Agustus, 2007
Verifikasi Rumah Bantuan Bagi Korban Konflik Di Seluruh Aceh Harus Terkumpul Selambatnya Tanggal 30 Agustus 2007.


Ketua Badan Pelaksana Badan Reintegrasi Aceh (BRA), Dawan Gayo mengatakan, data verifikasi rumah bagi korban konflik di seluruh Kabupaten/Kota di Aceh, harus terkumpul selambat-lambatnya tanggal 30 Agustus. Disebutkan bahwa pada saat itu, data verifikasi rumah bantuan harus ada di Banda Aceh.
 
Kemudian pada tanggal 1 September sampai dengan 15 September, akan dilakukan uji publik. Artinya data itu akan dikembalikan ke masyarakat di semua Kecamatan.
 
Masyarakat korban yang namanya tidak terdata saat verifikasi, bisa mengajukan komplain kepada pihak BRDA Kecamatan dan  Kabupaten setempat.
 
Kita saat ini sedang melakukan verifikasi data di lapangan, untuk semua tingkat II Kabupaten Kota yang ada di seluruh Aceh, jadi berdasarkan jadwal tanggal 30 sudah harus berada di Banda Aceh semua. Kemudian pada tanggal 1 September sampai dengan 15 September itu Uji Public, artinya data itu akan kita kembalikan lagi ke masyarakat, kemudian masyarakat melihat nanti, kalau memang namanya belum masuk atau ada nama yang salah masuk, mereka dapat mengajukan komplain ke BRDA yang ada di Kabupaten atau Kecamatan setempat”, kata Dawan kepada Redaksi Senin (27/08).
 
Saat ditanya sejauh mana Tim Verifikasi melakukan pendataan rumah korban konflik,  Dawan mengaku saat ini sedang berjalan dengn baik, seperti halnya laporan baru hari ini, yang di terima pihak BRA, di Wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah, pelaksanaan verifikasi rumah korban konflik, hampir rampung.
 
Sekarang ini sedang berjalan, artinya kita di beberapa tempat seperti tadi kita dengar laporan dari Aceh Tengah, Bener Meriah itu sudah hamper final” ungkapnya.
 
Dawan juga menambahkan ada di beberapa tempat lain yang sedang merampungkan pendataan rumah, yang tidak menyebutkan di wilayah mana, karena di daerah yang di maksud, jumlah korban lebih banyak dan mengalami sedikit keterlambatan,
 
Kemudian lagi karena ada jumlah korban yang begitu banyak, jadi sampai saat ini masih terus berjalan. Jadi tanggal 30 Agustus kita sudah harus mengakhiri masa verifikasi dan sudah harus masuk ke Banda Aceh tanggal 1 September mendatang”, tegas Dawan.
 
Akan tetapi sejauh ini Dawan menyebutkan, tidak ada kendala apapun dalam pendataan rumah korban konflik di seluruh Kabupaten Kota di Aceh.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 28, 2007 18:05 | permalink | News

UNESCO Memberikan Bantuan Dua Unit Mobil Perpustakaan Dan 3400 Buku Bacaan.


Untuk mendukung minat baca di Nanggroe Aceh Darussalama (NAD), UNESCO memberikan bantuan dua unit Mobil Perpustakaan dan 3400 Buku bacaan serta satu unit Gedung Pelayanan Perpustakaan.
 
UNESCO menyerahkan bantuan tersebut kepada Perpustakan Wilayah (PUSWIL) NAD, sebagai pengelola Perpustakaan di Aceh.
 
Menurut Kamaruddin H. Husein, Kepala Perpustakaan Wilayah NAD, dengan adanya bantuan dari UNESCO ini, dapat memenuhi informasi dan mengembangkan minat baca bagi putra-putri Indonesia
 
Mari kita ajak bersama-sama untuk membaca di Perpustakaan, karena Perpustakaan merupakan sebagai tempat informasi, Pusat Dokumentasi, artinya apa? Supaya minat baca itu ada, apalagi sebuah Perpustakaan itu dijadikan sebagai tempat rekreasi dimana disitu terdapat kolam renang, ruang makan, tempat istirahat, itulah yang menjadi mimpi saya agar minat baca ini terus dapat ditumbuh kembangkan seperti perpustakaan yang ada diluar negeri. Karenanya saya sangat bangga dan berterimakasih atas perhatian UNESCO yang begitu besar yang begitu peduli terhadap hal ini”, ungkap Kamaruddin kepada Redaksi Nikoya FM Selasa (28/08).
 
Kamaruddin H. Husein menambahkan, dengan adanya bantuan dari pihak luar untuk mengembangkan Perpustakan di NAD, akan sangat mendukung perkembangan Pendidikan dan minat baca di Aceh. sebab setelah terjadinya tsunami yang melanda Aceh, banyak sekolah-sekolah yang kehilangan buku pelajaran, maupun buku bacaan yang memuat berbagai informasi, termasuk Perpustakaan NAD, yang kehilangan sebagian buku-buku bacaan.
 
Sementara itu Arya Gunawan, Penanggung Jawab Program Pemberdayaan Media UNESCO Indonesia, Malaysia, Filipina, Timor Leste dan Brunei Darussalam, pihaknya memberikan bantuan pada Perpustakan Wilayah NAD, sebagai wujud mendukung pertumbuhan minat baca di NAD, dan hal itu merupakan ruang lingkup dari UNESCO.
 
Itu memang UNESCO memang bergerak di bidang itu, jadi salah satu bentuk kongkritnya adalah memberdayakan Lembaga Perpustakaan, karena Perpustakaan merupakan Lembaga terdepan dan terpenting yang terkait dengan empat bidang, terutama bidang Ilmu Pengetahuan, Pendidikan, dan Komunikasi Informasinya, itu memang sudah lama UNESCO bergerak di bidang itu. Nah kemudian ditambah pula dengan kejadian pada 26 Desember 2004 lalu, dimana yang menjadi korban salah satunya ada Perpustakaan Wilayah Provinsi NAD ini”, jelas Arya kepada Redaksi.
 
Arya Gunawan menambahkan, UNESCO memberikan bantuan kepada Perpustakaan NAD karena banyak Buku-buku bacaan di Sekolah-sekolah di Aceh, yang telah rusak dan hilang, akibat musibah tsunami.
 
UNESCO juga berniat akan membantu perpustakan-perpustakan sekolah di NAD yang terkena tsunami.(Windy F.)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 28, 2007 18:00 | permalink | News

Seratus Lebih Kepala Keluarga Korban Tsunami Yang Berstatus Penyewa Mempertanyakan Rumah Bantuan.


Seratus lebih kepala keluarga korban tsunami yang berstatus penyewa di Lhong Raya Aceh Besar, mempertanyakan kemana mereka akan di relokasikan.
 
Khadijah salah seorang Ibu Rumah Tangga, korban tsunami yang berstatus penyewa yang masih menempati barak Lhong Raya mengatakan, dia masih enggan menempati rumah sebelumnya, yang belum di perbaiki, di daerah Lambaro Skep. Ia mengakui masih trauma dengan tsunami.
 
Mereka mengharapkan kepada pihak terkait untuk segera memindahkan mareka ke rumah yang layak huni, seperti penyewa lainnya yang sudah mempunyai tempat tinggal.
 
Memang tsunami tidak ada lagi, tapi kami sekeluarga masih trauma dengan kejadian itu, karenanya kami rasanya ingin tinggal di Neuhen (Desa Neuheun) atau ditempat lain yang layak, mungkin nanti kalau trauma kami ini sudah hilang kami akan coba kembali ke tempat semula, karena kami juga rindu kampung halaman”, ungkapnya kepada Redaksi Nikoya FM Senin (27/08).
 
Dia juga mengatakan kebutuhan rumah merupakan kebutuhan yang sangat mendesak saat ini.(Abu Sidik)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 27, 2007 18:15 | permalink | News

Visi Dan Misi Walikota Tertuang Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah.


Dalam Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Kota Banda Aceh periode 2007-2012, tertuang visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh, yaitu dengan misi dan visi Bandar wisata islami di Indonesia dan membangun kota Banda Aceh yang islami tertib indah dan nyaman.
 
Namun menurut Neneng Indrawati, dari Solidaritas Rakyat Anti Korupsi, Kota Banda Aceh sebagai Kota Syariat, hanya merupakan symbol belaka.
 
Bahwa Islam itu hanya symbol, contohnya dari segi kebersihan, kebersihan sebagian dari iman. Sekarang kita bisa lihat dimana fasilitas-fasilitas public seperti WC atau tempat umum lainnya yang menjadi kebanggaan masyarakat itu seperti apa, apakah yang Islami itu yang seperti itu, seandainya bila kita ingin mewujudkan yang Islami itu jangan hanya symbol, akan tetapi Islam itu juga harus ditanamkan didalam hati, dan bukan hanya symbol semata”, katanya.
 
Neneng menambahkan untuk menjalankan misi dan visi kota Banda Aceh sebagai Kota Bandar Islam dan Kota Syariat, Pemerintah, harus benar-benar menjalankan nya, jangan hanya menjadikan Visi dan Misi sebagai symbol belaka, akan tetapi juga bagaimana menegakkan Hukum Syariat tanpa pandang bulu.(Windy F.)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 27, 2007 18:10 | permalink | News

Rencana Pembangunan Jangka Menengah Harus Memprioritaskan Pada Pembangunan Dari Inspirasi Masyarakat.


Masyarakat Kota Banda Aceh menginginkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota yang memprioritaskan pada pembangunan dari inspirasi masyarakat.
 
Disebutkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RKMJ) Kota Banda Aceh sebagai sebuah rencana pembangunan yang bersifat prediktif indikatif, yang meliputi prediksi capaian kinerja pembangunan, dan pagu indikatif anggaran di bidang Agama, Ekonomi, Pendidikan, Kesehatan, Sosial Budaya, Pelayanan Public, Politik Hukum, Pemerintahan, dan Penataan Kota sebagai wujud tugas visi dan misi Walikota dan Wakil Walikota Banda Aceh.
 
Menurut Neneng Indrawati dari PO Solidaritas Rakyat anti korupsi, Solidaritas Rakyat Anti Korupsi mengadakan Diskusi Public bersama elemen masyarakat, untuk mengawasi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Kota Banda Aceh untuk periode 2007-2012, agar benar-menar sesuai aspirasi rakyat Kota Banda Aceh.
 
Kita menginginkan prioritas-prioritas dari masyarakat bawah itu, dengan kata lain kita menginginkan aspirasi masyarakat itu betul-betul tertampung, didalam pelaksanaan pembangunan”, katanya Senin (27/08).
 
Neneng menambahkan saat ini Pemerintahan Kota Banda Aceh, telah melupakan beberapa hal yang penting dalam rancangan pembangunan Kota, seperti mengenai pembangunan pelayanan public, baik di bidang pendidikan maupun kesehatan.
 
Dimana yang hadir juga masyarakat dan beberapa LSM/NGO, untuk melihat sisi kekurangan atau point-point terpenting yang sangat urgent untuk masyarakat, tapi terlewatkan. Contohnya mengenai pelayanan public, dibidang pendidikan dan kesehatan. Itu merupakan point terpenting sebenarnya, tapi banyak sekali hal yang terlewatkan disitu seperti pembebasan untuk biaya kesehatan”, jelasnya kepada Redaksi Nikoya FM.
 
Menurut Neneng, saat ini Pemerintahan Kota Banda Aceh baru mengalokasikan 25% dari APBD yang telah di anggarkan. Neneng menambahkan RPJM Kota Banda Aceh akan bermuara pada bagaimana arah kebijakan Anggaran Pendapatan, dan Belanja Daerah, dan alokasi dana untuk pembangunan di bidang Pendidikan dan Kesehatan bagi masyarakat.(Windy)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 27, 2007 18:05 | permalink | News

<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134   >>311 - 315 of 666

blog home


archive
NOPEMBER 2008
AGUSTUS 2008
JUNI 2008
MAI 2008
APRIL 2008
::full...


recent entries
:: Departemen Hukum Dan HAM Akan Menindak Lanjuti Laporan Narapidana.
Nopember 14, 2008
:: Terkait Rekaman Video Pungli Di Dinas Pendidikan GERAK Aceh Minta Kasus Tersebut Di Laporkan.
Nopember 14, 2008
:: Hut RI Yang (63) Tahun Di Banda Aceh Berlangsung Khitmad.
Agustus 17, 2008
:: KontraS Aceh Gelar Pekan Kampanye Anti Penghilangan Orang Secara Paksa.
Agustus 17, 2008
:: (BRA) Kombatan Gam Dan Korban Konflik Untuk Bersabar.
Agustus 15, 2008

%BLOG_RECENT_COMMENTS%




administrator