Nopember, 2007
Forum Untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh (FKTNA) Telah Melakukan Kunjungan Ke LP Cipinang Dan LP Sukamiskin.


Forum untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh (FKTNA) telah melakukan kunjungan ke Lembaga Permasyarakatan Cipinang dan Lembaga Permasyarakatan Sukamiskin, kunjungan ini merupakan tindak lanjut dari pertemuan Forum untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh dengan Komisi A DPRA, untuk upaya pembebasan Tapol/Napol Aceh yang masih ditahan di LP pulau Jawa dan Sumatera.
 
Ada pun hasil dari kunjungan tersebut adalah :
 
Di LP Cipinang Jakarta, Forum untuk Keadilan Tapol Napol Aceh bertemu dengan Tgk. Ismuhadi, Irwan Ilyan dan Ibrahim Hasan (Napol Aceh). FKTNA juga telah bertemu dengan Dinan Sabardiman (Napol Aceh). Di LP Sukamiskin Menurut Iswadi  yang telah betemu dengan Kepala LP Sukamiskin menjelaskan, Kepala LP Sukamiskin, tidak mempermasalahkan dengan pemindahan para Napol ke Aceh, tetapi keputusannya ada pada Menteri Hukum dan HAM.
 
“Dari kunjungan itu kami dapat mengambil kesimpulan yang sangat positif dan tanggapan dari Departemen Hukum dan HAM sangat baik menyambut hal ini”, Demikian dijelaskannya kepada Redaksi Selasa (06/11).
 
FKTNA juga telah bertemu dengan Mashudi, Direktur Bina Bimbingan Kemasyarakatan di kantor Departemen Hukum dan HAM, untuk memperjelas status Napol Aceh, yang hingga kini masih ditahan. Selain itu mereka meminta pihak Departemen Hukum dan HAM, untuk memverifikasi status keberadaan para Napol.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 06, 2007 18:00 | permalink | News

2300 Hektar Tambak Masyarakat Sudah Diperbaiki BRR.


Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi BRR-Nad Nias, hingga saat ini telah telah merehap tambak masyarakat yang rusak akibat tsunami 24 Desember 2004 lalu, sekitar 2300 hektar tambak, yang menyerap dana sebesar 41 milyar rupiah.
 
Disamping itu pula, BRR telah melakukan pengembangan Agro Input tambak, seluas 2.500 hektare, Pembuatan 16 unit jaring apung, yang menelan biaya sekitar 18 Milyar rupiah. Demikian yang dikatakan Saed Faisal, Deputi bidang Ekonomi BRR.
 
“Sampai sekarang itu tambak yang sudah di garap itu mencapai 2300 hektar, kemudian itu dananya 41 milyar rupiah, kemudian ada agro input tambah 2500 hektar sekitar 18 milyar rupiah. Nah yang 2500 hekar itu di pesisir timur mayoritasnya karena banyak terkena dampak tsunami namun sekarang sebagian besar sudah berproduksi kembali”, jelas Saed.
 
Said mengaku, kerusakan tambak masyarakat yang terparah pasca tsunami berada di daerah pesisir timur Aceh, saat ini diungkapkannya, sebagian tambak yang sudah di rehabilitasi BRR, saat ini sudah berproduksi kembali.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 05, 2007 18:15 | permalink | News

Pameran Buku Nasional Mengundang 55 Penerbit Nasional.


Badan Rehabilitasi Dan Rekontruksi BRR-NAD-Nias, melalui Kedeputian Bidang Agama, Sosial dan Budaya, telah memprogramkan adanya sebuah pameran buku berskala Nasional di Aceh. Adapun konsep utama pameran ini adalah, untuk membangun interaksi positif antara warga Aceh dan masyarakat perbukuan.
 
Hal ini dilakukan dengan memberikan kegiatan positif, berupa Apresiasi buku, juga menggali dan mengembangkan potensi perbukuan dan penulisan di Aceh. Disamping itu, mengupayakan agar masayarakat, dapat membeli buku dengan harga yang terjangkau. Demikian yang dikatakan oleh kepanitiaan pameran buku, Arnabun SE.
 
“Kita undang mereka untuk bersama-sama meramaikan pameran ini, dan yang penting bagi kami adalah bagaimana masyarakat perbukuan itu mendapatkan sesuatu kerjasama bagaimana merumuskan sebuah penerbitan di Aceh. Disamping itu melalui acara seperti ini masyarakat Aceh juga bisa secara langsung bisa bertemu dengan pihak-pihak penerbit yang selama ini tidak pernah sampai ke Aceh”, ungkapnya menjelaskan Senin (05/11).
 
Berdasarkan ketentuan yang di gariskan BRR NAD-Nias, pameran buku ini mengundang 55 penerbit Nasional luar Aceh. Para Penerbit ini berasal dari Medan, Jakarta, Bandung, Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya, serta dua puluh penerbit Distributor dan instansi lembaga pemeritahan.
 
Arnabun mengakui, dari anggaran 860 juta lebih itu, pihaknya mendatangkan penerbit buku dari luar daerah. Arnabun menjelaskan, tidak mudah dari pihaknya mengundang 55 penerbit dari luar, karena perjalanan ke Aceh, banyak sekali menimbulkan hal yang menjadi pertimbangan mereka.
 
“Sebenarnya kami dan BRR tidak bermaksud untuk membedakan itu, hanya saja karena keterbatasan anggaran yang hanya 866 juta rupiah. Namun bagaimana dari anggaran ini kita bisa mendatangkan penerbit dari luar dan itu jujur saja tidak mudah mendatangkan mereka kemari karena kalau kita lihat perjalanan menuju ke Aceh itu banyak sekali yang menjadi pertimbangan-pertimbangan”, jelasnya.
 
Arnabun menambahkan, berdasarkan konsep di atas, maka tujuan dari pameran ini dapat di formalisasikan sebagai berikut :
 
Diantaranya membagun kembali kesadaran dan budaya membaca masyarakat Aceh, membantu masyarakat memperoleh informasi dan ilmu pengetahuan lewat buku, menambah wawasan masyarakat mengenai nilai nilai keagamaan, budayawan, dan ilmu pengetahuan, mendorong tumbuhnya usaha penertiban, dan perdagangan buku di Aceh, dan membangun pertumbuhan kreatifitas dan penulisan bagi generasi muda, serta yang terakhir menandai proses ke bangkitan Aceh-Nias Pasca tsunami. Pameran buku ini memiliki “Tema Aceh Membaca Aceh Berjaya.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 05, 2007 18:05 | permalink | News

Pameran Buku BRR Menghabiskan Dana 866 Juta Rupiah.


PT. Kirana Kreativisia-Yogyakarta selaku Event Organizer (EO) Yang di tunjuk sebagai pelaksana BRR Aceh-Nias, telah membentuk kepanitiaan Pameran Buku, yang menghabiskan dana sebesar 866 juta rupiah.
 
Event Organizer ini diketuai oleh Arnabun SE, yang di bantu oleh seksi acara, publikasi dan dokumentasi.
 
“Mengenai acara ini kami memiliki anggaran 866 juta rupiah dan itu sebelum pajak, kalau setelah pajak itu menjadi 900 juta sekian, tapi itu bukan uang kami karena itu pajak”, ungkapnya Senin (05/11).
 
Arnabun juga sangat menyesalkan, pihak yang mengatakan pameran buku ini anggaran nya mencapai satu milyar rupiah. Hal ini seperti yang pernah diberitakan oleh salah satu Media cetak di Aceh. Arnabun mengatakan hal itu tidak benar karena media tersebut tidak berkordinasi dengan  pihaknya sebelum menulis data yang sebenarnya.
 
“Jujur kami kecewa dengan pemberitaan yang mengatakan bahwa dana untuk penyelenggaraan proyek ini menelan dana senilai satu milyar rupiah, berita ini ditulis tanpa mendapat konfirmasi langsung dari pihak kami dan tentunya ini sangat memojokkan kami”, jelasnya.
 
Kordinasi persiapan di Aceh di pegang oleh M. Yusuf M. Teben (Wakil Ketua). Arnabun mengaku, sebenarnya panitia telah mempersiapkan pameran ini, sejak September 2007.
 
Namun karena terhalang dengan libur lebaran Hari Raya Idul Fitri 1428 Hijjriah, Pameran Buku Nasional ini, akhirnya di selenggarakan pada tanggal 7 hingga 14 November 2007, yang bertempat di Gedung Activity Academic Center Dayan Dawood Darussalam Banda Aceh. Pameran ini rencananya akan dibuka oleh Gubernur NAD Irwandy Yusuf.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 05, 2007 18:00 | permalink | News

Pengembangan Industri Perikanan Lampulo Akan Rampung Pada Tahun 2012 Nanti.


Upaya menjadikan Daerah Lampulo sebagai pusat industri perikanan, telah dicanangkan Pemerintah Daerah pada tahun 2003 silam. Namun, sebelum proses relokasi warga berjalan pada akhir 2004, tsunami meluluh lantakkan Aceh. Sementara  Direktur Pengembangan Perikanan Zulhamsyah Imran mengatakan, setelah melalui proses detail engineering design, pelaksanaan proyek pengembangan industri perikanan itu, baru akan rampung pada 2012 nanti. BRR akan membangun berbagai sarana penunjang industri perikanan Lampulo secara bertahap, dengan mengucurkan dana mencapai Rp40 miliar rupiah.
 
“Dimana pada saat itu kita ketahui bersama bahwa anggaran yang telah kita keluarkan lebih kurang adalah 40 Miliar rupiah untuk pembebasan lahan masyarakat. Setelah kita melalui proses Engginering Design makan pentahapannya sampai dengan 2012”, demikian ungkapnya sabtu (03/11).
 
Pada tahun 2007 ini, BRR membangun break water (bendungan air) sepanjang 750       meter, dengan anggaran Rp.31 miliar. Zulham juga mengakui pada tahap berikutnya BRR akan mencoba menyelesaikan pembangunan bagian lain seperti  dermaga
 
“Tahun 2007 kita mulai membangun mulai dari break water yang belum lengkap pengerjaannya yang kita bangun lebih kurang 750 meter dengan anggaran yang sudah diumumkan di media lebih kurang sebesar 31 miliar rupiah”, jelasnya.
 
Disebutkan, pelabuhan Lampulo yang akan dibangun nantinya, diharapkan bisa disinggahi kapal-kapal berbobot besar, seperti kapal ikan dari luar negeri, yang saban hari melintasi Selat Malaka dan Samudera Hindia.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Nopember 03, 2007 18:10 | permalink | News

<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134   >>206 - 210 of 666

blog home


archive
NOPEMBER 2008
AGUSTUS 2008
JUNI 2008
MAI 2008
APRIL 2008
::full...


recent entries
:: Departemen Hukum Dan HAM Akan Menindak Lanjuti Laporan Narapidana.
Nopember 14, 2008
:: Terkait Rekaman Video Pungli Di Dinas Pendidikan GERAK Aceh Minta Kasus Tersebut Di Laporkan.
Nopember 14, 2008
:: Hut RI Yang (63) Tahun Di Banda Aceh Berlangsung Khitmad.
Agustus 17, 2008
:: KontraS Aceh Gelar Pekan Kampanye Anti Penghilangan Orang Secara Paksa.
Agustus 17, 2008
:: (BRA) Kombatan Gam Dan Korban Konflik Untuk Bersabar.
Agustus 15, 2008

%BLOG_RECENT_COMMENTS%




administrator