September, 2007 Permintaan Terhadap Gula Dan Sirup Di Banda Aceh Mengalami Peningkatan.
Dalam beberapa hari terakhir ini, permintaan terhadap gula dan sirup di Banda Aceh, mengalami peningkatan. meski harga jual masih tetap stabil, namun harga gula sedikit berfariasi, antara 7000 dan 7500 rupiah perkilogram.
Menurut penuturan salah seoarang pedagang Grosir, Hamdan, saat di temui di pasar Peunayong Banda Aceh, mengaku, harga gula saat ini sedikit agak turun dari harga sebelumnya, yaitu 8000 rupiah menjadi 7500 rupiah.
Hamdan menambahkan tingginya permintaan sirup dan gula saat ini, terkait dengan semakin dekatnya bulan suci Ramadhan yang juga bertepatan dengan awal bulan. Diungkapkan sejak bulan ini permintaan tinggi adalah terhadap produk sirup dan gula.
Lebih lanjut Rahman mengaku, dirinya tidak bisa memperkirakan secara pasti, sejauh mana peningkatan harga terjadi, namun dia menyebutkan tingginya permintaan hampir dua kali lipat di bandingkan hari-hari sebelumnya, Meskipun permintaan meningkat, namun tidak berpengaruh terhadap pergerakan harga barang di Banda Aceh.(Abu Sidik).
posted by Nikoya 106 FM News Division September 03, 2007 18:05 | permalink | News
Wisuda Mahasiswa IAIN Ar- Raniry Diwarnai Unjuk Rasa.
Pelaksanaan Wisuda bagi 700 lebih Mahasiswa Institute Agama Islam Negeri (IAIN) Ar- Raniry Banda Aceh, diwarnai unjuk rasa oleh ratusan Mahasiswa yang tergabung dalam Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas, atau FORBEMAF. Mahasiswa meminta Rektor IAIN Ar-Raniry untuk mengundurkan diri dari jabatan karena belum mampu membawa kampus tersebut kearah lebih baik.
Menurut Juru Bicara FORBEMAF, Khairul Halim mengatakan, aksi ini yang kesekian kalinya, namun tuntutan FORBEMAF tidak ditanggapi serius oleh Rektor dan terkesan hendak meredam perjuangan Mahasiswa yang menuntut agar rektor bijaksana dan menjalankan keputusan dengan penuh transparansi demi kemajuan IAIN Ar-Raniry.
“Tuntutan Konkritnya kami minta kepada Pihak Rektorat untuk mundur, karena tuntutan kami yang sebelumnya pihak Rektorat mengabaikannya. Alasan kami sudah jelas dan sudah tertera dalam pernyataan kami sebelumnya pada tanggal 25 Agustus yang lalu”, ungkap Khairul kepada Redaksi Nikoya Senin (03/09).
Ketua Komisi C Senat IAIN Ar- Raniry, Abdurrahman Kaoy saat menjumpai para pengunjuk rasa mengatakan Mahasiswa tidak pernah menyampaikan semua keluhan kepadanya.
“Tidak mungkin apa yang disampaikan kepada pihak Rektorat diabaikan, dan belum pernah kalian sampaikan aspirasi kalian ini kepada kami”, tegas Abdurahman dihadapan sejumlah mahasiswa.
Sementara itu, Rektor IAIN Ar-Raniry Banda Aceh, Yusni Saby mengatakan, tidak semudah itu untuk melakukan pergantian Rektor karena harus melalui prosedur yang telah ditentukan. Yusni Saby juga menyesalkan sikap Mahasiswa melakukan unjuk rasa karena bertepatan dengan jadwal wisuda karena dapat menggangu pelaksanaan wisuda itu.
“Masalah mundur itu kan ada prosedurnya, nah ini yang akan kita bicarakan di rapat senat, karena itu bukanya permintaan, tapi dugaan-dugaan. Karena itu nantinya akan kita kaji kembali, karena kita tidak boleh hanya mendengar sepihak”, kata Yusni kepada redaksi.
Namun demikian, dengan unjuk rasa oleh Forum Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas tersebut, pelaksaan wisuda tetap berlangsung dengan lancar walaupun sempat terhenti sejenak.
Dalam wisuda itu, tampak orang tua dari seluruh pelosok daerah diseluruh Nanggroe Aceh Darussalam turut hadir menyaksikan secara langsung pelaksanaan wisuda dengan senang gembira karena anak mereka telah menyelesaikan studi di IAIN Ar- Raniry Banda Aceh.(Deni Zulfikar).
posted by Nikoya 106 FM News Division September 03, 2007 18:00 | permalink | News Agustus, 2007 Guru Bantu Ikatan Dinas Belum Menerima Gaji.
Hingga saat ini sebagian Guru Bantu Ikatan Dinas Aceh Malaysia yang ditugaskan di 21 Kabupaten atau Kota diseluruh Nanggroe Aceh Darussalam belum menerima gaji selama 8 bulan. Padahal, beberapa waktu lalu, Dinas Pendidikan Aceh berjanji menuntaskan penyaluran gaji kepada 105 Guru bantu tersebut akhir bulan ini.
Menurut Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Nanggroe Aceh Darussalam, Sayuti Aulia mengatakan Dinas Pendidikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam harus segera melunasi gaji Guru bantu tersebut. Sayuti menilai Guru bantu ikatan Dinas Aceh – Malaysia itu sudah menjalani tugasnya dengan optimal.
“Menyangkut dengan gaji Guru Honor, seharusnya Dinas tingkat Provinsi sudah membayarnya. Karena berdasarkan laporan, mereka itu sudah lama sekali tidak dibayar, tapi waktu ditanyakan kepada Dinas Provinsi mereka di arahkan ke Dinas Kota, tapi Dinas Kota mengarahkan ke Dinas Provinsi. Seharusnya mereka harus bilang siapa yang semestinya membayar. Dan harus ada semacam kontrak kerja, jadi kejelasannya ada. Apakah mereka dibayar setiap bulan atau bagaimana”, ungkap Sayuti kepada Redaksi Nikoya FM Jumat (31/08).
Sayuti menambahkan Guru Bantu itu tidak menyampaikan keluhan selama ini kepada Koalisi Barisan Guru Bersatu, sehingga terjadi kesimpang siuran terhadap permasalahan Guru Bantu Ikatan Dinas itu.
“Dalam hal ini Kobar GB melihat, menurut para Guru Honor mereka telah bekerja secara maksimal, cuma masalahnya guru-guru itu tidak pernah mengadu sebelumnya, jadi kita tidak pernah tahu esksistensi mereka. Jadi ketika mereka datang mengadu kepada kami, kami rasa kenapa tidak melakukan sesuatu untuk mereka. Sementara disatu sisi kami tidak tahu sebelumnya ada masalah ini, karena mereka baru saja melaporkan hal ini. Karenanya kami ingin mengetahui lebih banyak dari Dinas Pendidikan, seperti apa masalah yang sebenarnya”, jelas Sayuthi.
Ketua Koalisi Barisan Guru Bersatu (Kobar GB) Nanggroe Aceh Darussalam, Sayuti Aulia menyatakan pihak Dinas Pendidikan harus memberika kejelasan terhadap tugas Guru Bantu kedepan, bila setelah masa tugas mereka berakhir. Bahkan Sayuti mengharapkan Dinas Pendidikan Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam dapat mengangkat guru Bantu ikatan dinas Aceh Malaysia menjadi Pegawai Negeri Sipil.
Sehingga ilmu yang telah didapat dari negeri Jiran Malaysia terus bermanfaaat bagi peningkatan mutu pendidikan di Nanggroe Aceh Darussalam. Karena Pemerintah telah mengeluarkan dana cukup besar untuk membiayai Guru bantu dalam menimba ilmu diluar Negeri.(Deny Z.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 31, 2007 18:25 | permalink | News
Kasus Flu Burung Di Aceh Harus Ada Peningkatan Kesadaran Masyarakat.
Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Muhammad Nazar menilai, kasus flu Burung di Aceh harus adanya peningkatan kesadaran masyarakat untuk mengenal fenomena penyakit tersebut. Sehingga masyarakat Aceh dapat menangani permasalah penyakit flu burung.
Walaupun masyarakat tidak mengenal secara keseluruhan dampak dari penyakit flu burung itu, paling tidak masyarakat bisa mengatasi secara dini gejala flu burung. Muhammad Nazar menambahkan masyarakat nantinya dapat melaporkan kepada pihak terkait apa bila menemukan gejala virus ini.
“Harus ada peningkatan dari masyarakat untuk mengenal dan mengetahui fenomena penyakit ini, sehingga mereka dapat menanganinya walaupun mungkin masyarakat tidak memiliki alat tekhnologi. Akan tetapi paling tidak dengan masyarakat mengetahui dan mencegahnya secara dini, ini akan teratasi, termasuk dengan cara melaporkan hal ini kepada pihak terkait, disamping harus memotong mata rantai dari flu burung ini”, ungkap Wagub.
Wakil Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam Muhammad Nazar mengatakan untuk mengatasi virus itu, salah satunya adalah memotong mata rantai kemungkinan flu burung. Muhammad Nazar mengharapkan kepada masyarakat untuk menjaga kebersihan tempat tertentu yang sarat dengan virus mematikan itu.(Abu S.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 31, 2007 18:20 | permalink | News
Media Masa Harus Lebih Aktif Dalam Memberitakan Kasus Penyerobatan Tanah PT. Bumi Flora.
Dalam menyelesaikan kasus penyerobotan tanah milik warga oleh PT. Bumi Flora, Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh, meminta media masa lebih aktif dalam memberitakan kasus penyerobatan oleh PT. Bumi Flora maupun kasus penyerobotan tanah milik warga lainya.
Menurut Afridal Darmi, Direktur Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh, dalam menyelesaikan kasus Bumi Flora, perlu adanya komitmen antara Lembaga Bantuan Hukum dan Media Masa agar masyarakat luas dapat mengetahui proses penyelesaian kasus tersebut, dengan informasi dari media massa.
“Kita menginginkan hubungan yang jauh lebih baik antara media dengan para LSM yang sedang memperjuangkan kasus hak tanah rakyat. Kita menginginkan komitment yang terikat antara kedua pihak untuk terus melanjutkan kerjasama ini”, kata Afridal kepada Redaksi Nikoya FM Jumat (31/08).
Menurut Mustiqal Syahputra, Divisi Ekonomi Kebudayaan Lembaga Bantuan Hukum Banda Aceh, saat ini di NAD ada 38 kasus penyerobotan tanah milik warga masih dalam proses penyelesaian.
“Ini ada sekitar 38 kasus yang masuk di tahun 2006-2007 yang sampai saat ini masih di telusuri oleh LBH”, jelas Mustiqal.
Mustiqal Syahputra juga menambahkan Pemerintah harus aktif dalam memantau proses penyelesaian kasus penyerobotan tanah milik warga oleh beberapa perusahaan yang beroperasi di NAD.
Sementara itu menurut Anggota DPRD NAD dalam waktu dekat ini akan turun kelapangan untuk meninjau kasus penyerobotan tanah milik warga oleh PT Bumi Flora.(Windy F.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 31, 2007 18:15 | permalink | News
|