Agustus, 2007 Para Seniman Dari 21 Kabupaten Terpaksa Tidur Di Gedung Taman Budaya Banda Aceh.
Para Seniman dari 21 Kabupaten yang mengikuti acara Pembukaan Hari Kesenian Daerah dan acara Serambi Mekah Art Festival, terpaksa tidur di Gedung Taman Budaya Banda Aceh. Hal ini dikarenakan belum di cairkannya dana oleh pihak BRR bagi mereka serta adanya pemotongan dengan jumlah yang bervariasi disetiap kabupatennya.
Menurut Azwarud, Ketua Dewan Kesenian Aceh Kabupaten Lhokseuwame, mereka terpaksa berhutang demi dapat tampil dalam acara hari Kesenian Daerah. mereka juga terpaksa menyewa rumah bantuan berupa barak di Desa Ule-Lheu sebagai tepat peristirahatan.
“Dana yang cair untuk kita 40 juta, lain dengan transpor 20 juta. Jadi semuanya 60 juta, tapi yang kami dapat hanya 40 juta. Kita disini nginap kontrak rumah di Ule Lheu, 3 juta untuk 3 hari untuk 58 orang yang menginap”, ungkap Azwarud kepada Redaksi Nikoya FM Senin (13/08).
Para Seniman Aceh yang hadir dalam peringatan hari Kesenian Daerah Aceh, sangat kecewa atas kinerja BRR yang telah menelantarkan para Seniman. Padahal menurutnya Seniman sangat berperan dalam membawa Aceh ke masa perdamaian dari masa konflik di NAD.(Windy F.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 13, 2007 18:10 | permalink | News
Dewan Kesenian Aceh Mengancam Akan Membakar Gedung BRR.
Dewan Kesenian Aceh mengancam akan membakar Gedung BRR dan Regional-regionalnya apabila mereka tidak menemukan penjelasan dan peryataan yang jelas mengenai pemotongan dan tidak cairnya dana Kesenian Daerah untuk NAD yang pertama yang telah diplotkan dalam anggaran 2007 sebesar 50 juta rupiah per Kabupatennya. Hal tersebut dinyatakan oleh T. Akmal selaku Ketua Umum Dewan Kesenian Aceh.
”Akibat ulah dari saudara-saudara saya yang tidak bertanggung jawab hari ini saya harus menanggung makan para seniman-seniman ini, sedangkan dana yang saya dapati terakhir kali hanya 120 juta rupiah, sangat diperlakukan seperti binatang”, katanya geram.
Ancaman pembakaran Kantor BRR juga dinyatakan oleh Rosmi, Ketua Dewan Kesenian Daerah Kabupaten Aceh Besar. Rosmi menambahkan tidak ada gunanya regional BRR dipertahankan kalau hanya bisa menghabiskan uang rakyat untuk kepentingan pihak BRR pribadi.
”Kalau memang Lembaga Profesional seperti ini hanya membuang-buang duit semata, kalau memang yang keberadaannya tidak bermanfaat pak! Karenanya Regional untuk Kotamadya Banda Aceh dan Aceh Besar kami menuntut untuk ditutup, karena hanya memberikan kesusahan bagi kami, ini yang menjadi tuntutan kami, karena kalau tidak memberikan manfaat sama sekali kami selaku orang Aceh akan menuntut secara hukum yang berkeadilan”, tegas Rosmiati.
Rosmiati menambahkan pihak BRR telalu mempersulit pencairan dana untuk memperingati Hari kesenian. Bahkan diungkapkannya ada staf dari BRR yang meminta uang tips agar dana terebut bisa cair. Hal itu dinilai bahwa BRR tidak profesional dalam mengelola uang rakyat, padahal para staf BRR telah di gaji dengan mahal agar dapat membantu rakyat Aceh. Akan tetapi kenyataannya malah BRR mempersulit hidup rakyat Aceh.(Windy F.)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 13, 2007 18:05 | permalink | News
Ribuan Masa dari Anggota Dewan Kesenian Aceh Melakukan Aksi Demo di Depan Gedung BRR.
Ribuan Masa dari Anggota Dewan Kesenian Aceh dari 21 Kabupaten di NAD Senin pagi (13 Agustus) melakukan Aksi Demo di depan Gedung BRR, mereka menuntut kejelasan dari Kuntoro selaku Kepala BRR NAD-Nias atas pemotongan dana Hari Kesenian Aceh yang telah diplotkan dalam Anggaran 2007.
Para Demonstran bergerak dari Taman Ratu Safiatuddin setelah menghadiri pembukaan Hari Kesenian Daerah NAD yang pertama.
”Kami menuntut Kuntoro sebagai Kepala BRR NAD-Nias terhadap hal ini, dan kami rela menanggung akibat bila nantinya kami tidak mendapatkan kejelasan terhadap hal ini”, ungkap seorang orator demonstran diiringi oleh nyanyian tradisional Aceh serta tepuk tangan dari demonstran lainnya.
Para Demonstran melakukan aksinya, lengkap dengan pakaian adat dari masing-masing daerah, dan juga alat kesenian tradisional yang mereka bawa untuk penampilan dalam rangka memperingati hari kesenian daerah.
Menurut T. Akmal Ketua Dewan Kesenian Aceh para seniman telah jenuh dengan kebohongan dan janji pihak BRR terhadap seniman yang tidak dipenuhi.
”Sebelum kami mau berkomunikasi, kalau tingkat sekretaris saja tidak ada, untuk apa BRR ini kalau hanya diwakili oleh Deputy kebudayaan. Saya sudah tujuh bulan merasakan berbicara dengan Deputy yang ini, yang semua staff nya digaji dengan mahal, tapi realisasinya tidak ada. Maka saya ingin dihadirkan sekretaris sebelum saya lanjutkan pembicaraan ini, dan saya tidak berbicara sampai atau kami harus tidur disini, karena itu tekad kami karena seniman ini harus kami bawa pulang, sebelum jawaban dana kami bisa selesai sampai sekretaris BRR ada disini”, tegas T.Akmal didepan staff BRR senin (13/08).
Hingga berita ini diturunkan Pihak BRR dan Dewan Kesenian Aceh belum menemukan titik keluar, dan dengan adanya Demonstran ini, acara Serambi Mekah Art Festival yang akan berlangsung senin malam 13 Agustus di Taman Budaya Banda Aceh terancam gagal untuk di selenggarakan.(Windy F)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 13, 2007 18:00 | permalink | News
Dewan Kesenian Aceh Kecewa Terhadap Kinerja BRR.
Dewan Kesenian Aceh kecewa terhadap kinerja BRR, dalam mencairkan dana penyelenggaraan Hari Kesenian Daerah. BRR dinilai telah mempersulit kinerja para pengurus Dewan Kesenian Daerah Aceh yang berada di 21 kabupaten NAD, padahal dana tersebut telah ada dalam anggaran.
Menurut Rosmi, Ketua Dewan Kesenian Aceh Besar, pihak regional BRR secara sepihak melakukan pemotongan dana peringatan Hari Kesenian Daerah, yaitu sebesar Rp. 10.000.000,-.
“Ini dana 50 juta tidak jadi kami kasih 50 juta, kami hanya bisa kasih 40 juta sesuai rapat kemarin, saya juga gak tau rapat apa, dan besoknya saya balik suratnya sudah selesai dan dalam surat tercantum 40 juta, dan langsung saya tanda tangan, dan setelah saya tanda tangan mereka ngomong lagi sama saya. Dek jangan lupa uang tips nya ya, sebenarnya sapa yang mengemis saya atau mereka sedangkan mereka sudah di gaji dengan besar malah minta uang tips sama kita”, ungkapnya.
Sementara itu menurut ketua Dewan Kesenian Provinsi NAD, T.Kamal menilai kinerja BRR dalam mendukung perkembangan Kesenian Aceh sangat minim. dirinya sangat kecewa atas pemotongan dana anggaran peringatan Hari Kesenian Aceh di 21 kabupaten NAD, yang akan meramaikan acara penyambutan Hari Kesenian Daerah dan acara Serambi Mekah Art Festival.
“Kami dari 21 kabupaten lebih kurang seribu orang dengan aksi damai kami akan ke BRR. kami akan menuntut hak kami, yang penting bagi kami setelah perumahan dan infraktrustur bagi masyarakat, itu selesai. dan dimana sampai hari ini seluruh regional telah melakukan pemotongan dana, dan hal tersebut menjadi suatu gambaran di saat kami mengadakan rapat dengan BRR dua bulan yang lalu dia mengabarkan dana 50 juta”, katanya.
T. Kamal menambahkan Dewan Kesenian Daerah NAD, akan melakukan Demontrasi terhadap kinerja BRR yang tidak transparan dan profesional dalam mengelola dana bantuan di NAD. Aksi tersebut akan dilaksanakan pada tanggal 13 Agustus mendatang.(Windy F)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 12, 2007 18:05 | permalink | News
Dewan Kesenian Aceh Akan Melaksanakan Hari Kesenian Daerah.
Dewan Kesenian Aceh akan melaksanakan “Hari Kesenian Daerah” dan acara “Serambi Mekah Art Festival” dengan menampilkan berbagai kesenian dari 21 kabupaten yang ada di NAD. Acara tersebut akan dilaksanakan di Taman Ratu Safiatuddin Banda Aceh.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Aceh M.Adnan A.Majid, Gubernur NAD telah mengeluarkan SK penetapan Hari Kesenian Daerah Nanggroe Aceh Darussalam yang akan diperingati setiap pada tanggal 12 Agustus mendatang.
”Telah di sepakati bahwa hari kesenian Aceh ditetapkan pada hari pertama di adakannya Peukan Budaya Aceh yaitu pada tanggal 12 Agustus 1948, karena pada hari itu semua kebudayaan Aceh ditumpahkan pada hari Kebudayaan Aceh, dan hal tersebut menjadi historis yang di usulkan kepada Gubernur NAD sebagai hari kesenian daerah NAD”, katanya.
Acara nantinya akan dibuka langsung oleh Gubernur NAD Irwandi Jusuf, M Adnan menambahkan peringatan Hari Kesenian Daerah tersebut bertujuan untuk menumbuhkan dan mengembangkan kesenian yang ada di Nanggroe Aceh Darussalam.(Windy F)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 12, 2007 18:00 | permalink | News
|