Oktober, 2007
Rapat BRR Di Banten Hanya Menghamburkan Dana.


Gerakan Anti korupsi (GeRAK) Aceh menilai, rapat BRR NAD-NIAS yang di selenggarakan di Banten hanya menghambur-hamburkan uang.
 
Menurut Askhalani, Manager Program Monitoring Rehabilitasi dan Rekontruksi GeRAK Aceh, rapat tersebut hanya sebagai jalan BRR, untuk menghambur-hamburkan uang korban tsunami.
 
Gerak juga mempertanyakan mengapa rapat harus dilakukan di luar Aceh, dan dari beberapa kali rapat yang diadakan BRR di luar Aceh, juga tidak ada hasilnya bagi para korban tsunami di Aceh.
 
Rapat yang dilakukan di Hotel berbintang mewah sangat tidak beralasan, kalaupun dijelaskan rapat ini baik untuk masyarakat Aceh kedepan itu nol besar dan ini membuktikan bahwasanya BRR NAD-Nias tidak tahu harus melakukan apa. Jadi semacam menghambur-hamburkan uang korban tsunami. Kalau mereka berkeinginan bekerja untuk korban tsunami, kenapa harus melakukan meeting di Hotel bintang lima di Tangerang? Jadi sampai hari ini juga kinerja tidak bagus dan menimbulkan banyak persoalan, tetapi menghamburkan uang untuk kepentingan pribadi dan kelompok”, tegasnya kepada Redaksi Nikoya FM Senin (29/10).
 
Rapat tersebut dilaksanakan oleh Ketua Tim Pengarah Pengakhiran masa tugas BRR, Amin Subekti dan ketua badan pelaksana BRR Kuntoro Mankusubroto, bersama 17 unsur pimpinan, tenaga ahli, dan beberapa orang staf lainnya, yang di selenggarakan mulai hari ini hingga besok di Karawaci ,Tangerang Provinsi Banten.(Windy Faghta)


posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 29, 2007 18:05 | permalink | News

Harimau Yang Memakan Korban Jiwa Di Aceh Selatan Diamankan Oleh Pihak Balai Konservasi Dan Sumber Daya Alam Banda aceh.


Harimau yang telah memangsa 5 orang korban di Desa Gunung Rotan Kecamatan Labuhan Haji Timur Kabupaten Aceh Selatan, telah diamankan oleh pihak Balai Konservasi Sumberdaya Alam NAD.
 
Menurut Andi Basrul Kepala Balai Konservasi Sumberdaya Alam NAD, harimau tersebut di tangkap melalui bantuan seorang pawang, dan setelah berhasil di tangkap harimau tersebut di bawa ke balai konservasi sumberdaya alam di Banda Aceh.
 
Andi Basrul menambahkan, saat ini pihaknya telah menurunkan tim khusus untuk meneliti penyebab terjadi turunnya harimau ke pinggiran pemukiman penduduk.
 
Harimau itu kita karantina terlebih dahulu, dan kita saat ini sedang menyusun tim penelitian apakah harimau ini bisa kita lepas kembali atau dipenjarakan seumur hidupnya. Diperkirakan masih ada 2 ekor lagi di lokasi tertangkapnya harimau ini, tetapi Kecamatan Meukek itu juga masih ada 5 ekor lagi yang masih berkeliaran. Penyebabnya antara lain karena habitatnya telah rusak dengan terjadinya illegal loging”, jelas Andi kepada Wartawan ketika ditanya seputar tertangkapnya hewan liar itu Senin (29/10).
 
Andi Basrul menambahkan tim khusus yang telah di turunkan terdiri dari 1 orang pawang harimau, yang berasal dari Riau, dan 2 oarang peneliti ahli harimau.
 
Harimau yang tertangkap tersebut memiliki panjang kurang lebih 170 cm dengan berat  300 kg.
 
Di lokasi karantina harimau tersebut, saat ini banyak dikunjungi oleh warga dari seputaran kota Banda Aceh untuk melihat secara langsung harimau itu.(Windy Faghta)


posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 29, 2007 18:00 | permalink | News

Tingginya curah hujan yang menggujur B.aceh nelayan tetap melaut.


Tingginya curah hujan yang mengguyur Kota Banda Aceh, selama beberapa pekan terakhir tidak mempengaruhi para nelayan untuk melaut.
 
Menurut Zakaria, salah satu nelayan di kawasan Lampuloe Banda Aceh, walaupun tinggi curah hujan yang turun, namun tidak terjadinya gelombang pasang atau naiknya air laut, sehingga tidak mempengaruhi para nelayan untuk melaut.
 
Harga ikan sejak pasca lebaran naik, apalagi selama sepekan kemarin cuaca buruk, sehingga banyak Nelayan yang tidak melaut, namun sekarang ini kondisi cuaca sudah mulai berangsur normal”, katanya menjelaskan.
 
Menurut Zakaria tingginya curah hujan hanya membuat kurangnya jarak pandang para nelayan akibat kabut.
 
Sementara dari pantauan reporter Nikoya FM di Tempat Pelelangan Ikan di kawasan Lampulo, stok dan harga ikan cukup stabil, begitu juga di kawasan pasar Peunayong, terlihat para pedagang ikan masih menjual ikan dalam jumlah yang besar.(Windy Faghta)


posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 26, 2007 18:05 | permalink | News

Pasokan dari MedanTerganggu Harga Sayur Mayur Bergerak Naik.


Akibat hujan dan banjir yang melanda sejumlah Kabupaten/Kota di Aceh, membuat pasokan kebutuhan dapur mengalami gangguan. Akibatnya harga berbagai kebutuhan rumah tangga itu mulai merangkak naik.
 
Pantauan di sejumlah pasar Banda Aceh, harga sayur-mayur melonjak, seperti bawang merah naik dari Rp10.000 menjadi Rp12.000/kg begitu juga tomat mencapai Rp6.000, sedangkan sebelumnya hanya Rp4000/kg.
 
Amin seorang pedagang kebutuhan dapur menyatakan harga baru akan stabil kembali jika banjir telah surut dan pasokan barang berjalan normal. Amin juga menambahkan merangkaknya harga semua kebutuhan dapur setelah perayaan Idul Fitri.
 
Naiknya harga barang kebutuhan dapur di pasar terkadang tidak menentu, apalagi pasca banjir dan setelah Idul Fitri, semua kebutuhan naik”, ungkapnya kepada Redaksi Jumat (26/10).
 
Sejumlah pedagang kebutuhan dapur di Pasar Peunayong Banda Aceh mengakui, kenaikan ini karena terbatasnya pasokan dari Medan ke Aceh  disebabkan terjadi bencana banjir di sejumlah daerah di  Aceh.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 26, 2007 18:00 | permalink | News

BMG Cuaca Buruk Akan Terus Melanda Wilayah Aceh Dalam Sepekan Kedepan.


Badan Meteorologi dan Stasiun Geofisika Cuaca Blang Bintang Aceh Besar, memprediksikan cuaca buruk akan terus melanda wilayah Aceh dalam sepekan kedepan, curah hujan masih sangat tinggi di beberapa daerah di Aceh, hingga November mendatang. Hal tersebut besar kemungkinan terjadinya tanah longsor dan banjir di sejumlah wilayah di Aceh. demikian yang di katakana oleh kepala BMG Cuaca Stasiun Blang Bintang Aceh Besar, Samsuir, Saat di mintai keterangan mengenai cuaca
 
Cuaca saat ini sangat dipengaruhi oleh tekanan udara yang rendah laut Cina Selatan dan selat Manggarai India yang memicu hujan dan cuaca buruk di Aceh. Hal ini terjadi sampai bulan November dan kemungkinan terjadi secara fluktuasi seperti misalnya selama seminggu cuaca tenang akan tetapi kemudian cuaca akan kembali buruk”, katanya kepada Redaksi Nikoya FM Rabu (24/10).
 
Samsuir juga menjelaskan, fenomena di kawasan Aceh, akan tetap buruk dalam sepekan kedepan. Hal ini juga terjadi di luar pulau Sumatera. Samsuir menambahkan potensi banjir dan tanah lonsor akan terjadi di sejumlah wilayah.
 
Sementara menurut pantauan BMG, gelombang laut bisa mencapai 2 hingga 4 meter. seperti yang sudah terjadi di perairan Sinabang, Meulaboh dan Sabang.
 
Akibat tekanan udara tadi menimbulkan angin kencang antara 10 hingga 20 knot dan Gelombang laut tinggi 2 sampai 4 meter, dan itu umumnya terjadi di wilayah pantai Barat Selatan Aceh dan Selat Malaka. Karenanya bagi Nelayan kami menghimbau agar memperhatikan perkembangan angin dan juga untuk masyarakat yang tinggal di pesisir pantai apabila hujan turun lebih dari 4 jam itu diperhitungkan berpotensi untuk banjir”, jelasnya.
 
Samsuir menghimbau kepada warga yang tinggal berdekatan dengan bibir pantai, agar selalu waspada dengan ombak besar yang datang dengan secara tiba tiba.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 25, 2007 18:10 | permalink | News

<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134   >>221 - 225 of 666

blog home


archive
NOPEMBER 2008
AGUSTUS 2008
JUNI 2008
MAI 2008
APRIL 2008
::full...


recent entries
:: Departemen Hukum Dan HAM Akan Menindak Lanjuti Laporan Narapidana.
Nopember 14, 2008
:: Terkait Rekaman Video Pungli Di Dinas Pendidikan GERAK Aceh Minta Kasus Tersebut Di Laporkan.
Nopember 14, 2008
:: Hut RI Yang (63) Tahun Di Banda Aceh Berlangsung Khitmad.
Agustus 17, 2008
:: KontraS Aceh Gelar Pekan Kampanye Anti Penghilangan Orang Secara Paksa.
Agustus 17, 2008
:: (BRA) Kombatan Gam Dan Korban Konflik Untuk Bersabar.
Agustus 15, 2008

%BLOG_RECENT_COMMENTS%




administrator