Juni, 2008 Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakinah Melakukan Aksi Damai Di DPR Aceh.
Puluhan mahasiswa ilmu keperawatan yayasan harapan bangsa fakinah B.Aceh kembali melakukan aksi damai di DPR Aceh menuntut komisi F untuk segera membentuk panitia khusus, untuk melakukan investigasi terhadap permasalahan yang sedang di hadapi mahasiswa ilmu keperawatan yayasan harapan bangsa mengenai izin penyelenggaraan pendidikan di kampus mereka.
Menurut Irzan koordinator aksi apabila komisi F belum juga membentuk tim pansus untuk menyelidiki status kampus mereka, maka nasib mereka akan terus terkatung-katung sebab tidak ada kejelasan status pendidikan mereka.
Irzan menambahkan mereka telah meminta pihak yayasan untuk menjelaskan status izin pendidikan yayasan harapan bangsa ke pada mahasiswa namun pihak yayasan tidak memberikan tanggapan ke pada para mahasiswa.
Mereka telah melakukan aksi beberapa kali di halaman kampus mereka namun tak ada tanggapan apapun, sehingga selama sepuluh hari sudah mereka menghentikan kegiatan pendidikan.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Juni 02, 2008 18:00 | permalink | News Mai, 2008 BLT Di Kota Banda Aceh Banyak Yang Tidak Tepat Sasaran.
Bantuan langsung tunai di kota Banda Aceh banyak yang tidak tepat sasaran, hal tesebut dinyatakan kepala desa lamglumpang B.Aceh Jaini Yunus.
Menurrut Jaini dari data yang diberikan BPS banyak para penerima BLT yang tidak pantas untuk mendapatkan bantuan blt tersebut.
Jaini menambahkan aparat desa sangat sulit untuk mengantikan nama penerima blt yang tidak pantas dengan penerima Blt yang belum terdata. Sebab jumlah warga yang belum menerima blt terlalu banyak dari jumlah penerima yang tidak pantas menerima blt, menurut Jaini hal tersebut terjadi karena kesalahan data dari BPS.
Sementara itu kepala BPS kota Banda Aceh, Marwan menyatakan data yang digunakan merupakan data tahun 2005 yang telah di update, dan untuk verifikasi pantas atau tidaknya penerima blt di serahkan kepada aparat desa.
Marwan menambahkan ketidak siapanya data di BPS, disebabkan waktu yang terlalu capat untuk memberikan data ke pusat untuk pencairan dana BLT, sebab untuk melakukan sensus atau verifikasi lapangan diperlukan waktu hingga beberapa bulan.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Mai 30, 2008 18:25 | permalink | News
Perhubungan Provinsi NAD Koordinasi Dengan Pengusaha Angkutan.
Kepala bidang perhubungan darat dinas Perhubungan Provinsi NAD, Aulia Amri nyatakan telah melakukan koordinasi dengan pengusaha angkutan dan organda dalam menentukan kenaikan tarif angkutan. Dan dari koordinasi tersebut telah disepakatinya tarif angkutan yang baru pasaca naiknya harga bbm.
Aulia menambahkan usulan tersebut akan di serah kan kepada Gubernur NAD untuk disahkan sebagai acuan Tariff angkutan di provinsi NAD.
Menurut Aulia ada beberapa perusahaan angkutan di Aceh yang tidak menaikan tarif angkutan dengan alasan keadaan perekonomian masyarakat yang rendah dan jumlah masyarakat yang menggunakan angkutan.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Mai 30, 2008 18:20 | permalink | News
Penyaluran Bantuan Langsung Tunai (BLT) Hari Pertama Di Banda Aceh Sepi.
Penyaluran bantuan langsung tunai (BLT) hari pertama di Banda Aceh sepi. Hingga Siang hari warga yang mendatangi kantor Pos Banda Aceh hanya tercatat 30an jiwa dari 846 penerima bantuan langsung tunai.
Sejumlah bangku yang disediakan pihak Kantor Pos terlihat kosong, sehingga tidak adanya antrian seperti penyaluran BLT di daerah-daerah lain di Indonesia.
Menurut kepala kantor Pos Banda Aceh Kharil Anwar sepinya pengambilan dana BLT disebabkan warga kota Banda Aceh tidak terlalu banyak yang menerima bantuan dan waktu untuk pengambilan dana BLT pun masih panjang.
Menurut Bustami salah seorang penerima dana BLT, bantuan tersebut sangan bermanfaat untuk dirinya.
Dari pantauan di lapangan penerima BLT rata-rata berumur lanjut antara 40 tahun hingga 70 tahun. Akibat sepinya pengambilan dana BLT pihak kantor pos menutup 1 loket dari 2 loket yang disiapkan.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Mai 30, 2008 18:15 | permalink | News
Pemerintahan Pusat Membangun Rel Kereta Api Di Aceh.
Menyangkut keseriusan pemerintahan pusat membangun rel kereta api di Aceh Irwandi Yusuf Gubernur NAD menyatakan akan menijau kembali lokasi-lokasi yang akan dijadikan jalur kereta api.
Irwandi menyatakan akan setuju atas pembangunan rel kereta api tersebut, namun harus adanya relokasi terhadap prase, sebab banyak rel kereta api peninggalan Belanda yang tidak sesuai lagi dengan infrastuktur pembangunan Aceh yang telah ada saat ini.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Mai 30, 2008 18:10 | permalink | News
|