Oktober, 2007 KAMMI Sesalkan BRR Mengurangi Dana Kegiatan Agama.
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Nanggroe Aceh Darussalam, menyesalkan BRR dalam mengurangi dana anggaran kedeputian agama, social, dan budaya. Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi mengurangi dana tersebut untuk tahun anggaran 2008 mencapai 330 miliar rupiah lebih dari jumlah yang diusul 460 miliar rupiah lebih.
Menurut Ketua Umum KAMMI NAD, Basri Effendi mengatakan kebijakan ini mengejutkan sejumlah kalangan di Nagggroe Aceh Darussalam. Pasalnya Ketua BRR NAD-NIAS, Kuntoro Mangkusubroto pernah mengkampanyekan bahwa tahun 2008 akan mengutamakan pendanaan sektor agama, social budaya, pendidikan, dan ekonomi kemasyarakatan.
“Bahwa BRR tidak berpihak terhadap perkembangan syariat islam di Aceh, dan kita mendengar bahwa ada pemotongan lagi anggaran disatker agama dan budaya. Ini nampak bahwa BRR tidak komitmen terhadap syariat islam di Aceh. Rencananya kita akan melakukan advokasi lanjutan, itu bisa berupa aksi ataupun bentuk lain. Mungkin kawan-kawan media bisa tunggu nanti aksinya”. Ungkapnya kepada Redaksi Rabu (03/09).
Sementara sebelumnya, Ketua Badan Pelaksana BRR NAD-NIAS, Kuntoro Mangkusubroto berjanji dan berulang-ulang mengkampanyekan kepada masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam bahwa masalah rumah dan infrastruktur akan tuntas pada pertengahan tahun 2007. Sedangkan pada tahun selanjutnya akan digencarkan pendanaan untuk bidang agama, social, dan kemasyaarakatan.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 03, 2007 18:05 | permalink | News KPA : Tuduhan Polisi Sangat Tidak Beralasan.
Terkait penangkapan Rusli Abdul Gani , pihak KPA NAD membenarkan yang bersangkutan adalah mantan anggota GAM. Namun sejak penandatangan MOU Helsinki, Abdul Gani tidak lagi beraktivitas seperti yang di tuduhkan polisi.
Menurut Ibrahim Samsudin KBS, Juru Bicara KPA Pusat, tuduhan polisi bahwa bersangkutan buron sejak 3 tahun lalu tidak beralasan.
Sebab diakuinya, sejak penandatanganan MOU semua tindakan yang dilakukan dalam rangka perjuangan GAM telah dianggap selesai.
Pihak Komite Peralihan Aceh (KPA), tidak menyatakan itu bukan anggota kita (GAM). Dia memang benar anggota KPA wilayah Medan, namun selepas MOU berlaku, wilayah Medan Deli telah dikembalikan ke Komando Pusat, atas perintah di Banda Aceh.
Samsudin KBS menambahkan bila saat ini polisi menangkap Abdul Gani karena kejahatannya 3 tahun yang lalu, sekalipun polisi membuktikan tuduhannya, menurut Ibrahim, kasusnya telah kadaluarsa.
“Kalau memang benar polisi telah menembak, harus ada riil dan azas-azas bukti yang jelas, karena menurut saya (Ibrahim Samsudin), ditakutkan sudah menjadi kebiasaan dari pihak polisi, bahkan ada satu dua kali selepas penembakan, bukti-bukti yang kokoh tidak cukup. Jadi pihak yang telah di tembak bukan di aniaya, bahkan jadi mangsa kekejaman. karenanya harapan kita kepada pihak polisi, jangan diputuskan dulu sebelum mereka melakukan investigasi secara riil dan betul” ungkapnya kepada redaksi Nikoya FM.
Samsudin KBS juga mengharapkan, apabila polisi tidak mendapatkan bukti kejahatan yang di tuduhkan, polisi hendaknya tidak membuat tuduhan palsu dengan rekayasa untuk menyelamatkan nama baik Kepolisian .(Windy Phagta)
posted by Nikoya 106 FM News Division Oktober 03, 2007 18:00 | permalink | NewsSeptember, 2007 Forum untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh desak pemerintah pusat Segera Pulangkan Tapol Aceh.
Forum untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh, Mendesak Pemerintah Pusat di Jakarta untuk segera memulangkan Tapol Aceh yang masih ditahan di LP Jawa dan Sumatera ke LP di Aceh. Forum ini juga meminta DPRA, Pemerintah Aceh dan pimpinan GAM harus melakukan klarifikasi terhadap nasib Tapol Aceh yang masih ditahan di beberapa penjara pulau Jawa dan Sumatera.
Forum untuk Keadilan Aceh, juga meminta pihak Kanwil Kehakiman Aceh, untuk bertanggung jawab atas pemulangan Tapol Aceh, dari pulau Jawa dan Sumatera, dan segera melakukan pertemuan dengan menteri-menteri terkait di Jakarta.
Ketua Forum untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh Tgk. Iswadi Jamil mengatakan Pemerintah Aceh, DPRA, dan pimpinan GAM harus melakukan klarifikasi untuk mencari tahu penyebab para Tapol masih ditahan mengingat kondisi keamanan beberapa rumah tahan seperti LP Cipinang sangat tidak kondusif.
“Dalam hal MoU yang pertama di Aceh, yang ditandatangani di Helsinski Finlandia yang lebih kurang telah berjalan selama dua tahun ini, bagaimana nasib saudara-saudara kita yang hingga saat ini masih mendekam dalam tembok penjara dengan segala penderitaan mereka disana”, ungkap Iswadi.
lebih lanjut Iswadi mengatakan keberadaan Tapol yang ditahan di luar Aceh, akan sangat menyulitkan pihak keluarga untuk menjenguk para Tapol tersebut.
Asnawi menjelaskan, persoalan Tapol ini juga, telah mendapat perhatian dari Pemerintah Aceh, diantaranya Gubernur Irwandi Yusuf, yang telah melakukan negosiasi kepada pemerintah pusat untuk memulangkan Tapol tersebut ke Aceh.
posted by Nikoya 106 FM News Division September 25, 2007 18:20 | permalink | News Aceh Kerjasama Listrik Dengan Malaysia.
Pemerintah Nanggroe Aceh Darusalam, menandatangani nota kerjasama proyek Pembangunan Pembangkit Tenaga Listrik Tenaga Uap, di beberapa tempat di Aceh, yang berlokasi di Aceh Besar, Gayo Lues dan Abdya.
Kerjasama ini dilakukan dengan sebuah perusahaan Malaysia, yang direncanakan, pembangkit listrik berkapasitas dua kali seratus megawatt tersebut, dapat memenuhi kebutuahan listrik untuk industri dan masyarakat, di wilayah Aceh.
Penandataganan kerjasama itu, dilakukan oleh Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar, dengan Manager Direktur System Protection Perusahaan Malaysia, Zaini Bin Abdullah, siang tadi di ruang kerja Wagub NAD.
Wagub mangatakan, hingga saat ini ada delapan belas perusahaan yang bergerak di bidang kelistrikan,
“Karena kebutuhan listrik bagi masyarakat di Aceh saat ini semakin tinggi, apalagi bila ditinjau dari strategi pertumbuhan ekonomi tentu lebih besar lagi. Kita membuat MoU dan menerima investor-investor yang serius untuk membangun pembangkit tenaga listrik di Aceh. Jadi pihak PLN sebenarnya tidak capek lagi mencari investor karena kita dapat membantunya, hanya saja pihak PLN perlu memfasilitasi”, kata Wagub kepada Redaksi Selasa (25/09).
Wagub mengatakan hingga saat ini, baru tiga perusahaan yang mengatakan keseriusannya untuk membagun proyek di Aceh. Nazar menyebutkan, Pemerintah dan masyarakat Aceh, sangat terbuka bagi calon investor asing, yang ingin menanamkan modalnya di Aceh.
posted by Nikoya 106 FM News Division September 25, 2007 18:10 | permalink | News Lawatan Gubernur NAD Ke Luar Negeri Gencar Di Bicarakan Oleh Semua Kalangan Di Aceh.
Kunjungan kerja Gubernur NAD, Irwandy Yusuf, ke Amerika, ternyata semakin sering di bicarakan oleh semua kalangan di Aceh, bahkan anggota DPR Aceh pun, melayangkan intruksi tentang penyampaian rekomendasi terhadap laporan keterangan pertanggung jawaban, dan harus ada sidang paripurna khusus, untuk mendengarkan laporan dari Gubernur, tentang hasil serangkaian lawatannya ke luar negeri.
Sementra itu Wakil Gubernur NAD Muhammad Nazar memperjelaskan, kunjungan Gubernur NAD Irwandi Yusuf keluar negeri bersama dirinya sebagai Wakil Gubernur beberapa hari yang lalu, bukan bersifat kunjungan pribadi atau organisasi.
“Itu termasuk menghambat apabila itu dipolitisir, tetapi kita sepakat bila kinerja eksekutif dipantau oleh siapa saja. Jadi dari kecil sampai keatas coba protes, jadi apa maunya yang sebenarnya kita tidak tahu. Kemudian dulu kita desak Pemerintah Aceh untuk punya esesment keluar negeri dari Investor dan segala macam, ketika dapat kita politisir, jadi ini kita tidak harapkan. Dan kunjungan Gubernur keluar negeri selama ini, bukan untuk kepentingan pribadi, keluarga dan Organisasi, tapi untuk menjalankan undang-undang Pemerintahan Aceh, dan menjalankan pembangunan”, ungkap Nazar Kepada Redaksi Ketika ditanya seputar gencarnya pertanyaan dari Anggota Dewan seputar seringnya Gubernur keluar negeri Selasa (25/09).
Lebih lanjut Nazar mengatakan, kunjugan Kepala Daerah Aceh tersebut, adalah sebagai amanah dalam menjalankan Undang-undang Pemerintahan Aceh, dalam menjalankan pembangunan Aceh yang masih sangat tertinggal di segala bidang, akibat konflik dan tsunami, yang pernah mendera Aceh beberapa tahun yang lalu. (Abu Sidiq)
posted by Nikoya 106 FM News Division September 25, 2007 18:05 | permalink | News