Nopember, 2007 Penegakan Syariat Islam Tidak Melanggar HAM.
Penegakan Syariat Islam di NAD, tidak melanggar hak azazi manusia dan tidak mendiskriminisasikan kaum perempuan. Hal tersebut di nyatakan oleh Musdaruddin, selaku Sub. Dinas Pengawasan Pelaksanaan Syariat Islam.
Menurut Musdaruddin, saat ini pelanggar syariat islam kebanyakan kaum pria, dan hal tersebut bisa dijadikan contoh, tidak adanya perbedaan terhadap kaum perempuan.
Pelanggaran syariat islam yang dilakukan oleh kaum perempuan menurut Musdaruddin, hanya pelanggaran ringan, yaitu mengunakan pakaian ketat.
“Banyak yang mengatakan kalau Syariat Islam ini terlalalu mendiskriminasi, tetapi saat saya tanyakan kepada masyarakat, banyak yang mengatakan kalau mereka mendengar hal itu dari orang lain. Kemudian saya minta mereka untuk memberikan satu contoh saja mengenai hal ini, dikatakan kalau pakaian yang dikenakan perempuan itu terlalu didoktrin sehingga banyak terjadi kesalahan pada kaum perempuan dari cara pakaiannya. Karenanya saya menjawab, kalau memang hukum dalam qanun itu menyudutkan perempuan terutama pakaian, kita semua tahu kalau qanun itu diadopsi dari Alquran dan Hadist, dan itu tidak bertentangan sama sekali. Jadi kenapa qanun yang disalahkan, kenapa tidak Alquran saja yang disalahkan karena sumbernya dari sana. Karena hukum yang ada dalam qanun itu sama sekali tidak meleset dari Alquran dan Hadist”, ungkapnya kepada Redaksi Nikoya FM Kamis (22/11).
Musdaruddin menambahkan, masyarakat kerap menjadikan Syariat islam sebagai kambing hitam, atau sebagai peraturan yang menakutkan, sehingga masyarakat diluar Aceh salah tanggap terhadap adanya syariat islam.
Dia juga mengatakan bahwa penegakan syariat islam adalah untuk memperbaiki moral manusia, dan peraturannya telah tertera dalam qanun.(Windy Phagta)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 22, 2007 18:00 | permalink | News
Pemerintah Konsisten Untuk Menghapus Korupsi.
Pemerintah Aceh tetap konsisten untuk masalah penghapusan kasus korupsi di seluruh kabupaten atau kota di Nanggroe Aceh Darussalam. Tetapi pemerintah tidak bisa menvonis dengan laporan yang tidak mendasar terhadap kasus korupsi tersebut.
Demikian dikatakan Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Muhammad Nazar menanggapi kasus penyimpangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah, APBD tahun 2007. Namun demikian, Dia mengatakan pemerintah Aceh akan sekuat tenaga menyelesaikan permasalahan penegakan hukum dibidang korupsi.
“Saat ini pemerintah Daerah yang paling capek dan paling sibuk adalah Pemerintah Aceh, karena begitu banyak masalah. Karena kita baru keluar dari konflik, kita tsunami dan macam lainnya. Kita harus juga harus menyelesaikan masalah penegakan hukum dibidang korupsi. Dan Pemerintah tetap konsisten terhadap penghapusan korupsi di seluruh Aceh, tetapi kami juga perlu menegaskan Pemerintah tidak bisa memvonis terhadap suatu putusan”, tegas Wagub Rabu kepada Redaksi Nikoya FM Rabu (21/11).
Pemerintah Aceh secara moral selalu pro kepada gerakan penegakan demokrasi dibidang anti korupsi. Tetapi pemerintah tidak bisa menvonis setiap permasalahan dikabupaten atau kota di Aceh sebelum pengadilan memvonis dan memperoleh bukti, jadi harus melakukan langkah2 yang tepat sesuai aturan yang berlaku. (Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 21, 2007 18:10 | permalink | News
Mahasiswa Abdya Diminta Tidak Terprovokasi Oleh Elit Politik.
Mahasiswa Asal Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) di Banda Aceh, meminta kepada masyarakat di kabupaten Abdya agar tidak mudah tertipu dan terprovokasi dengan elit-elit politik. Hal ini terkait kasus pelanggaran hukum dan dugaan penyimpangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) tahun 2007.
Menurut Affif Herman salah seorang mahasiswa Abdya yang juga Presiden Mahasiswa Unsyiah, meminta kepada pemerintah Aceh untuk segera menangani permasalahan tatanan kehidupan masyarakat Abdya. Affif menilai saat ini masyarakat telah terkotak-kotak akibat kepentingan elit politik diwilayah itu. Sehingga dikhawatirkan akan memunculkan konflik horizontal antar warga.
“Disini yang perlu diluruskan adalah bahwa di Abdya itu ada 2 kepentingan, dan mereka memanfaatkan masyarakat, mereka mengikutkan masyarakat kedalam komunitas mereka, apakah dengan cara dibayar ataukah dengan iming-iming pekerjaan. Sehingga sesama rakyat itu bentrok, sementara para elit ini kalau keinginan mereka sudah terpenuhi ya sudah, nah yang sayang disini kan masyarakat. Karenanya kami yang hadir ditengah-tengah rakyat mengingatkan agar mereka tidak tertipu dengan mereka para elit politik yang berkepentingan dalam hal ini”, ungkap Affif kepada Redaksi Nikoya FM Rabu (21/11)
Affif Herman menyesalkan sikap beberapa elit politik untuk memanfaatkan masyarakat Abdya dalam mengatasi permasalahan yang sedang terjadi. Untuk itu, Affif meminta kepada pemerintah Aceh untuk menurunkan tim ke Abdya guna mempelajari kasus tersebut. Affif mengharapkan kepada Gubernur untuk memberikan kebijakan terhadap masalah ini agar kondisi di Abdya cepat membaik.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 21, 2007 18:05 | permalink | News
Ratusan Mahasiswa Kembali Melakukan Demo Ke Kantor BRR.
Ratusan Mahasiswa Peduli Korban Tsunami melakukan aksi unjuk rasa di kantor BRR tadi siang.
Unjuk rasa ini hampir ricuh, karena ratusan mahasiswa tidak dibolehkan masuk ke halaman Kantor BRR. Saat melakukan unjuk rasa, sempat terjadi aksi dorong dengan pihak keamanan. Peserta demo sempat memanas, karena ketua Aksi unjuk rasa, Reza Fahlevi di pukul oleh salah seorang polisi, namun aksi itu sempat damai setelah melakukan negosiasi.
Ketua aksi Reza Fahlevi mengatakan, Mahasiswa peduli korban tsunami tersebut mendesak BRR untuk menyiapkan rumah korban tsunami yang masih tinggal di barak, dan mengundang auditor internasional untuk mengautdit Operasional BRR selama tiga tahun bekerja.
“Kami tegaskan sekali lagi kepada Pihak Polisi bahwa kedatangan kami hari ini bukan dalam rangkan aksi anarkis, jadi kami datang dalam rangka Demokrasi. Kami hanya ingin berjumpa dengan pak Kuntoro!!”, teriak seorang Orator Demo di hadapan puluhan Aparat Keamanan Rabu (21/11).
Ratusan mahasiswa lebih lima jam menungu keputusan dari pihak BRR untuk bisa bertemu dengan Kepala BRR. Namun akhirnya ketua aksi dan beberapa perwakilan mahasiswa di bolehkan masuk untuk bertemu dengan juru bicara BRR Mirza Keumala.
Dari hasil pantauan Redaksi Nikoya di perkirakan 300 lebih Polisi mengamankan kantor BRR, untuk menghindari aksi aksi yang tidak di inginkan.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 21, 2007 18:00 | permalink | News
Dua Kilang Padi Di Rampok.
Komplotan rampok bersenjata api yang diperkirakan enam orang beraksi di Desa Raboe, Kecamatan Tiro, Rabu kemarin pukul setengah dua siang.
Dua kilang padi di desa tersebut, masing-masing milik Cut Ali dan Tarmizi.
Fauzan, salah seorang pekerja di kilang padi Cut Ali, saat di hubungi Nikoya mengatakan, Awal mulanya peristiwa perampokan itu terjadi, ketika para pekerja di pabrik tersebut, sedang menjemur padi, tiba-tiba gerembolan perampok yang jumlah nya enam orang itu, masuk ke pabrik tersebut, dengan membawa senjata laras panjang jenis AK 47, sebanyak satu pucuk, dan M 16 dua pucuk, juga senjata laras pendek tiga pucuk jenis FN. Mereka menyuruh pekerja untuk tiarap.
“Kedatangan mereka sama sekali tidak kami ketahui, dan spontan aja mereka menyuruh kami semua untuk tiarap. Mereka semuanya menggunakan senjata dan jumlah mereka sekitar 6 orang”, ungkap Fauzan kepada Redaksi menjelaskan kronologis kejadian kamis (15/11).
Fauzan juga menambahkan, Keenam perampok tersebut mengendarai tiga unit sepeda motor tanpa nomor polisi. Sebuah sepeda motor ditunggangi oleh tiga orang. Saat beraksi, perampok tersebut memakai Helm.
Aksi pertama dilakukan di kilang padi milik Cut Ali. Ketika tiba di kilang tersebut, pelaku langsung menodongkan senjata ke wajah korban.
Seorang dari perampok memerintahkan Cut Ali keluar dari kilang padi miliknya, sambil menendang korban. Setelah Cut Ali keluar, seorang di antara perampok mengambil uang dalam laci berjumlah 51 juta rupiah.
“Yang saya tahu uang yang berhasil diambil sebanyak 50 juta rupiah, sedang yang lainnya saya tidak tahu karena kelihatannya uang recehan. Kesemua perampok menggunakan kereta roda dua. Dua orang berjaga-jaga dan 4 lainnya yang beroperasi”, jelasnya.
Fauzan mengaku sesudah beraksi di kilang padi milik Cut Ali, keenam perampok singgah ke kilang padi milik Tarmizi, yang berjarak sekitar 500 meter dari sasaran pertama. Perlakuan yang sama juga dilakukan perampok terhadap Tarmizi, yaitu menodongkan senjata ke arahnya dan menyuruh Tarmizi keluar. Di kilang padi milik Tarmizi, perampok membawa kabur uang tunai 700.000 rupiah.
Seperti yang di beritakan salah satu Koran lokal hari ini, Kapolres Pidie, AKBP Dedy Setyo Yudo Pranoto, melalui Kasat Reskrim Sudarmin membenarkan terjadinya aksi perampokan menggunakan senjata api laras panjang dan laras pendek terhadap dua pengusaha kilang padi di Desa Rabo, yaitu Cut Ali dan Tarmizi. Hingga tadi malam, polisi terus memburu komplotan bersenjata yang melakukan aksi kriminal tersebut.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 15, 2007 18:15 | permalink | News
|