Nopember, 2007
Tahun Depan Pemerintah Daerah Akan Menambah Jumlah Sekolah SMK.


Kepala Dinas Pendidikan Nanggroe Aceh Darussalam mengatakan mulai tahun 2009 mendatang, Pemerintah Aceh berencana menambah jumlah Sekolah Menengah Kejuruan atau SMK. Sehingga akan lebih banyak dari jumlah sekolah umum, dengan perbandingan 60 persen sekolah kejuruan dan 40 persen sekolah umum.
 
Demikian dikatakan Anas M. Adam, terkait dengan hasil kunjungan kerja ke Jerman pekan lalu. Anas mengatakan, saat ini perbandingan antara sekolah umum dengan kejuruan di Aceh adalah 88 berbanding 12. Sementara di Jerman, Anas menyebutkan hampir 80 persen sekolah kejuruan. Sehingga, wajar saja jika industri berkembang dengan pesat di negara itu.
 
Kita diundang kesana yang pertama untuk melihat langsung bagaimana pelatihan yang diberikan untuk guru dan Manager, jadi dalam rangka pembinaan dan pembangunan kejuruan di Aceh mereka tidak hanya membantu secara fisik. Kemudian nantinya kita akan melihat bagaimana penanganan dari sekolah kejuruan ini. Dan ternyata sekolah kejuruan di Jerman itu memang luar biasa, dan ini bisa kita lihat dari jumlah peminat siswa disana mayoritasnya ke SMK karena 60% siswanya itu minat untuk masuk SMK”, kata Anas kepada Redaksi Kamis (15/11).
 
Kepala Dinas Pendidikan Nanggroe Aceh Darussalam, Anas M. Adam mengatakan, kerja sama Pemerintah Aceh dengan Jerman bidang pendidikan kejuruan itu telah diawali dengan pengiriman ratusan guru untuk dilatih. Sehingga, konsep pendidikan di Jerman dapat diterapkan di Aceh.
 
Lebih lanjut Anas M. Adam mengatakan pemerintah juga akan memagangkan siswa-siswi sekolah kejuruan yang berprestasi pada perusahaan-perusahaan di Jerman. Sekolah Menangah Kejuruan atau SMK Negeri di Aceh juga akan memperoleh bantuan peralatan dari Pemerintah Jerman.(Deni Zulfikar)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 15, 2007 18:05 | permalink | News

200 Anak Korban Konflik Mengikuti Latihan Bahasa Jerman Gratis.


200 anak korban konflik maupun masyarakat umum di Nanggroe Aceh Darussalam mengikuti pembelajaran bahasa Jerman secara gratis. Hal ini sebagai upaya peningkatan mutu pendidikan di Provinsi  Nanggroe Aceh Darussalam bagi putra-putri Aceh demi masa depan yang gemilang.
 
Direktur Lembaga Aceh Internasional Indoenesia (LAII) Zulkifli mengatakan program bahasa Jerman ini akan berlangsung selama 6 bulan bagi masyarakat umum dan  program 1 tahun kepada anak korban  tsunami maupun konflik. Namun demikian, Zulkifli mengungkapkan hingga saat ini pihaknya belum mendapatkan perhatian serius dari pemerintah Aceh.
 
Program ini Gratis selama satu dan kita akan usahakan mereka bisa mengikuti ujian di Jakarta nantinya. Harus diakui bahwa perhatian dari Pemerintah kami rasakan sangat kurang terhadap hal ini”, ungkapnya kepada Redaksi Nikoya FM Kamis (15/11).
 
Direktur Lembaga Aceh Internasional Indonesia, Zulkifli mengungkapkan pihaknya ingin sekali membantu Aceh karena Aceh pernah merasakan konflik berkepanjangan dan kini saatnya Anak Aceh untuk bangkit.
 
Zulkifli menambahkan walaupun pihaknya telah mengeluarkan dana ratusan juta rupiah untuk membangun lembaga tersebut, dia mengharapkan kepada Pemerintah Aceh, dibawah kepeminpinan Irwandi Yusuf untuk dapat mendukung dan membantu program dari LAII ini untuk anak Aceh. Sehingga Aceh dapat berkembang nantinya dengan penguasaan bahasa asing dari putra-putri Aceh.(Deni Zulfikar)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 15, 2007 18:00 | permalink | News

Gerak Menilai BRR Menghamburkan Dana Korban Bencana.


Mengenai biaya perjalanan dinas ke luar negeri penjabat struktural BRR NAD-Nias, GERAK menilai petinggi BRR NAD-Nias hanya hamburkan dana korban bencana.
 
Menurut Askhalani Manager Program Monitroring Rehabilitasi dan Rekonstruksi GeRAK Aceh sangat menyayangkan sikap dari petinggi di BRR NAD-Nias, dimana dengan sangat mudah menghambur-hamburkan dana korban bencana dengan alasan untuk rehab-rekon.
 
Askalani menambahkan padahal jika dilihat dan patut di curigai yang bahwa program kerja ke Boston USA tersebut sama sekali bukan agenda yang berkaitan dengan program rehab-rekon Aceh, dan bahkan bisa dicurigai sebagai program melancong atau cuci mata para petinggi BRR NAD-Nias, atau bahkan jangan-jangan untuk mengabiskan anggaran semata sebelum tutup buku akhir tahun 2007.
 
Kecurigaan terhadap situasi diatas cukup beralasan, sebab berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan diperoleh data bahwa, agenda perjalanan yang dilakukan petinggi BRR NAD-Nias ke Boston USA, juga mengikut sertakan pihak keluarga, hal ini sebagaimana yang diketahui berdasarkan hasil kros cek lapangan terhadap kepergian yang dilakukan oleh petinggi BRR NAD-Nias. Misalnya kepala Bapel BRR NAD-Nias juga mengikut sertakan pihak keluarga.
 
Anggaran itu dibagi dua, yang pertama untuk Amin Subekti sebesar 189 juta rupiah dan untuk Kamaruzzaman itu sebesar 80 juta rupiah, jadi kalau kami kalkulasikan itu lebih kurang 270 juta rupiah”, katanya menjelaskan Rabu (14/11).
 
Askhalani menambahkan berdasarkan hasil investigasi yang dilakukan, GeRAK Aceh mencatat dan menemukan bukti, tentang adanya pengeluaran uang sebesar 270 juta rupiah, dana tersebut dipergunakan atas nama Amin Subekti dan kawan-kawan, dan atas nama T Kamaruzzaman. Bukti ini sebagaimana tertera dalam data bukti pencairan dana di KPPN Banda Aceh tertanggal 05 hingga 06 Oktober 2007.
 
Jadi jika dilihat dari hasil data yang diperoleh, aliran dana sebagaimana bukti yang diperoleh, diketahui bahwa dana sebesar 80 juta rupiah, ditarik atas nama T.Kamaruzzaman, tapi kemudian yang berangkat bukan yang bersangkutan.
 
Jika yang berangkat adalah orang lain, menurutnya, maka proses perjalan dinas ini adalah fiktif dan melanggar terhadap hukum yang berlaku, sebab merujuk pada data yang ada, maka T Kamaruzzaman lah yang harus berangkat, dan bukan orang lain.
 
Gerak melihat ada upaya pemalsuan daftar nama dibelakang nama yang berangkat, sebab berdasarkan hasil lapangan diketahui, bahwa kepala Bapel juga ikut serta dalam lawatan tersebut.(Windy Faghta)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 14, 2007 18:15 | permalink | News

Pemerintah Daerah Propinsi NAD Tidak Akan Menyalurkan Anggaran Ke Setiap Kabupaten Kota.


Kepala biro hukum dan humas sekda NAD, A.Hamid Zain mengatakan, pemerintah Aceh sudah berbicara dengan semua bupati/walikota di seluruh Aceh, mengenai anggaran daerah.
 
Hamid mengaku, pemerintah daerah propinsi NAD, tidak akan menyalurkan anggaran ke setiap kabupaten kota di Aceh. Menurutnya Pemerintah provinsi, hanya meminta program apa yang di rencanakan oleh tiap kabupaten kota di Aceh, sehingga nanti Pemerintah provinsi, bisa menyediakan dana seperlunya dari hasil pembagian migas, dan dana otonomi khusus
 
Kita sudah berbicara dengan seluruh Bupati dan Wakil Walikota, bahwa kita tidak lagi menyalurkan anggaran kerja, tetapi yang kita minta adalah programnya. Program apa yang ada dimasing-masing kota, sehingga nantinya Pemerintah provinsi bisa menjalani dengan Dana bagi hasil and dana otonomi khusus”, katanya Rabu (14/11).
 
Hamid menambahkan, di setiap kabupaten kota, bisa membuat suatu program yang dapat mencerminkan apa yang diinginkan oleh daerah masing-masing. Hamid mencontohkan seperti di kabupaten Pidie, yang menginginkan irigasi primer dan sekunder, sampai pada letak persawahan masyarakat kabupaten Pidie, dalam satu atau dua tahun kedepan, harus tuntas di kerjakan.
 
Karena itu nantinya program yang dibuat adalah betul-betul mengerti apa yang sebenarnya diinginkan oleh daerahnya. Seperti di kabupaten Pidie misalnya, yang menginginkan irigasi primer dan sekunder, sampai pada letak persawahan masyarakat kabupaten pidie, dalam satu atau dua tahun kedepan, kita minta itu harus ditangani”, ungkapnya.
 
Hamid juga mengungkapkan, rencana ini merupakan program dari gubernur NAD Irwandy Yusuf, Seperti pemberdayaan ekonomi masyarakat, membuka struktur seluruh Aceh, dan pengembagan otoritas regional, dan konservasi sumberdaya alam Aceh, serta beberapa program lainnya.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 14, 2007 18:05 | permalink | News

Jamaah Yang Akan Berangkat Ke Tanah Suci Berjumlah 4000 Lebih.


Jumlah jamaah haji Nanggroe Aceh Darussalam yang berangkat ketanah suci yang akan dimulai sejak tanggal 17 November mendatang dipastikan berjumlah 4000 lebih jamaah. Namun para calon jamah yang tidak dapat berangkat ketanah suci tahun ini, kemungkinan  bisa saja bertambah.
 
Demikian diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Departemen Agama Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam A. Rahman TB di Banda Aceh. Rahman menjelaskan agar para jamaah yang akan berangkat melalui embarkasi Banda Aceh dapat terlayani dengan baik dan maksimal, panitia terus melakukan persiapan karena dengan cara tersebut, para calon tamu Allah ini nantinya mendapatkan pelayanan yang prima.
 
Kalau masalah sarana dan prasarana telah kita siapkan jauh-jauh hari sebelumnya. Aula yang kita bangun sampai dengan saat ini dijadwalkan selesai belum kita gunakan, sedangkan yang lainnya sudah siap siaga baik itu dibidang kesehatan, imigrasi, bea cukai, catering. Jadi Alhamdulillah sudah sempurna, baik itu dari panitia maupun pembantu panitia”, ungkapnya menjelaskan Rabu (14/11).
 
Kakanwil Departemen Agama Nanggroe Aceh Darussalam, A. Rahman TB mengatakan untuk tahun 2007 ini, Aceh memberangkatkan calon jamaah haji sebanyak 13 kloter dan 57 jamaah Aceh asal Tamiang terpaksa diberangkatkan melalui embarkasi Jakarta.
 
A. Rahman TB mengharapkan kepada panitia penyelenggara haji untuk dapat memberikan pelayanan terbaik kepada para calon tamu Allah itu sehingga jamaah dapat menunaikan ibadah haji dengan baik.(Deny Zulfikar)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 14, 2007 18:00 | permalink | News

<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134   >>186 - 190 of 666

blog home


archive
NOPEMBER 2008
AGUSTUS 2008
JUNI 2008
MAI 2008
APRIL 2008
::full...


recent entries
:: Departemen Hukum Dan HAM Akan Menindak Lanjuti Laporan Narapidana.
Nopember 14, 2008
:: Terkait Rekaman Video Pungli Di Dinas Pendidikan GERAK Aceh Minta Kasus Tersebut Di Laporkan.
Nopember 14, 2008
:: Hut RI Yang (63) Tahun Di Banda Aceh Berlangsung Khitmad.
Agustus 17, 2008
:: KontraS Aceh Gelar Pekan Kampanye Anti Penghilangan Orang Secara Paksa.
Agustus 17, 2008
:: (BRA) Kombatan Gam Dan Korban Konflik Untuk Bersabar.
Agustus 15, 2008

%BLOG_RECENT_COMMENTS%




administrator