kalau kita lihat dari kejadiannya Hamdani itu ditembak duluan dari arah belakang kemudian baru diberi peringatan. Tidak benar kalau Polisi menyatakan telah memberi peringatan duluan”, ungkap Mustawal Senin (26/11).
Mustawal menjelaskan, Hamdani di tembak terlebih dahulu sebelum kemudian diberi tembakan peringatan. Setelah itu Polisi mengumpulkan warga untuk di periksa. Menurut informasi dilapangan yang diterima Kontras, saat itu korban tidak mengetahui kedatangan Polisi dari arah belakang, yang langsung menembak Hamdani.
“Jadi kalau misalnya ada seorang Polisi yang berjalan dihadapan anda sebagai korban kemudian langsung menuju kebelakang anda dan menembak anda. Orang-orang disitu sebenarnya tidak mengetahui kalau yang menembak itu adalah Polisi sebenarnya, ya itu kan caranya Polisi dan itu bisa saja, tetapi waktu dia melakukan tembakan langsung itu tentunya Hamdani tidak punya kesempatan untuk membela diri atau pun melarikan diri”, tambahnya.
Versi Kontras mengatakan, tidak ada kesempatan korban untuk melakukan perlawan terhadap Polisi, seperti yang di beritakan sebelumnya, dimana Hamdani terpaksa di tembak karena melawan Polisi. Tuduhan tersebut di bantah keras oleh Kontras Aceh, Kontras Aceh menemukan bagian paha korban sudah patah karena di tembak dari arah belakang, serta ada lima lubang bekas tembakan di tubuh Hamdani.
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 26, 2007 18:10 | permalink | News
|