Agustus, 2007 Pembangunan Monumen Tsunami Di Lhoknga Aceh Besar.
Asosiasi Pemerintah Provinsi Seluruh Indonesia yang di ketuai Sutiyoso Gubernur DKI Jakarta bekerja sama dengan Pemerintahan NAD membangun Monumen Tsunami di Lhokga Aceh Besar.
Menurut Sutiyoso yang hadir pada peletakan batu pertama pembangunan monumen tersebut menyatakan monumen tersebut di bangun untuk tujuan mengenang kejadian tsunami dan sebagai sarana pembelajaran bagi generasi Aceh akan bencana tsunami.
”Tidak hanya orang di Indonesia, tapi juga Masyarakat Dunia menganggap inilah bencana dasyat yang terjadi di abad ini. Dan banyak orang prihatin dan berbelasungkawa ingin berziarah terhadap korban, karena itu perlu tempat yang mengakomodir itu semua itu. Dan tempat itulah yang coba saya rembuk dengan Gubernur seluruh Indonesia, dan tempat ini menjadi tempat yang paling penting sekali nantinya. Sehingga anak cucu kita akan ingat bahwa pernah ada peristiwa dahsyat yang pernah terjadi disini”, kata Sutiyoso Senin (06/08).
Untuk membagun monumen tersebut di perkirakan menghabiskan dana kurang lebih 15 miliar rupiah. Desain bangunan monument tsunami tersebut menggambarkan bentuk ombak pada saat terjadinya tsunami, ukuran monument tersebut juga mengikuti pola angka dari tangal bulan dan tahun kejadian bencana tsunami di Aceh.
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 07, 2007 18:30 | permalink | News
Gubernur NAD Akan Melantik Bupati Dan Wakil Bupati Aceh Tenggara.
Gubernur NAD Irwandi Yusuf tetap akan melantik Hasanuddin dan Syamsul sebagai Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara yang di pilih rakyat melalui Pilkada, walaupun masih menuai protes dari kalangan DPRD dan dari pihak yang tidak rela terhadap kemenangan Bupati dan Wakil Bupati yang terpilih.
Irwandi Yusuf menyatakan dirinya memastikan akan melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara yang terpilih sebelum 17 Agustus.
”Itu saya usahakan bisa dilantik sebelum 17 Agustus, kalau tidak bisa dilantik di Aceh Tenggara akan saya lantik disini. Tapi saya mohon dan saya harap bisa dilantik di Aceh Tenggara di Gedung DPRK”. Ungkap Irwandi.
Ketika ditanyakan mengapa konflik bisa terjadi di Aceh Tenggara saat ini Irwandi menjelaskan jika saat ini ada pemain-pemain lama yang tidak puas.
Selain memastikan akan melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tenggara, Irwandi Yusuf juga akan melantik Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tamiang, Abdul Latif dan Awaluddin yang akan di laksanakan hari Selasa (07/08)
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 07, 2007 18:20 | permalink | News
Gerak Aceh Menyesalkan Sikap Polisi Yang Menangani Kasus Perampasan Tanah Oleh PT Bumi Flora.
Gerakan Anti Korupsi(GeRAK) Aceh menyesalkan sikap polisi dalam menangani kasus perampasan tanah oleh PT Bumi Flora secara arogan. Seharusnya pihak kepolisian tidak lagi menggunakan sikap yang tidak baik dalam menangani kasus ini.
Demikian dikatakan Ketua GeRAK Aceh Akhiruddin Mahjuddin dalam Konferensi Pers senin (06/08) tentang Penetapan Tersangka terhadap 4 Staf LBH Banda Aceh oleh Polres Kota Langsa. Akhiruddin mengatakan sikap yang dilakukan polisi dapat membuat masyarakat kembali mengenang pada masa Daerah Operasi Militer, atau DOM di Aceh. Akhiruddin menambahkan hal ini dapat melemahkan semangat perdamaian di Aceh yang telah dirasakan masyarakat beberapa bulan lalu.
”Rakyat tidak boleh berbicara, rakyat terima saja apa yang sudah menjadi nasib. Jadi inilah yang kita lihat dalam kontruksi kasus. Ada upaya soft therapy yang dilakukan oleh Polisi , dan ini tidak terjadi di Langsa saja. Kemudian kita melihat di Lambaro Skep dimana warga yang mengungkapkan kasus korupsi ditetapkan sebagai tersangka. Ada warga yang menuntut hak hukum kepada pengadilan kemudian akhirnya mereka dijadikan sebagai tersangka. Jadi seharusnya cara-cara seperti ini sudah berlalulah dari Serambi Mekkah”, tegas Akhiruddin Selasa (07/08).
Akhiruddin mengungkapkan campur tangan aparat sangat mempengaruhi psikologis rakyat yang menjadi korban sasaran penyerobotan lahan, aparat senantiasa menakut-nakuti warga, bahwasanya lahan masyarakat hanya dimanfaatkan sebagai tempat persembunyian Gerakan Pengacau Keamanan (GPK).
Diungkapkan jika warga bertahan dengan tidak bersedia menjual lahannya kepada PT Bumi Flora, maka akan menanggung akibatnya dengan konsekuensi siap menerima mayat di Lumpur.
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 07, 2007 18:15 | permalink | News
Mahasiswa Universitas Syiah Kuala Menggelar Demontrasi.
Sekitar 500 Mahasiswa yang tergabung dalam Keluarga Besar Mahasiswa Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh menggelar demontrasi besar-besaran didepan Biro Rektor Unsyiah. Masa menuntut pihak Rektor untuk membatalkan rencana kenaikan SPP.
Hadi Surya, Koordinator Aksi menyatakan demontrasi itu digelar sebagai bentuk kekecewaan mahasiswa terhadap kebijakan rektor yang dianggap selalu merugikan mahasiswa.
”Tuntutan Mahasiswa yang disepakati itu ada 3 point, yang pertama menolak SK kenaikan SPP tahun 2007 dikarenakan tidak ada rasionalisasi sebelumnya. Dari tahun ketahun dana SPP terus naik, sedangkan dana yang sedemikian banyak selama ini tidak tahu dikemanakan? Kalau memang menjadi kendala di Rektorat kita juga tidak pernah tahu selama ini. Terus yang ke-2 penggunaan alokasi dana SPP untuk tahun 2007, itu mencapai Rp.60.000 per SKS. Terus yang ke-3 kita minta diperpanjang batas waktu masa studi mahasiswa yang dikarenakan SPP dari tahun ketahun terus meningkat”, jelas Hadi kepada Redaksi Nikoya selasa (07/08).
Terlihat mahasiswa tersebut sangat antusias dalam mengikuti demo sambil meneriakkan turunkan SPP segera.
Sementara itu, Pembantu Rektor III, bagian Kemahasiswaan, Eddy Nur Ilyas menilai aksi yang dilakukan mahasiswa tersebut tidak beralasan karena bukan kenaikan SPP tapi hal ini sebuah ketetapan.
”Saya rasa tindakan itu tidak beralasan, karena tidak pernah menaikkan SPP. Jadi Mahasiswa yang Demo itu kan tidak dinaikkan SPP-nya. Sekarang bagi mereka yang ingin mendaftar kemari sudah ditetapkan uang pendaftaran sekian, jadi pada saat ia belum mendaftar dia belum menjadi Mahasiswa, tapi kalau dia sudah mendaftar, baru hak-hak dia sebagai mahasiswa ada”, ungkap eddy.
Sebelum melakukan orasi didepan Gedung Biro Rektor Unsyiah Banda Aceh, aksi diawali dengan konvoi dari satu Fakultas ke fakultas lainnya yang melibatkan seluruh elemen mahasiswa.
Sampai berita ini diturunkan, masa terlihat masih menduduki Gedung Rektorat sampai rektor Unsyiah Banda Aceh, Darni M. Daud tiba Di Kampus tersebut, karena saat ini rektor tidak berada di tempat.
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 07, 2007 18:05 | permalink | News
Pelaksanaan Syariat Islam Di Kota Banda Aceh Masih Sangat Memprihatinkan.
Wakil Walikota Banda Aceh, Illiza Sa’aduddin Jamal mengemukakan, Pelaksanaan Syariat Islam di kota Banda Aceh masih sangat memprihatinkan, karena semakin hari semakin banyak pelanggaran syariat yang dilakukan masyarakat maupun remaja.
Illiza menambahkan pelanggaran syariat semakin meningkat, bahkan kini mulai menjamur tempat-tempat pelacuran di Banda Aceh dan masyarakat mulai berani keluar rumah tanpa jilbab.
Seharusnya, dikatakan Illizaa, masyarakat bisa sadar dan ikhlas dalam melaksanakan syariat islam sebagaimana telah dituntun dalam Al-Quran dan Hadist, sehingga tidak perlu lagi paksaan dan pengawasan pihak terkait seperti yang sering dilakukan selama ini.
“Semakin maraknya hal-hal yang tidak baik terjadi. Hari-hari kita melihat banyak pemuda yang terlibat dalam narkoba, kemudian penayangan hal-hal yang tidak kita inginkan, pelecehan seksual dan masih banyak lagi kasus curanmor”, katanya Selasa (07/08).
Sementara Itu, Kepala Dinas Syariat Islam Provinsi NAD, Alyasa’ Abubakar menyatakan hukum islam yang sedang diterapkan di Aceh ternyata hingga hari ini masih banyak terdapat kelemahan dan harus disempurnakan lagi.
Hal tersebut, menurutnya, karena pemberlakuan Syariat Islam saat ini dianggap belum mampu menggiring para pelaku pelanggaran syariat kepengadilan, apabila mereka sudah berada di Luar Aceh.
posted by Nikoya 106 FM News Division Agustus 07, 2007 18:00 | permalink | News
|