Agustus, 2007 Pengangguran Di Nanggroe Aceh Darussalam Mengalami Peningkatan.
Tingkat pengangguran di Nanggroe Aceh Darussalam pasca bencana mengalami peningkatan, dari 205.000 orang lebih menjadi 335.000 orang lebih. Hal ini disebabkan karena kurangnya kesempatan lapangan kerja bagi putra-putri maupun masyarakat di Nanggroe Aceh Darussalam.
Menurut Kepala Tenaga Kerja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam, Syamsuddin mengatakan, pihaknya terus meningkatkan kualitas tenaga kerja dan kewirausahaan serta menciptakan pasar kerja yang lebih luwes, dalam upaya Pemerintah untuk menanggulangi pengangguran di Aceh.
“Kalau tingkat pengangguran itu sesuai dengan data kita ada 300 ribu lebih, jadi jika dibandingkan dengan sebelum tsunami ada sekitar 200-an. Jadi ini bila dijelaskan lagi ini ada pengangguran sekitar 300-an lebih, ini merupakan angka yang tidak stabil, karena bisa saja mereka sudah ada yang memiliki pekerjaan, namun pengangguran itu terjadi sejak musibah tsunami dan pasca konflik”, ungkap Syamsuddin.
Kepala Tenaga Kerja Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam Syamsuddin mengatakan banyak kesempatan kerja selama rehab dan rekon di Aceh diantaranya disektor konstruksi, air, listrik, sector pertanian, sector jasa kemasyarakatan dan lain-lain namun terkendala dengan kurangnya Sumber Daya Manusia di Aceh.(Deny Z.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 30, 2007 18:15 | permalink | News
KontraS Aceh Meminta Permasalah Di Agara Segera Di Hentikan.
Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS) Aceh menilai situasi memanas di Aceh Tenggara (Agara) dalam tiga hari berturut-turut, berpotensi mengganggu perdamaian Aceh secara umum, karenanya harus segera diakhiri. Sebab kekerasan terbukti hanya memiskinkan rakyat dan membodohkan generasi Bangsa. Kini saatnya hidup bersatu dalam kesejukan berbeda dalam kedamaian.
Menurut Koordinator KontraS Aceh Asiah Uzia menyarankan kepada Pemerintah untuk segera melakukan komunikasi secara intens dengan tokoh-tokoh kunci di Aceh Tenggara dan membangun kerjasama dengan aparat penegak hukum untuk menyelesaikan kasus kekerasan yang terjadi.
“Kami tidak hanya melihat adanya aksi baru-baru ini yaitu pemboman rumah Pejabat Bupati Aceh Tenggara Martin Desky di Sumatera Utara, tetapi kita juga melihat bahwa pasca Pilkada ada rentetan kekerasan yang terjadi yang tidak mendapat penanganan yang baik dari Pemerintah Aceh. Misalnya pada awalnya ini dipicu oleh aksi massa yang kemudian itu ditembaki oleh Polisi, dan kemudian ada sikap yang keras dari Pemerintah Aceh supaya hal ini ditindak lanjuti. Nah hasil dari ini kita tidak pernah tahu”, ungkap Asiah Kepada Redaksi Kamis (30/08).
Meskipun demikian, upaya cepat dari Kepolisian tentu sangat dibutuhkan untuk mencegah meluasnya kekerasan dan menegakkan hukum bagi pelaku yang terbukti memiliki hubungan dengan aksi kekerasan di Aceh Tenggara. Pihak Kepolisian juga dapat meningkatkan pengamatan terhadap sumber dan aktor pemicu konflik kekerasan di Aceh Tenggara.
“Saya rasa tidak hanya cukup dengan ditangani oleh Pihak Kepolisian, bahwa ada masyarakat yang menolak hasil Pilkada. Nah ini sangat Politis, karenanya Pemerintah Aceh harus segera mengambil langkah konkrit diantaranya mengajak Tokoh-tokoh masyarakat di Aceh Tenggara itu untuk duduk, kemudian membicarakan situasi rawan yang terjadi beberapa bulan terakhir dan bagaimana menyelesaikan itu”, tegas Asiah.
KontraS Aceh juga meminta kepada Aparat Pemerintah untuk menghindari pernyataan-pernyataan yang dapat memicu konflik dalam merespon keadaan di Aceh Tenggara, karena pernyataan yang dikeluarkan terbukti semakin memicu kelompok konflik di Aceh Tenggara.(Deny Z.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 30, 2007 18:10 | permalink | News
Menjelang Ramadhan Daging Di Aceh Mahal.
Kepala Dinas Perternakan Provinsi NAD, M.Nasir Mahmud mengatakan, harga daging di Aceh saat ini masih sangat tinggi.
Dari hasil laporan di semua Kabupaten Kota di Aceh, harga daging untuk saat ini berkisar enam puluh ribu rupiah, hingga sembilan puluh lima ribu rupiah perkilogram.
Nasir mengatakan, tahun lalu harga daging yang paling tinggi harganya adalah di Aceh Barat Daya, akan tetapi ironisnya masyarakat tetap menkonsumsi daging, meskipun dengan harga tinggi.
“Jadi kita ingin menstabilkan harga daging, bukan menekan sampai habis. Karenanya semua ini harus bisa terjangkau dalam menkonsumsi daging. Dari hasil laporan dari Kabupaten/Kota, itu bisa mencapai 60 sampai 95 ribu rupiah perkilogram harga daging untuk saat ini. Kita sudah melakukan persiapan, karenanya kita sudah menyampaikan ke Kabupaten/Kota, agar melakukan pengawasan pemotongan terhadap kesehatan ternaknya. Jadi nantinya ada daging ternak yang diimpor dari luar dan Ilegal itu tidak boleh dikonsumsi oleh masyarakat”, kata Nasir kepada Redaksi Nikoya Kamis (30/08).
Nasir memprediksikan, tahun ini harga daging di Aceh berkisar antara enam puluh ribu rupiah untuk tingkatan harga paling rendah, dan sembilan puluh ribu rupiah untuk tingkatan harga paling tinggi.
Dalam menghadapi hari punggahan puasa tahun ini, Dinas Perternakan sudah melakukan persiapan, dimana akan melakukan pengawasan terhadap kesehatan ternak di semua Kabupaten Kota di Aceh.
Hal itu untuk mencegah masuknya daging impor illegal ke Aceh, yang tidak boleh dikomsumsi masyarakat.
Lebih lanjut Untuk kedepan, Dinas Perternakan NAD akan membangun perternakan tingkat Provinsi, demi terwujudnya swasembada ditahun 2010 mendatang. hal ini tidak lain adalah untuk menekan harga daging ternak yang masih tinggi di Aceh(Abu Sidik)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 30, 2007 18:05 | permalink | News
Kelembagaan Yang Kuat Meningkatkan Produktivitas Peternakan.
Untuk meningkatkan pertumbuhan peternakan di Aceh, Intansi-intansi peternakan harus memperkuat kelembagaannya yang berpengaruh pada produktivitas peternakan.
Hal tersebut dinyatakan oleh Kepala Dinas Peternakan NAD, M.Nasir Mahmud. Menurutnya, untuk meningkatkan ternak di Aceh bila dilihat dari banyaknya hewan ternak yang hilang akibat musibah tsunami, pihak peternakan harus melakukan penambahan populasi ternak, seperti yang di intruksikan oleh Wakil Gubernur NAD, Muhammad Nazar
“Apa yang diharapkan oleh Wagub, inilah yang kami perlu pikirkan kedepan. Yang pertama itu bagaimana caranya harus ada instruksi dalam penambahan populasi ternak, kita tahu bahwa permintaan meningkat, sementara ternaknya kurang. Jadi kalau tidak dibarengi, apakah penambahan bibit ternak di Aceh ataukah mendatangkan ternak dari luar. Kita juga mengharapkan kedepan itu diciptakan kawasan-kawasan ternak di seluruh Kabupaten Kota”, ungkapnya kepada Redaksi Nikoya FM Kamis (30/08).
Kadis Peternakan NAD menambahkan, untuk mengimbagi permintaan yang tinggi, maka pihak nya akan menambahkan populasi ternak di Aceh. Dinas Peternakan juga mengharapkan kedepannya, agar di Kabupaten Kota di buka kawasan-kawasan ternak, dan juga dapat di kembangkan di Kabupaten-kabupaten mengingat Aceh strategis sebagai kawasan peternakan.
Namun Nasir menyatakan, walau populasi ternak meningkat di Aceh, akan tetapi tidak menjamin turunnya harga daging hewan ternak saat menyambut hari punggahan maupun untuk kebutuhan bulan ramadhan.(Windy F.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 30, 2007 18:00 | permalink | News
Lembaga Perbankan Mampu Menangkal Inflasi.
Ahli Ekonomi dari Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh, Ali Amin mengatakan Lembaga Perbankan dapat memainkan peran dalam menangkal inflasi, dengan cara menaikkan suku bunga. Hal ini menanggapi harapan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono, beberapa waktu lalu, untuk menjaga tingkat inflasi yang sangat penting, demi menjangkau daya beli rakyat.
Hal ini dikarenakan, Banda Aceh, merupakan salah satu daerah yang mencatat inflasi diatas 10 persen, jauh diatas tingkat inflasi nasional. Ali Amin menambahkan saat ini suku bunga sangat relatif rendah, tabungan dan giro berkisar antara enam sampai tujuh persen pertahun.
“Karena itu makanya kita bila ingin menyelamatkan ini dari krisis, salah satu acara adalah menyelamatkan Ekonomi Mikro, di Amerika itu 80 persen Ekonomi Mikro ditanggulangi oleh Perekonomian Negara, di Jepang itu 70 persen, di Australia itu 85 persen. Itu Ekonomi Mikro, nah karena itu seberapa banyak kepedulian kita terhadap hal ini“, katanya Kepada Redaksi Nikoya FM Rabu (29/08).
Ahli Ekonomi dari Unsyiah Banda Aceh, Ali Amin mengatakan, kalau Perbankan menaikkan suku bunga , peredaran uang akan turun, terkait berlomba-lomba orang untuk menabung. Dengan demikian, peredaran uang dimasyarakat akan berkurang dan Lembaga Keuangan dengan mudah mengontrol peredaran uang.
Oleh karena itu, Ali Amin menilai dengan suku bunga rendah saat ini, tdak ada alasan bagi perbankan untuk menunda memberikan fasilitas Kredit Usaha Mikro dengan bunga rendah kepada masyarakat.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 29, 2007 18:20 | permalink | News
|