Agustus, 2007
Mantan Tahanan Politik Aceh Meminta Indonesia Segera Memulangkan Tahanan Politik Lainnya Yang Masih Ditahan Diluar Aceh.


Mantan tahanan politik (Tapol ) Aceh Tgk. Musni Bin Musa mengatakan, menjelang 2 tahun perdamaian di Aceh, dirinya meminta kepada pemerintah Indonesia segera memulangkan tapol / napol Aceh, yang masih berada di luar Aceh, untuk ditahan di sejumlah Lembaga Permasyarakatan (LP) yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam.
 
Demikian dikatakan Musni Bin Musa saat melakukan unjuk rasa dihalaman kantor departemen Hukum dan HAM Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam.
 
Menurut mantan Tapol yang ditahan di LP Kedung Pane, selama tiga tahun itu mengatakan, permintaan tersebut berdasarkan atas pertimbangan, supaya pihak keluarga lebih mudah untuk bertemu dan membesuk tapol/napol di LP. Dia menambahkan selama ini pihak keluarga sulit membesuk para tapol/napol tersebut, dikarenakan keterbatasan dana untuk mengunjungi tapol/napol di LP pulau Jawa.
 
“Kami sangat berharap agar teman-teman kami yang masih ditahan di Lembaga Permasyarakatan diluar Aceh agar bisa dikembalikan ke Aceh, karena pada dasarnya LP yang ada di Aceh memiliki standar yang sama dengan LP yang diluar, lagipula Pihak keluarga merasa kesulitan untuk menjenguk mereka karena jauh”, ungkapnya Rabu (15/08).
 
Musni juga mengungkapkan LP yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam juga memilki standar yang sama dengan LP yang berada di luar Aceh.
 
”Sama saja kondisi LP di Aceh dengan yang diluar, disana ada kelas A disini juga ada kelas A, karena itu kami memohon kepada Pemerintah Daerah dalam hal ini pihak Polda, Pangdam dan Gubernur agar mereka bisa dipindahkan kemari. Kami tetap akan berusaha sampai ada titik temu”, jelasnya
 
Sementara itu Koordinator Forum Untuk Keadilan Tapol/Napol Aceh Iswadi Jamil mengatakan, pihak keluarga tapol/napol khawatir karena sering terjadi kerusuhan serta banyak beredar jenis senjata tajam di dalam lingkungan LP yang ada di Jakarta atau Jawa.
 
”Kami meminta kepada Polda NAD, dan Pangdam Iskandar Muda, dengan bahasa yang santun supaya mereka diizinkan untuk pulang dan ditempatkan di LP yang ada di Aceh, hal ini mengingat kondisi LP Cipinang dan LP lainnya yang ada di Pulau Jawa yang tidak aman, karena LP di Aceh saat ini jauh lebih kondusif dari LP lainnya di luar Aceh”, ungkapnya.
 
Iswadi mengatakan keadaan ini sangat membahayakan keselamatan jiwa tapol/napol GAM, karena kondisi di LP Jakarta, atau Pulau Jawa dan Sumatera Utara, sangat tidak kondusif bagi keamanan dan keselamatan jiwa dari para tapol/napol Aceh yang saat ini masih belum dibebaskan.
 
Untuk itu, Iswadi kembali mengatakan, segera dipindahkan tapol/napol yang saat ini masih berada di LP pulau Jawa, ke LP Nanggroe Aceh Darussalam, dengan alasan keinginan pihak keluarga, keamanan dan keselamatan nyawa dari para tapol/napol.(Deni Z.)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 15, 2007 18:05 | permalink | News

Masyarakat Dataran Tinggi Tengah Merayakan 2 Tahun Perdamaian.


Seniman dan masyarakat di Dataran Tinggi Tengah merayakan 2 tahun perdamaian dengan dua konser perdamaian serta seminggu penuh pameran fotografi. Kedua konser tersebut akan diadakan di Bener Meriah dan Takengon yang didanai oleh NGO IOM dan USAID.
 
Menurut Humas IOM Banda Aceh, Marianne Kearney mengatakan di Dataran Tinggi Tengah menampilkan campuran etnik Gayo, Aceh, dan Jawa dengan mempertunjukkan lagu-lagu tradisional Dataran Tinggi.
 
“Di Dataran Tinggi Tengah kami juga melakukan perayaan MoU damai, disitu ada 2 konsep damai yang ada seperti campuran tarian etnik Gayo dan Jawa. Mereka akan menunjukan tarian tradisional serta kami juga mengadakan lomba gambar di spanduk tentang perdamaian dimata penduduk”, jelas Mariane kepada Redaksi Nikoya FM.
 
Marianne mengatakan kesenian merupakan cara penting dalam merayakan perdamaian di Dataran Tinggi, sebab disitulah daerah Aceh yang paling banyak ragam etniknya. Dan juga Mariane menambahkan di tempat tersebut adanya kekerasan sebelum adanya perjanjian perdamaian antara pro kemerdekaan dan kelompok anti separatis.
 
“Kami tahu bahwa di Aceh Tengah Budaya sangat penting dimata masyarakatnya, karena dulunya ada sebuah hubungan yang sangat baik antar etnik. Jadi kami kasih bantuan untuk membangun kembali hal itu, tujuannya adalah supaya mereka bisa menikmati kedamaian ini serta berkumpul dan menumbuhkan kembali rasa saling percaya”, ungkap Marriane.
 
Mariane mengatakan masyarakat pedesan nantinya juga akan didorong untuk melukis tentang perdamaian, mengilustrasikan pengalaman mereka akan perdamaian di atas kanvas, yang nantinya akan dipajang dikota-kota besar di Aceh.
 
Lebih lanjut Mariane mengatakan konser perdamaian dan acara kebudayaan ini, di beri tema “Menuju Aceh Aman Dan Cantik Di Esok Hari”, Melalui kemitraan yang semakin kuat antar masyarakat dan pemerintah.(Deni Z.)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 15, 2007 18:00 | permalink | News

Staf Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin Banda Aceh melakukan Aksi Mogok Operasi.


Seluruh Staf, Perawat maupun Dokter Spesialis diruang Operasi Rumah Sakit Umum Zainal Abidin (RSUZA) Banda Aceh, melakukan mogok operasi. Dengan aksi mogok ini menyebabkan 18 pasien yang akan melakukan operasi diruang tersebut tertunda.
 
Menurut salah seorang perawat, yang enggan disebutkan namanya mengatakan, hal itu dilakukan sebagai bentuk kekecewaan terhadap beberapa sikap yang di jalankan rumah sakit kepada para staf dengan pemotongan Tunjangan Prestasi Kerja, Atau TPK. Dia mengatakan dana tersebut telah diberikan pihak Rumah Sakit namun mengalami pemotongan yang berbeda oleh setiap staf dalam tiga bulan terakhir.
 
”Kalau sepakat untuk tanda tangan, biar mereka yang kemari dan menangani langsung pasien dan kita tidak bekerja, jadi ini semua merupakan refleksi kekecewaan dari beberapa hal, kita sepakat beberapa operator (petugas) dalam hal ini Dokter bedah, perawat dan semua staff Operasi. Semuanya kompak, jadi tidak hanya sekedar ekpresi tapi sebuah refleksi kekecewaan dari kita semua bahwa tolong diperbaiki kembali dan di kaji lagi mengenai pemotongan itu”, ungkapnya kepada Redaksi Nikoya FM Senin (3/08).
 
Dia mengatakan awal mula terjadi pemotongan terhadap staf di ruang operasi adalah banyak karyawan yang tidak melakukan hand key atau sistem absen secara elektrik. Hal ini tidak dilakukan karena jadwal yang diberikan pihak rumah sakit untuk melakukan tanda tangan tersebut beradu dengan jadwal operasi.
 
”Pemotongannya ditetapkan sesuai dengan kebijakan masing-masing Rumah Sakit. Kita itu ada dua penilaian terhadap pemotongan, indisipliner 20% dan kinerja 40%.. Nah! Kadang-kadang kita masuk di Ruang Operasi jam 08.00 pagi, sedang pulangnya jam 05.00 sore atau lebih, jadi kadang-kadang kita tidak sempat melakukan Hand key atau tanda tangan elektrik itu. Dari situ awal mula timbulnya permasalahan itu yang tidak lain diakibatkann karena tidak dilakukannya hand key oleh staff operasi itu”, jelasnya.
 
Sementara Tihawa, salah seorang pasien yang ditunda operasinya mengatakan dirinya tidak keberatan terhadap penunduaan operasi ini walaupun dirinya mengungkapkan sudah 2 kali terjadi penundaan.
 
Lebih lanjut salah seorang perawat yang enggan menyebutkan namanya kembali mengatakan, ditundanya operasi ini sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan, sampai ada keputusan dari pihak pimpinan Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh. Namun demikian untuk operasi yang darurat atau emergency, pihak Petugas  operasi tetap akan melakukan tugasnya.(Deny Z.)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 14, 2007 18:10 | permalink | News

Pasca Perdamaian Kondisi Kemanan Di Aceh Semakin Kondusif.


Panglima Kodam Iskandar Muda, Supiadin AS mengungkapkan selama dua tahun lahirnya MOU antara Pemerintah Indonesia dan GAM, kondisi keamanan di Aceh semakin kondusif. Hal ini terlihat perekonomian masyarakat di Nangroe Aceh Darussalam mulai tumbuh dan mulai menikmati kembali hidup normal.
 
Demikian dikatakan Supiadin AS di Banda Aceh menanggapi 2 tahun perdamaian di Nanggroe Aceh Darussalam. Untuk itu, Supiadin AS kembali mengingatkan masyarakat di Nangroe Aceh Darussalam untuk menghilangkan kultur atau budaya negative serta mamatuhi hukum yang berlaku.
 
”Ini sudah banyak yang kita capai, pertama yang paling prinsip bahwa selama dua tahun perdamaian ini tidak pernah ada lagi..., jadi sejak 15 Agustus 2005 sampai dengan hari ini, tidak pernah ada lagi konflik bersenjata. Ini prestasi yang besar, saya rasa sulit dicapai dimanapun, seperti kita lihat di Philipina ini masih terjadi gejolak. Nah itu yang menjadi prestasi. Yang kedua yang menjadi prestasi adalah bahwa kita melihat semua elemen di Aceh ini mampu menjaga dua tahun perdamaian ini”, tegas Supiadin kepada sejumlah wartawan Senin (13/08).
 
Pangdam Iskandar Muda, Supiadin AS juga mengungkapkan namun demikian masih ada juga kerikil-kerikil maupun tindakan negative yang dilakukan pihak tertentu. Dia mengatakan hal ini merupakan suatu proses untuk menciptakan perdamaian yang hakiki di Nangroe Aceh Darussalam.
 
”Pertumbuhan ekonomi sektoril, ini yang luar biasa ya. Kita lihat sekarang hasil-hasil perkebunannya, rakyat itu didesa ingin berlomba-lomba mengolah lahannya untuk menghasilkan sesuatu demi masa depan dia, demi penghasilan yang tetap. Ini tiga hal yang prestasi menurut saya. Namun demikian, ada kerikil-kerikil. Nah ini, kerikil-kerikil ini tentu saja terjadi karena apa, ini proses ya. Kita butuh waktu, tidak bisa konflik yang 30 tahun kita mengharapkan selesai dalam 2 tahun, itu imposible”, katanya Senin (13/08).
 
Dalam situasi Aceh hari ini, Supiadin AS mengharapkan kepada semua pihak untuk menghilangkan rasa sentimen primordial dan egosektoral dengan membangun saling rasa percaya dan menghilangkan friksi-friksi masa lalu.(Deni Z.)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 14, 2007 18:05 | permalink | News

Gubernur Meminta Reintegrasi Pasca Perdamaian Dilaksanakan Dengan Maksimal.


Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Yusuf meminta kepada semua pihak supaya melaksanakan dengan maksimal Reintegrasi Pasca Perdamaian di Aceh. Jika hal ini tidak dilakukan, dikhawatirkan akan menimbulkan Ekses-ekses Kontra Produktif bagi suksesnya Perdamaian yang sudah dirasakan oleh masyarakat Aceh, selama dua tahun ini.
 
Irwandi Jusuf mengatakan, Program Reintegrasi merupakan salah satu substansi utama yang keberhasilannya akan berdampak langsung terhadap kemajuan dan kelancaran dimensi lain dari Perdamaian di Aceh. Dia menambahkan sukses dan berhasilnya program reintegrasi ini adalah melalui dukungan semua pihak,.
 
”Bila reintegrasi damai Aceh ini tidak dapat dilaksanakan secara optimal, maka kita sangat khawatir akan timbul ekses-ekses yang kontra-produktif  bagi suksesnya perdamaian di Aceh secara menyeluruh. Karenanya sebagai bukti kita mensukseskan perdamaian di Aceh maka semua pihak sesuai dengan kapasitas masing-masing harus membuktikan komitmentnya bagi kelancaran program reintegrasi damai Aceh”, ungkap Irwandi.
 
Irwandi mengatakan demi kelancaran Program Reintegrasi, Pemerintah telah membentuk suatu badan yaitu badan Reintegrasi Damai Aceh, BRDA yang diakui sebagai kerja berat yang membutuhkan tenaga ektra serta dukungan berbagai pihak.
 
Yang tidak kalah pentinganya adalah segenap kelebihan dan kekurangan yang dimiliki, BRA dapat menjalankan peran dan fungsinya secara profesional. Dengan demikian Inysa Allah berkat didukung dari semua pihak termasuk dunia Internasional, dan dipadukan dengan kapasitas kerja yang baik dari Lembaga BRA, kita sangat yakin program reintegrasi damai Aceh akan berjalan sesuai dengan rencana”, katanya.
 
Gubernur Nanggroe Aceh Darussalam, Irwandi Jusuf mengungkapkan setelah dua tahun proses perdamaian berjalan di Aceh, yang menjadi titik tekan kebijakan reintegrasi kedepan adalah pemberdayaan ekonomi bagi korban konflik.
 
Irwandi mengharapkan dengan perberdayaan ekonomi bagi korban konflik dapat meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat terutama yang terimbas konflik di Aceh.(Deni Z.)


posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 14, 2007 18:00 | permalink | News

<<   1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 31 32 33 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 44 45 46 47 48 49 50 51 52 53 54 55 56 57 58 59 60 61 62 63 64 65 66 67 68 69 70 71 72 73 74 75 76 77 78 79 80 81 82 83 84 85 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 98 99 100 101 102 103 104 105 106 107 108 109 110 111 112 113 114 115 116 117 118 119 120 121 122 123 124 125 126 127 128 129 130 131 132 133 134   >>336 - 340 of 666

blog home


archive
NOPEMBER 2008
AGUSTUS 2008
JUNI 2008
MAI 2008
APRIL 2008
::full...


recent entries
:: Departemen Hukum Dan HAM Akan Menindak Lanjuti Laporan Narapidana.
Nopember 14, 2008
:: Terkait Rekaman Video Pungli Di Dinas Pendidikan GERAK Aceh Minta Kasus Tersebut Di Laporkan.
Nopember 14, 2008
:: Hut RI Yang (63) Tahun Di Banda Aceh Berlangsung Khitmad.
Agustus 17, 2008
:: KontraS Aceh Gelar Pekan Kampanye Anti Penghilangan Orang Secara Paksa.
Agustus 17, 2008
:: (BRA) Kombatan Gam Dan Korban Konflik Untuk Bersabar.
Agustus 15, 2008

%BLOG_RECENT_COMMENTS%




administrator