Kepala BRR-NAD Nias, Kuntoro Mankusubroto mengatakan, semua pembangunan di Aceh, harus selesai di kerjakan November 2008 mendatang. Di perkirakan ada beberapa pembangunan yang tidak rampung di kerjakan di tahun 2008, seperti jalan yang di danai oleh pihak USAID, di lintasan Banda Aceh - Meulaboh yang di perkirakan masih dua setengah tahun lagi, siap di kerjakan, ditambah dengan beberapa pembagunan lainnya. Kuntoro mengakui, proyek yang belum siap tersebut nantinya akan di serahkan kepada Departemen Teknis atau Pemda NAD, untuk melanjutkan pembangunannya.
Target 2008 semua pembangunan selesai, jadi rumah selesai, sawah selesai, jalan selesai, pelabuhan selesai, dan semuanya selesai. Mungkin memang ada satu atau barang dua yang tidak selesai, misalnya jalan yang didanai oleh Amerika itu belum selesai, jalan itu masih diperkirakan dua setengah tahun lagi selesainya. Mungkin yang panjang lagi misalnya Tenaga Listrik tenaga air peusangan, itu masih lama lagi. Jadi yang belum selesai ini nantinya kita akan serahkan kepada Pemda setempat jelas Kuntoro kepada Redaksi Rabu (10/09).
Kuntoro juga mengatakan, rumah yang tidak layak huni akan di perbaiki kembali. Dia berharap bisa selesai April 2008, Setelah BRR mengakhiri masa tugasnya di Aceh. Kuntoro menambahkan, tantangan untuk Pemerintahan Aceh sangat besar kedepan, dimana dalam menuju empat tahun nanti, Aceh akan ada investasi 7 milyar Amerika Serikat, sehingga dana tersebut, perlu di rawat dan perlu di tingkatkan, dan sekaligus menjadi tantangan besar untuk Pemerintahan kedepan. Demikian ditegaskan Kuntoro.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 10, 2007 18:05 | permalink | News Selepas Lebaran, Sweeping Senjata Ilegal Akan Digelar.
Operasi sweping terhadap pemegang senjata api illegal di NAD, akan di lakukan setelah hari Raya Idul Fitri.
Menurut Panglima Kodam Iskandar Muda, Mayjen TNI Supiadin AS, pencarian atau sweeping terhadap senjata ilegal, akan di fokuskan pada wilayah terjadinya aksi criminal bersenjata api.
TNI nantinya akan mem-backup Kepolisian yang melakukan sweping. Supiadin AS mengharapkan, tidak terjadinya hal yang membuat masyarakat merasa resah dan tidak aman
Ini tentu sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku, jadi tidak main labrak saja. Jadi misalnya kepada Pemerintahan yang ada disitu, katakanlah seperti pak Keuchik (Lurah) kita minta bantuannya, bilamana kita mencurigai sebuah rumah yang penghuninya memiliki senjata, tolong pak keuchik bantu kami untuk mengetuk rumah itu. Jadi saya kira dengan cara seperti nantinya masyarakat juga akan ikut berpartisipasi, karena dengan adanya sweeping, nantinya yang ada malah akan menimbulkan keresahan, jadi saya kira itu tidak boleh dilakukan ungkap Supiadin kepada Redaksi Nikoya FM Rabu (10/09).
Supidin AS menambahkan, Dalam hal ini, pihak TNI hanya mem-backup tugas Kepolisian, personil TNI akan di turunkan apabila di butuhkan pihak kepolisian, dan TNI juga akan memberikan informasi-informasi di lokasi mana saja yang diduga masih banyak beredar senjata api.
Supiadin AS juga mengakui, pihaknya memiliki data-data lokasi termasuk pemilik senjata api.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 10, 2007 18:00 | permalink | News WAGUB Meminta Dinas Perhubungan Memfasilitasi Kepentingan Arus Mudik.
Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Muhammad Nazar meminta Dinas Perhubungan untuk memfasilitasi semaksimal mungkin kepentingan arus mudik menjelang hari raya Idul Fitri. Diperkirakan arus mudik tahun ini akan mengalami peningkatan karena kondisi daerah di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam pasca perdamaian sudah mulai kondisif.
Demikian dikatakan Wakil gubernur Nangggroe Aceh Darussalam, Muhammad Nazar menanggapi tentang pelayanan kepada masyarakat saat arus mudik nanti. Muhammad Nazar mengatakan Dinas Perhubungan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam telah mempersiapkan beberapa unit bus untuk memperlancar arus mudik.
Saya sudah panggil Kepala Dinas dan menanyakan langsung mengenai persiapan mengatasi arus mudik ini. Menurut Kepala Dinas yang paling padat itu adalah di daerah timur, dan pihaknya telah menyiapkan beberapa unit bus untuk memfasilitasi hal ini jelas Wagub kepada Redaksi Nikoya FM.
Muhammad Nazar mengatakan selama arus mudik berlangsung, keamanan, ketertiban masyarakat atau kamtibmas harus tetap dijaga sehingga seluruh masyarakat dapat merayakan hari lebaran dengan baik. Muhammad Nazar mengaharapkan kepada semua pihak untuk menjaga arus lalu lintas saat arus mudik nanti supaya tidak terjadi kecelakaan lalu lintas.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 08, 2007 18:20 | permalink | News BRR NAD-NIAS Telah Membebaskan 1000 Hektar Lebih Tanah Warga.
Badan Rehabilitasi dan Rekontruksi, BRR NAD-NIAS hingga kini telah membebaskan 1000 hektar lebih tanah warga untuk membangun berbagai fasilitas umum dan perumahan. Pembebasan tanah warga tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan pembangunan rumah yang baru atau rumah-rumah yang harus direlokasi.
Menurut Direktur Perencanaan Program Perumahan di Kedeputian Perumahan dan Pemukiman BRR NAD-NIAS, Wisnu Broto mengatakan pembebasan tanah untuk perumahan dan pemukiman di 13 kota/kabupaten mencapai 500 hektar lebih. Untuk pembangunan gedung, sarana umum, pembangunan jalan dan lain-lain di 11 kota/kabupaten tanah yang dibebaskna mencapai 580 hektar lebih.
Jadi dari segi pengadaan tanah itu tidak hanya bersifat perumahan, tapi juga disitu termasuk pendidikan, dan lain sebagainya. Dan itu semua kurang lebih seribu hectare jelasnya.
Wisnu mengatakan permasalahan tanah saat ini juga masih menghadapi berbagai masalah, diantaranya dokumen arsip pertanahan yang tersimpan dikantor BPN Banda Aceh rusak terkena tsunami dan masih dalam proses recovery.
Masalah pertanahan terutama mengenai proses sertifikasi adalah tanah bekas tsunami tidak satupun dokumen yang tertinggal, sehingga sangat sulit bagi kita untuk melakukan proses sertifikasi. Memang ada beberapa di BPN namun masih dalam proses perbaikan bekerjasama dengan pihak jepang dan lain sebagainya katanya.
Wisnu menambahkan mengenai sertifikasi, BRR telah melakukannya sejak tahun 2005-2006, mencapai 214 ribu pensil lebih dari total target 400 ribu pensil tanah. Sedangkan yang masih dalam pelaksaan pada tahun 2007 mencapai 70 ribu pensil lebih, dengan ajudikasi 2005-2006 dan dalam proses 2007 mencapai 116 ribu pensil lebih.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 08, 2007 18:15 | permalink | News Maklumat Penyerahan Senjata Api Illegal Berakhir Pada 9 Oktober Besok.
Maklumat penyerahan senjata api illegal, yang masih beredar di kalangan masyarakat NAD, akan berakhir pada 9 Oktober besok.
Menurut Wakil Gubernur NAD M.Nazar, pihak Kepolisian NAD telah siap melakukan sweeping bagi pemegang senjata api illegal.
Menurut Nazar, pemegang senjata api, harus di tindak tegas, karena hal tersebut merupakan tindakan kriminal, dan telah mengganggu perdamaian di NAD.
Sesuai dengan MoU Helsinski itu bersifat kriminal dan tentunya hal ini tidak ada kaitannya dengan politik lagi, karena bila masih ada itu sifatnya pribadi. Dan tentunya kita tidak menginginkan kriminal tetap ada di Aceh. Pihak Muspida dalam hal ini sudah bekerja dengan baik sekali kata Nazar kepada Redaksi Nikoya FM Senin (08/10).
M.Nazar menambahkan, hingga batas waktu akhir penyerahan senjata api illegal, siapun yang menyerahkan senjata api illegal ini, di jamin tidak akan dikenakan tindakan apapun. Namun bila batas waktu akhir tidak juga di serahkan, maka pemiliknya, akan di tindak sesuai undang undang yang berlaku.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 08, 2007 18:10 | permalink | News