Nopember, 2007 Mendagri Membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah.
Menteri Dalam Negeri Mardiyanto, membuka Rapat Koordinasi Pimpinan Daerah Aceh serta menyerahkan Surat Kerja pada sejumlah PNS yang baru di jajaran Pemerintahan Aceh.
Mardiyanto menyatakan, akan membantu Pemerintahan Aceh dalam membangun Aceh ke depan. Maryanto juga menyatakan dukungannya terhadap Pemerintahan Aceh, untuk menjalankan Undang-Undang Pemerintahan Aceh.
Hal tersebut dinyatakan Mardiyanto, pada saat pembukan Rapat koordinasi Pimpinan Daerah Aceh pagi tadi, yang di selenggarakan di gedung serbaguna kantor Gubernur NAD.
“Saya melakukan rapat koordinasi daerah dengan Provinsi NAD, suatu kesempatan yang sangat luar biasa, saya ingin menyampaikan apresiasi dan terimakasih saya sebagai Menteri dalam Negeri untuk menyampaikan pokok-pokok yang berkaitan dengan Rapat Koordinasi Daerah. Sangat banyak yang sebenarnya kita ingin sampaikan yang intinya adalah semua itu akan cair, semuanya itu bisa sama-sama kita atasi”, Ungkap Menteri dihadapan sejumlah wartawan Senin (26/11).
Rapat koordinasi pemerintahan Aceh yang di buka oleh Mendagri Mardiyanto tersebut, diikuti oleh Bupati dan Walikota se-NAD, Muspida ditambah dari unsur Komite Peralihan Aceh.
Sebelum membuka rapat koordinasi Pemerintahan Aceh, Mardiyanto juga sempat di peusijuk dan diberi rencong sebagai tanda mata oleh Gubernur NAD Irwandy Yusuf.(Windy Faghta)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 26, 2007 18:00 | permalink | News
Gempa Berkekutan 6 SR Kembali Guncang Aceh.
Gempa berkekuatan 6 pada skala Richter mengguncang Aceh pada Jumat pagi sekitar pukul 06.02 WIB. Erlida Wati dari Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) Mata Ie mengatakan, gempa yang terjadi pada subuh hari itu berkekuatan 6.0 SR, dengan episentrum berada di koordinat 4,57 Lintang Utara dan 95,03 Bujur Timur pada jarak 113 kilometer sebelah Barat Daya Banda Aceh.
Gempa yang terjadi saat sedang melaksanakan salat Subuh itu, membuat warga Banda Aceh panik dan berhamburan keluar rumah. Erida Wati dari Badan Meteorologi dan Geofisika Mata Ie Aceh Besar melaporkan gempa tersebut tidak berpotensi tsunami.
Namun gempa Jum’at pagi hari tadi sangat kuat di rasakan warga, di Banda Aceh, gempa dirasakan warga hingga 4 MMI. Hingga sore tadi belum menerima laporan tentang kerusakan.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 23, 2007 18:05 | permalink | News
Keluarga Korban Membatah Keras Hamdani Bukanlah Perampok.
Hamdani Sulaiman, warga Desa Pulo Masjid, Kecamatan Tiro Truseb, Kabupaten Pidie, terpaksa ditembak polisi pada Kamis (22/11) pukul 01.30. Polisi mengklaim pria tersebut sebagai perampok yang selama ini melakukan serangkaian kejahatan bersenjata api di Tiro Truseb, seperti yang di katakan Kapolres Pidie yang di muat Koran hari ini, namun tuduhan perampok tersebut dibantah keras oleh pihak keluarga korban.
Suriani adik dari korban membatah keras bahwa Hamdani bukanlah perampok. Suriani juga membenarkan bahwa abangnya sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) selama ini.
“Menurut sekeluarga abang Hamdani bukan perampok mungkin ada pihak yang tidak senang dengan abang saya, saya pun telah mendengar di koran menyebut abang saya sebagai perampok”, demikian dikatakannya.
Sementara Salah seorang aggota KPA wilayah Tiro, yang tidak mau disebut namanya yang saat itu ada di tempat kejadian mengaku, saat penembakan tersebut Hamdani berada di rumah pesta bersama kawannya pada pikul 01.30 malam.
Saat itu jajaran Polres Pidie yang dibantu oleh anggota Polsek Kecamatan Tiro, langsung membekuk Hamdani dengan dua tembakan korban tewas di TKP. Saksi juga mengaku tidak ada perlawan dari korban saat polisi membekuk sasaran.
“Hamdani tewas di tempat waktu kejadian ada saya di sana di tempat kejadian memang polisi tidak melakukan hal-hal lain memang polisi mengumpulkan semua perempuan karena laporan sama bapak polisi, sama Hamdani ada senjata api namun setelah Hamdani meninggal polisi tidak menemukan senjata api seperti yang di curigai polisi”, kata Suriani.
Sementara itu, Juru Bicara Komite Peralihan Aceh (KPA) Ibrahim bin Syamsuddin saat di hubungi menyatakan, terkait kasus ini Pihak KPA mengutuk penembakan Hamdani. Ibrahim menilai tindakan polisi telah melanggar hukum dan sangat berlebihan. Menurut Ibrahim, setelah menembak kaki Hamdani, polisi juga memuntahkan kembali timah panas ke bagian perutnya, hingga Hamdani tewas di tempat.
“Hamdani mula-mula di tembak di kaki, sebelum di tembak Hamdani mengatakan saya jangan di tembak di kaki kalo memang mau di bunuh, di bunuh terus ujar Ibrahim kbs, mengulang pernyataan yang di terima di lapangn, tapi yang kita tau tidak ada aturan untuk menembak di tempa, kalo polisi kalo klem polisi mengatakan ada perampokan dan hal yang lainya”, ungkap Ibrahim kepada Redaksi jumat (23/11).
Menurut Ibrahim, Polisi tidak menemukan apa pun dalam penggerebekan itu, Ibrahim malah menuding polisi mengambil tiga HP milik warga dan menangkap Fakruddin warga setempat. Sampai saat ini pihak keluarga tidak mengetahui keberadaan Fakhruddin. Ibrahim menilai kasus tersebut kembali memproklamirkan bahwa polisi bukanlah pengayom masyarakat, melainkan penebar terror. (Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 23, 2007 18:00 | permalink | News
Mahasiwa Bertekad Untuk Bertahan Di Lingkungan BRR Nad-Nias.
Mahasiwa yang tergabung dalam Mahasiswa Untuk korban Tsunami, hari ini kembali mendatangi Markas BRR pusat di kawasan Lueng Bata Banda Aceh. Mereka bertekat untuk bertahan di lingkungan BRR-Nad-Nias, sampai tuntutan mereka terpenuhi bertemu dengan Ketua BRR, Kuntoro, serta menandatangani perjanjian politik perihal permasalahan yang mereka ajukan.
Hingga tadi malam para demontras ini, tidak beranjak dari lingkungan BRR.
M, Reza Fahlevi, ketua aksi Demo mengungkapkan, Ketua BRR, tidak bernyali. Pasal nya hingga saat ini Kuntoro masih berada di Jakarta, karena mengetahui jika suasana di Kantor BRR masih berlangsung demonstrasi.
Reza Fahlevi mengatakan, para mahasiswa ini akan memblokade kedua pintu Gerbang BRR, dan akan melumpuhkan operasional BRR.
“Kuntoro tidak pulang kemari ke Aceh karena dia tahu kalau kami sedang berada disini, Kuntoro licik! Dia telah menginjak-nginjak harga diri orang Aceh. Kami akan memblokade gerbang pintu BRR dan kami akan melumpuhkan operasional BRR. Kalau kemarin massa yang kita kerahkan 450 orang sedang hari ini Cuma 150 orang. Kita tidak memaksa kawan-kawan untuk menduduki BRR, tapi kita meminta solidaritas terhadap aksi yang dilakukan kepada BRR. Kami tidak hanya cuma melakukan pressure terhadap Kuntoro, tapi kami akan melakukan kontrak politik dengan BRR. Kontrak politiknya seperti tanda tangan hitam diatas putih untuk melaksanakan penyelesaian rumah korban tsunami sampai akhir Desember 2007 ini dan juga untuk mendatangkan Auditor Internasional untuk mengaudit dana BRR”, tegasnya Kamis (22/11).
Para pendemon tersebut tidak akan beranjak dari BRR, sebelum ada kontrak politik dengan BRR, untuk menyelesaikan rumah korban tsunami hingga 31 Desember 2007, dan juga mendatangkan auditor nasional untuk mengaudit dana BRR.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 22, 2007 18:10 | permalink | News
Pemerintah Kota Belanda Akan Mendaur Ulang Sampah Kota Banda Aceh.
Pemerintah kota Apeldoorn Belanda, akan membantu mendaur ulang sampah yang ada dikota Banda Aceh Ibukota provinsi Nanggroe Aceh Darussalam. Pemerintah Kota melakukan kerjasama ini, agar Banda Aceh nantinya menjadi Kota yang bersih.
Demikian diungkapkan Wakil Walikota Banda Aceh,Illiza Sa’aduddin Jamal, di Ruang rapat Kantor Walikota Banda Aceh. Illiza mengatakan, masalah sampah masih menjadi kendala tersendiri yang harus mendapatkan perhatian dari berbagai pihak.
“Yang menarik dari bantuan mereka ini yaitu, biasanya banyak bantuan dari konsultan yang didatangkan dari Indonesia, nah kalau Apeldoorn itu langsung mendatangkan ahli konsultannya, sehingga master plan Kota Banda Aceh telah siap dilaksanakan. Kemudian tinggal persetujuan dari DPRD untuk bisa dijadikan qanun bagi Banda Aceh. Dan pak Sekda juga baru pulang dari Belanda, yaitu untuk menindaklanjuti tentang persampahan”, jelas Illiza kepada Redaksi Nikoya FM Kamis (22/11).
Iliiza mengatakan hubungan kerjasama ini dengan pemerintah kota Apeldoorn Belanda, tidak hanya sebatas dengan pengolahan sampah. Namun Illiza menginginkan kerjasama ini dapat berjalan dengan baik, sehingga kedepan pemerintah kota Banda Aceh dapat melakukan kerjasama yang lain. Dan diharapkan nantinya dimasa mendatang, Banda Aceh menjadi kota yang maju.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 22, 2007 18:05 | permalink | News
|