September, 2007 400 Guru Provinsi NAD Akan Disertifikasi.
Sebanyak 400 lebih guru tingkat Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) akan disertifikasi, Untuk meningkatkan kualitas dan kesejahteraan guru di Aceh.
Menurut Anas M. Adam, Kepala Dinas Pendidikan NAD, pihaknya akan mensertifikasi 4000 lebih Guru pada tahun 2007.
Namun teknisnya dilaksanakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
Anas M. Adam menambahkan saat ini Aceh memiliki sekitar 60.000 guru, baik di bawah Dinas Pendidikan, maupun Departemen Agama.
Namun jumlah guru yang disertifikasi tersebut, belum mencapai 10 persen dari seluruh guru di Aceh yang membutuhkan peningkatan kualitas.
“Ini bagian daripada peningkatan kualitas dan kesejahteraan bagi orang yang memiliki kemampuan lebih atau menghargai kemampuan mereka. Ini kita lihat kalau SD banyak yang Gurunya belum 80 persen memenuhi Kriteria S1”, ungkap Anas Selasa (18/09).
Menurut Anas M. Adam, kebutuhan sertifikasi tersebut untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Aceh. Ini dikarenakan dari sekitar 24.000 Guru SD di Aceh, 50 persen di antaranya belum memenuhi kriteria berijazah Strata Satu (S1).
Para guru yang akan disertifikasi merupakan Guru Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang mengajar di sekolah swasta maupun negeri.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division September 18, 2007 18:05 | permalink | News
PEMA Unsyiah Menggalang Dana Untuk Korban Gempa Bumi Di Bengkulu.
Universitas Syiah kuala Banda Aceh, mengadakan penggalangan dana untuk para korban gempa bumi di Bengkulu dan Sumatra Barat.
Menurut Afif Herman, Presiden PEMA Universitas Syiah Kuala, penggalangan dana dilakukan dengan mengumpulkan sumbangan dari masyarakat Aceh melalui aksi turun kejalan-jalan di antaranya di Simpang Lima, Simpang Surabaya, dan di seputaran Simpang Jambotape kota B.aceh.
Afif menambahkan, aksi tersebut dilakukan sebagai rasa Solidaritas Masyarakat Aceh terhadap korban bencana di Bengkulu dan Sumatra Barat.
“Kita akan utus beberapa orang ke Bengkulu langsung, sehingga nantinya disana mereka bisa menjadi relawan sementara sambil mengecek langsung keadaan disana, sehingga memudahkan dalam penyaluran dana, sehingga bantuan yang kita salurkan pun tepat sasaran. Insya Allah minggu depan kita sudah merencakan untuk kesana, kebetulan juga kemarin PEMA Unysiah menerima bantuan dari Mesjid Darul Fallah, dan ada juga bantuan dari beberapa orang Dosen, yang menyalurkan bantuan melalui PEMA Unsyiah. Kalau diperhitungkan dananya ada sekitar delapan juta dari PEMA Unsyiah yang akan kita salurkan ke Bengkulu”, kata Affif saat ditanyai oleh Redaksi Nikoya FM Selasa (18/09).
Menurut Afif, saat ini PEMA Universitas Syiah Kuala, telah mengumpulkan dana senilai 8 juta rupiah, dan dana tersebut akan di bawa langsung oleh Perwakilan PEMA Unsyiah ke Bengkulu dan Sumatera Barat, untuk di serahkan kepada pihak yang di percaya untuk membagikan dana bantuan dari masyarakat Aceh tersebut.
posted by Nikoya 106 FM News Division September 18, 2007 18:00 | permalink | News
Harga Daging Kebutuhan Meugang Masih Normal.
Harga daging untuk kebutuhan meugang dan ramadhan masih dalam keadaan normal, hal tersebut di dapatkan dari hasil informasi di Daerah-daerah yang ada di Pemerintahan NAD.
Menurut Kepala Dinas Peternakan M.Nasir Pihaknya telah mempersiapkan tim di Daerah-daerah untuk memantau pasar daging, dan juga kesehatan hewan untuk kebutuhan meugang, karena kesehatan hewan ternak untuk kebutuhan meugang maupun ramadhan sangat penting, dimana saat ini ada penyakit-penyakit tertentu pada hewan ternak.
“Kita memang sudah meminta ketersediaan stok makanan, disetiap Kabupaten Kota. yang pertama yang sangat kita minta itu adalah kesehatan ternak, jadi itu sejak tanggal 8 Agustus sudah kita minta. Kemudian tinggal kita informasikan kembali dengan berkoordinasi dengan telfon agar mereka betul-betul melakukan hal ini”, jelas Nasir Senin (10/09).
Sementara stok hewan ternak untuk sapi dan kerbau ada 15 ribu ekor, kambing 6500 ekor, dan unggas 450 ribu ekor.(Windy Fagtah).
posted by Nikoya 106 FM News Division September 10, 2007 18:15 | permalink | News
Pemerintah Aceh Sampai Waspada Akan Kenaikan Dan Kurangnya Stok Makanan Di Pasaran.
Pemerintah Aceh sampai saat ini masih memantau dan mewaspadai kenaikan dan kurangnya stok makanan di pasaran.
Menurut Wakil Gubernur NAD, Muhammad Nazar, harga barang kebutuhan pokok menjelang Ramadhan di pasaran masih relaiif normal, dan dalam rangka memantau dan mengendalikan harga di pasaran Pemerintah Aceh khususnya melalui Dinas Perdangangan telah melakukan koordinasi dan telah melakukan operasi pasar.
“Disamping itu nantinya kita juga akan menggelar pasar-pasar murah, dibeberapa titik, yang berbasis pasar tradisional yang diharapkan masyarakat miskin dapat menjangkau pasar murah ini dan membantu untuk mengendalikan harga. Ini seperti biasa akan kita buat di Kota Banda Aceh, Pidie Jaya, Bireun, Aceh Tamiang dan juga di Kabupaten Aceh Barat, yang dalam hal ini tidak hanya melibatkan Dinas Perdagangan, tapi juga Dinas terkait lainnya”, kata Wagub Senin (10/09).
Wagub mengakui bila ada kenaikan barang tertentu di Aceh menurutnya hal itu terjadi akibat adanya keterlambatan angkutan yang mengangkut barang kebutuhan dari Medan menuju Aceh.
Nazar menambahkan pihaknya juga akan menggelar pasar-pasar murah untuk menekan harga pasar dan memenuhi kebutuhan masyarakat.
“Dan sesuai dengan hasil peninjauan langsung ke pasar-pasar, gudang penyaluran barang kebutuhan pokok, dan sesuai dengan rapat koordinasi beberapa hari yang lalu di Kantor Gubernur, maupun di Bulog Provinsi NAD dan Instansi terkait lainnya, bahwa stok kebutuhan barang pokok untuk menyambut Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri hingga Idul Adha, Alahamdulillah cukup tersedia dan kita harapkan ini akan berjalan dengan baik”, ungkapnya.
Dalam mengelar pasar murah--pemerintahan Aceh juga melibatkan Dinas-dinas terkait. Nazar juga menambahkan hasil dari tinjauan ke Gudang penyaluran kebutuhan pokok dan sesuai rapat koordinasi bahwa stok barang untuk kebutuhan bulan suci ramadhan dan hari Raya Idul Fitri mencukupi.(Windy Fagtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division September 10, 2007 18:10 | permalink | News
Kakou Pidie Masuk Pasar Amerika.
Ketua Asosiasi pedagang kakao atau coklat di Kabupaten Pidie, Hamzah mengatakan, dari 4.500 ton kakao di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, setiap tahunnya memproduksi sebanyak 2000 ton lebih, yang mampu menembus pasar Amerika.
Menurut Hamzah, harga kakao di pasar dunia sekarang ini, hampir mencapai delapan belas ribu rupiah atau sekitar 2 Dolar Amerika Serikat perkilogram.
Hamzah mengaku, dari empat ribu lima ratus ton kakao yang di hasilkan oleh petani, kakao di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, setiap tahunnya ada sekitar dua ribu ton lebih, terserap kepasar Amerika Serikat dengan nilai ekspor sekitar 2,2 juta Dolar setiap tahunnya.
“Kalau kakao saya itu sudah masuk ke Pasar Internasional melalui Amajaro yang merupakan perkumpulan pedagang kakao yang perkumpulannya di Malaysia. Kita sudah bekerjasama selama satu tahun. Disamping itu yang menjadi motivasi petani saat ini di Kabupaten Pidie dan Pidie Jaya, mereka telah menyiapkan lahan seluas 5000 hektare yang potensial untuk ditanami kakao”, kata Hamzah.
Terkait dengan meningkatnya mutu produksi kakao di Pidie, pihak Asosiasi Pedagang Kakao Pidie, akan mengundang Amajaro, yaitu kumpulan pengusaha Malaysia yang berpusat di Inggris.(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division September 10, 2007 18:05 | permalink | News
|