Nopember, 2007 Dana Pameran Buku Ada Pada Satker Agama, Sosial Dan Kebudayaan BRR.
Deputi Agama, Sosial dan Budaya BRR-NAD-Nias, T.Saifudin mengaku, jumlah dana pameran Nasional, ada pada satker kebudayaan BRR. Dia mengaku tahun ini di anggarkan untuk menciptakan budaya baca bagi masyarakat Aceh.
Demikian diungkapkannya saat di tanya wartawan, disela-sela pembukaan pameran buku, di Banda Aceh, mengenai jumlah dana yang dikeluarkan BRR dalam pameran buku Nasional Terbesar se-Sumatera ini
“Jumlah Dananya itu ada pada satker BRR bidang Kebudayaan. Tahun ini dana ini kita anggarkan untuk bagaimana menciptakan budaya baca bagi masyarakat Aceh. Dan dana ini kita gunakan walaupun dalam jumlah yang masih kecil, sekalipun anda melihat kalau angkanya besar, tapi angka itu sebenarnya kecil sekali”, jelasnya.
T.Saifudin menjelaskan, dana ini bersumber dari dana Agama, Sosial, dan Budaya BRR-NAD Nias. Diungkapkannya, harapan dari pameran buku ini yang dananya sangat kecil, tapi hasil yang di harapkan adalah, membuka cakarawala berpikir rakyat Aceh.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 07, 2007 18:25 | permalink | News ADB Bantu Aceh Di Bidang Pendidikan.
Kepedulian berbagai Negara donor untuk membantu Nanggroe Aceh Darussalam hingga saat ini terus mengalir, termasuk dalam bidang pendidikan. Kali ini untuk membantu peningkatan kualitas pendidikan di Aceh dan Nias pasca gempa dan tsunami, ADB menyerahkan 1 juta lebih buku pelajaran kesejumlah lembaga pendididkan.
Ketika menyerahkan sekitar 15 ribu buku di SMA 5 Darussalam, Kota Banda Aceh, Direktur ADB Bidang Pelayanan Sosial Wilayah Asia tenggara, Sheren Latif menjelaskan, program ini merupakan komitmen pihaknya dalam membantu Aceh pasca gempa dan tsunami.
“Kami telah bekerjasama dengan Pemerintah dan BRR untuk memperbaiki dan mencoba mengembangkan sekolah dan perangkatnya dan tentunya ini akan berkesinambungan sebagai konsern kami dalam program ini’, jelasnya kepada Redaksi Nikoya FM Rabu (07/11).
1 juta lebih buku bantuan ADB ini akan diserahkan kepada hampir 400 sekolah di Nanggroe Aceh Darussalam. Sementara, Asisten III Setda Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Dermawan menjelaskan untuk memulihkan kembali masalah pendidikan di Aceh, baik karena konflik maupun gempa dan tsunami, membutuhkan kepedulian dari semua pihak termasuk ADB. (Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 07, 2007 18:20 | permalink | News Ratusan Pelajar Se-Banda Aceh Minta UN Dihapuskan.
Ratusan pelajar SMU se-Kota Banda Aceh, melakukan aksi unjuk rasa di halaman Gedung DPRD Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD). mereka meminta sistem Ujian Nasional (UN) dihapuskan.
Para siswa tersebut menolak Ujian Nasional, dengan alasan sistem tersebut hanya menilai aspek kecerdasan saja, sementara aspek perilaku serta nilai kreatifitas dan bakat dirasakan terabaikan.
Aksi para siswa dibawah komando Pelajar Islam Indonesia (PII) wilayah NAD itu juga menuntut agar pemerintah membuat formula baru pengganti UN serta mengevaluasi dan memperbaiki sistem pendidikan.
“Maka dengan ini kami atas nama pelajar Aceh menyatakan :
Menolak Sistem Ujian Nasional sebagai standarisasi kelulusan, karena tidak sesuai dengan nilai-nilai moralitas dan aspek kreativitas.
Meminta kepada Pemerintah agar membuat formulasi baru sebagai pengganti Ujian Nasional.
Harus ada pemerataan pada fasilitas pendidikan dan tenaga pengajar dan jangan ada lagi status sekolah unggul dan sekolah tidak unggul, karena pendidikan berkualitas adalah hak semua orang.
Pemerintah harus segera melakukan evaluasi dan perbaikan system pendidikan dan menjadikan sebagai hak semua orang. Tidak ada perbedaan status (diskriminasi) dalam dunia pendidikan.
Transparansi dalam penggunaan anggaran pendidikan.
Segera realisasikan anggaran pendidikan 20% dari anggaran Pemerintah Pusat.
Demikian bunyi Petisi yang dibacakan oleh salah seorang siswa yang diiringi teriakan Yel-yel dihadapan Gedung Dewan provinsi NAD Rabu (07/11).
Disela-sela teriakan yel-yel meminta UN diturunkan, juga terdengar lantunan ayat suci Al Qur’an yang dikumandangkan salah seorang pengunjuk rasa.
Para pelajar tampak semakin bersemangat ketika Wakil Ketua DPRD NAD, Raihan Iskandar menemui mereka. Namun sebelum melanjutkan aksi unjuk rasa itu Raihan meminta pelajar-pelajar melaksanakan shalat Ashar di masjid komplek DPRD NAD. (Windy Faghta)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 07, 2007 18:15 | permalink | News Pembukaan Pameran Buku Diwakili Oleh Asisten Empat Gubernur NAD.
Pembukaan pameran buku berskala Nasional, pagi tadi di Gedung Activity Academic Centre Dayan Dawood, di buka oleh Gubernur NAD, yang diwakili oleh Asisten empat.
Dalam hal ini gubernur NAD Irwandy Yusuf, yang di wakili asisten Gubernur NAD menyambut baik pameran buku tersebut. Diharapkan ada pihak lain yang tertarik memperbanyak kegiatan seperti ini, sehingga pada masa mendatang, di Nanggroe Aceh Darussalam, tidak terlalu banyak warung kopi bila di bandingkan toko buku dan perpustakaan.
“Sekali lagi saya menyambut baik kegiatan ini, semoga ada pihak lain yang tertarik untuk memperbanyak kegiatan seperti hari ini. Sehingga pada masanya nanti di Aceh, tidak lagi banyak warung kopi yang dibangun ketimbang toko buku dan perpustakaan. Akhirnya dengan mengucapkan Bismillahirrahmanirahim, Pameran Buku Nasional Aceh Membaca Aceh Berjaya, dengan resmi saya nyatakan dibuka”, ucap Asisten 4 Gubernur NAD pada saat meresmikan kegiatan Pameran Buku Nasional yang diiringi dengan tepuk tangan masyarakat dan peserta undangan yang hadir dalam acara Rabu (07/11).
Sementara itu Deputi Agama, Sosial dan budaya BRR, T.Saiful Iskandar Wijaya mengatakan, pameran buku ini sebagai langkah awal untuk memberi kesadaran masyarakat, untuk mengembangkan perpustakaan. Dengan adanya pameran ini, di harapkan masyarakat Aceh, bisa membaca dan bisa memiliki buku yang di pamerkan, di pameran buku tersebut
“Inikan langkah awal kita memberikan kesadaran bagi masyarakat untuk mengembangkan perpustakaan yang ada dimasyarakat, bahkan kita sudah memiliki perpustakaan yang ada dikampung. Dan dengan adanya pameran ini kita harapkan masyarakat juga bisa membaca, dan bisa memiliki buku-buku yang dipamerkan pada hari ini, apakah sifatnya dibeli atau juga mungkin diberikan hadiah atau sumbangan oleh penerbit ini untuk masyarakat Aceh”, ungkap Saifuddin kepada Redaksi.
T.Saiful juga menambahkan, pameran buku ini adalah awal dari kegiatan menjadi Aceh yang beradab, Aceh yang terbuka dan bukan Aceh yang berada di warung kopi. Di harapkan dengan adanya pameran ini, kerjasama yang kuat diantara semua pihak, bisa mendorong masyarakat Aceh supaya gemar membaca.
“Ini awal dari sebuah kegiatan yang kita ingin Aceh betul-betul menjadi Aceh yang beradab, Aceh yang mempunyai landasan pengetahuan, Aceh yang terbuka dan bukan Aceh yang tertutup dan seperti yang dinyatakan oleh pak Asisten Gubernur tadi “bukan Aceh yang berada diwarung kopi, tapi Aceh yang ada diperpustakaan”. Insya Allah harapan ini dengan kerjasama yang kuat diantara sesamanya, termasuk rekan-rekan wartawan itu bisa mengembangkan pemikiran-pemikiran bagaimana masyarakat Aceh menjadi masyarakat yang gemar membaca”, tambahnya.
T.Saiful juga menambahkan, budaya baca di kalangan masyarakat harus ditingkatkan. karenanya pelaksanaan pameran buku tingkat nasional, menjadi penting di lakukan di Aceh. Pameran ini diperlukan, baik dalam konteks pencanangan budaya membaca, di tingkat daerah propinsi, sebagai pertanda kebangkitan masayarakat Aceh pasca tsunami dan konflik, juga menjadi sarana pertukaran informasi antar berbagai pihak menyangkut buku.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 07, 2007 18:10 | permalink | News 396 Lulusan Poltekkes Diwisuda.
Sebanyak 390 lebih lulusan Politeknik Kesehatan atau Poltekkes Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam diwisuda. Prosesi wisuda untuk keenam kalinya itu berlangsung di Gedung AAC Dayan Dawood, Darussalam Banda Aceh.
Direktur Poltekkes NAD, Zailani mengatakan, segenap civitas akademika Poltekkes NAD telah bertekad untuk terus meningkatkan kualitas SDM, terutama tenaga pengajar. Hal itu, menurutnya, terkait dengan orientasi mutu serta pasar global dan upaya mewujudkan visi menjadi yang terbaik di Indonesia bagian barat.
“Pendidikan Poltekes ini menjadi tantangan, karena lulusan yang apabila dia tidak bermutu tentu dia tidak akan digunakan oleh masyarakat. Tapi kami yakin dan percaya karena persiapan mereka untuk belajar itu dengan Dosen yang berkualitas, walaupun kita baru bangkit dari musibah tsunami, tapi mahasiswa itu sangat rajin mencari buku dan apalagi saat ini sudah ada perangkat internet. Kemudian kita harapkan selain tenaga ini menjadi kebutuhan bagi Pemerintah Daerah, kami juga menyiapkan mereka agar bisa mandiri”, kata Zailani.
Sementara ketua panitia wisuda, Erwin Noer menyebutkan, para lulusan yang diwisuda tersebut meliputi jurusan Keperawatan Banda Aceh 64 orang, Kebidanan Banda Aceh 81 orang, Kesehatan Gigi Banda Aceh sebanyak 50 orang, Kesehatan Lingkungan Banda Aceh 15 lulusan, dan Jurusan Gizi Banda Aceh 43 orang.
Selain itu, Erwin menambahkan lulusan yang diwisuda juga berasal dari Program Studi (Prodi) Keperawatan Meulaboh 66 orang, dan Keperawatan Langsa sebanyak 77 orang.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 07, 2007 18:05 | permalink | News