September, 2007 Perampokan Bersenjata Api kembali Terjadi Di Nagggroe Aceh Darussalam.
Perampokan Bersenjata Api kembali terjadi di Nanggroe Aceh Darusslam, yang menewaskan Jasmani Jamil, Kepala Tata Usaha SMA 1 Kota Bakti, Kabupaten Pidie. Pelaku berhasil melarikan uang dari korban senilai 80 juta rupiah lebih, yang merupakan gaji Guru, yang baru saja diambil korban, dari Bank BPD cabang Sigli.
Dengan kejadian ini, Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf, meminta kepada kepolisian, untuk menindak tegas pelaku perampokan bersenjata api ini.
“Saya minta Polisi untuk menangani hal ini, dan juga saya minta kepada masyarakat untuk segera melaporkan kepada pihak kepolisian untuk melaporkan bila mana ada orang yang dicurigai membawa senjata”, kata irwandi Rabu (05/09).
Hingga saat ini, masih banyak senjata api ditangan orang-orang yang tidak berhak, sehingga Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf menghimbau masyarakat, untuk melaporkan kepada Polisi, bila ada orang yang mencurigakan.
Irwandi mengharapkan kepada semua elemen masyarakat, yang membawa uang dalam jumlah besar seperti uang gaji, agar meminta pengamanan dari Kepolisian, sehingga keamanan dapat terjaga.(Deny Zulfikar).
posted by Nikoya 106 FM News Division September 05, 2007 18:15 | permalink | News Muspida NAD Mengeluarkan Maklumat Tentang Penarikan Senjata Ilegal.
Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, mengeluarkan maklumat tentang penarikan senjata-senjata api illegal, yang masih beredar di tangan masyarakat pasca konflik di Aceh.
Gubernur NAD, Irwandi Yusuf menegaskan, maklumat bersama Pemerintah Aceh dan Muspida, terkait dengan himbauan penyerahan senjata ilegal ini, akan segera dikeluarkan.
Irwandi menambahkan, jika dalam waktu satu bulan, sejak maklumat bersama pemerintah Aceh dikeluarkan, senjata ilegal yang beredar di Aceh, dari tangan sipil tersebut tidak diserahkan, maka Polri akan merazia secara ketat. Pemerintah juga akan menindak lanjuti pemegang senjata ilegal secara hukum yang berlaku.
“Kita akan segera membuat maklumat disetiap halaman Koran, satu halama penuh, menyerukan kepada siapa saja yang memiliki senjata api illegal atau bahan peledak lainnya, segera menyerahkannya kepada Pihak kepolisian dalam masa waktu sebulan, dan tidak akan dikenakan sanksi, tapi bila sudah melewati masa waktu akan dirazia dan jika ditemukan masih beredar akan dikenakan sanksi hukum”, jelas Irwandi Kepada Sejumlah Wartawan Rabu (05/09).
Menurut Irwandi Yusuf, maklumat bersama ini dikeluarkan karena banyaknya senjata ilegal berada di tangan sipil, dan telah disalah gunakan. Hal ini menyebabkan terjadinya tindak kejahatan, sehingga membuat masyarakat merasa takut, dan juga dapat menganggu perdamaian.
Dalam maklumat tersebut, diberikan waktu paling lambat satu bulan untuk diserahkan kepada aparat keamanan, terutama Polri sebagai Institusi Penegak Hukum.(Windy Phagta).
posted by Nikoya 106 FM News Division September 05, 2007 18:10 | permalink | News Dinas Perindustrian dan Perdagangan Menggelar Pasar Murah.
Dalam menyambut bulan suci Ramadhan, Pemerintahan NAD melalui Dinas Perindustrian dan Perdangangan Provinsi NAD, menggelar pasar murah, yang di pusatkan di depan halaman Mesjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh.
Menurut Zainal Abidin Usman, Kasubdin dan penyaluran barang Dinas Perindag Provinsi NAD, selain di Kota Banda Aceh, pasar murah rakyat ini juga di gelar di Pidie, Aceh Jaya, Bireun, Tamiang, Aceh Tenggara, dan di Aceh Barat
“Yang pertama adalah gula, yang kedua minyak goreng, yang ketiga telor dan yang keempat terigu. Jadi untuk gula kepada masyarakat kita beri harga sekitar 1000 rupiah perkilogram, juga minyak goreng, telor ayam sekitar 75 rupiah, sedangkan tepung terigu 750 rupiah perkilogram. Jadi Pasa Murah ini kita adakan dalam rangka menyambut bulan Ramadhan”, ungkap Zainal kepada Redaksi Nikoya FM Rabu (05/09).
Zainal Abidin menambahkan, di setiap Kabupaten tersedia 12 ton gula, 10 ton minyak goreng, 40 ribu butir telor, dan 5 ton tepung terigu, yang telah disubsidi Pemerintah.
Namun, karena banyaknya permintaan dan antusias masyarakat yang belanja di pasar murah tersebut, sehingga stok barang untuk gula dan minyak goreng yang sudah ada, tidak mencukupi.
Menurut Zainal Abidin, Dinas Perindag awalnya mengusulkan minimal 20 ton untuk gula, dan minyak goreng, namun tidak adanya ketersedian barang.(Windy Phagta).
posted by Nikoya 106 FM News Division September 05, 2007 18:00 | permalink | News Mahasiswa Fakultas Teknik Unsyiah Mengadakan Penanaman Pohon.
Untuk mendukung Moratorium Loging di Aceh, Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Universitas Syiah Kuala Banda Aceh menanam 1000 bibit pohon untuk menghijaukan kembali Tanaman Hutan Rakyat Seulawah yang berada di Kabupaten Aceh Besar.
Raflian Nur, Ketua Panitia Pelaksana menyatakan, program tersebut selain mendukung Moratorium Loging yang dicanangkan Pemerintah Aceh juga sebagai ajang kegiatan bakti social Mahasiswa Teknik Unsyiah untuk menyadarkan masyarakat sekitar akan pentingnya menjaga kelestarian hutan dengan mengusung Tema “Hijaukan Seulawah Demi Anak Cucu”.
“Ini semua untuk melindungi DAS Aceh, dan menjaga kelestarian hutan Aceh. Karena sekarang ada data bahwa hutan di Aceh 50 persennya gundul, dan menyebabkan terjadinya banjir, karena berpengaruh kepada irigasi. Disamping itu untuk menumbuhkan sikap kritis Mahasiswa terhadap lingkungan, meningkatkan wawasan Mahasiswa dibidang lingkungan hidup, dan pelibatan langsung Mahasiswa dalam Moratorium Loging di Aceh dan menumbuhkan kesadaran masyarakat akan pentingnya kelesatarian hutan”, jelas Ralfianur Kepada Redaksi Nikoya Selasa (04/08).
Kegiatan penanaman pohon itu melibatkan sekitar 100 Mahasiwa dari Fakultas teknik dan juga bekerjasama dengan Unit Kegiatan Mahasiswa Pecinta Alam Leuser.
Raflianur menambahkan, lokasi penanaman direncanakan sekitar 4 kilometer dari pemukiman penduduk. Sedangkan lokasi penanaman pohon telah dipersiapkan oleh Dinas Kehutanan Provinsi NAD sesuai prosedur yang berlaku.
Para Mahasiswa Teknik Unysiah juga berencana akan melakukan penghijauan setiap tahun untuk menjaga kelestarian hutan Aceh dan penghijauan kembali pesisir pantai Aceh yang rusak akibat tsunami.(Windy Fhagta)
posted by Nikoya 106 FM News Division September 04, 2007 18:15 | permalink | News Rektor IAIN Arraniry Akan Mengundurkan Diri Bila Tidak Memenuhi Tuntutan Mahasiswa.
Gubernur Fakultas Adab IAIN Arraniry Banda Aceh, Dedi Syahputra menyatakan setelah diadakannya rapat senat yang menghasilkan bahwa Yusni Sabi sebagai Rektor IAIN akan mengundurkan diri jika sampai Desember ini tidak mampu menjalankan tuntutan Mahasiswa.
Rapat senat itu digelar setelah adanya aksi unjuk rasa Mahasiswa mengenai tuntutan Mahasiswa IAIN Arraniry Banda Aceh yang mendesak Yusni Sabi untuk mundur, karena tidak melaksanakan tugasnya sebagai Rektor dengan benar, dan juga tidak memenuhi tuntutan Mahasiswa yang melakukan aksi Demo pada tanggal 25 Agustus lalu, mengenai transparansi dana bantuan.
“Tentang pernyataan Mahasiswa itu tentang kesalahan IAIN dengan 8 tuntutan Mahasiswa yang tidak direalisasikan oleh Rektor, dan itu sudah berjalan selama lebih dari satu minggu”, kata Dedy Selasa (04/08).
Dedi Syahputra menambahkan, selasa 4 September direncanakan Mahasiswa akan mengajukan tuntutannya kepada Rektorat IAIN Arraniry.(Windy Fhagta)
posted by Nikoya 106 FM News Division September 04, 2007 18:10 | permalink | News