Juli, 2007 Kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla Di Banda Aceh Untuk Membuka Kongres Saudagar Aceh.
Kedatangan Wakil Presiden, Jusuf Kalla ke Banda Aceh untuk membuka Kongres Saudagar Aceh Serantau, dan menghadiri sejumlah kegiatan lainnya di Aceh, ternyata mengundang kekecewaan dari berbagai pihak. Salah satu kekecewaan yang dirasakan masyarakat dan mahasiswa itu adalah terhadap pengamanan Wakil Presiden yang di anggap terlalu berlebihan.
Menurut Presiden Mahasiswa Unsyiah Banda Aceh, Affif Herman menyatakan, hal ini terlihat saat Wakil Presiden membuka acara Kongres Saudagar Aceh Serantau di Gedung AAC Dayan Dawod Darussalam, dimana setiap titik telah dijaga ketat oleh pihak TNI maupun Polri sehingga banyak mahasiswa sulit masuk ke Kampus Unsyiah.
Affif mengatakan sebenarnya pihaknya setuju akan kedatangan Wakil Presiden ke Banda Aceh untuk membuka kongres tersebut, karena menurutnya dapat memicu investor datang ke Aceh dan nantinya ekonomi rakyat Aceh meningkat.
Affif menambahkan pihaknya juga kecewa terhadap Wakil Presiden Jusuf Kalla dalam melakukan pertemuan dengan golongannya yaitu Partai Golkar. Ini merupakan penyelewengan terhadap dana negara karena kedatangan Jusuf Kalla di Banda Aceh menggunakan uang yang ditanggung oleh Negara.
”Kita sangat mendukung apa yang dilakukan oleh Wapres Jusuf Kalla, hanya saja ada pertimbangan-pertimbangan seperti kedatangannya kemari untuk mengunjungi Golongan Partainya, yaitu Partai Golkar ditambah dengan pengamanan yang sangat berlebihan, ini yang jadi kekecewaan kita”, kata Hafif sabtu (28/07).
Lebih lanjut Affif menjelaskan seharusnya kedatangan Wakil Presiden Jusuf Kalla menimbulkan kesejukan dan ketentraman bagi masyarakat Nanggroe Aceh Darussalam yang telah merasakan kedamaian dari konflik berkepanjangan di Aceh.(Deni Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Juli 28, 2007 19:00 | permalink | News
Institut Kebudayaan Aceh Menerbitkan Buku Cerita Tentang Seni Sejarah Dan Budayawan Aceh.
Institut Kebudayaan Aceh atau Aceh Cultulral Institute (ACI) hari ini melakukan penerbitan buku-buku cerita tentang Seni Sejarah dan Budaya Aceh, yang merupakan salah satu kegiatan di bawah program pendidikan berbasis kebudayaan yang dikembangkan oleh Institut Kebudayaan Aceh. ACI adalah suatu LSM lokal yang bekerjasama untuk pembangunan masyarakat Aceh berbasis kebudayaan.
Dewan Pimpinan Aceh Cultural Institute, Hasballah M,Saad mengatakan kegiatan ini merupakan peluncuran enam buku tentang Budaya dan Legenda Aceh yang bertujuan untuk memberikan kotribusi terhadap pembangunan karakter kelompok.
Yang menjadi target dari acara ini adalah anak-anak usia sekolah tahap awal. kegiatan ini dilakukan dengan menggali, menerbitkan kembali seni sejarah, budaya dan kearifan lokal Aceh yang kaya makna. Hasballah mengaku penerbitan buku-buku ini di dukung oleh United Nations Education Scientific Culture (UNESCO) Jakarta.
“Peluncuran buku kebudayaan, tentang Legenda Aceh sebagai bagian dari peradaban Aceh masa lalu. Pihak ACI, UNESCO telah mensponsori, sehingga penulis-penulis Aceh yang selama ini tidak ada yang menerbitkan karya mereka. Aceh Cultural Institute telah menerbitkan itu semua dengan memberi sentuhan baru supaya nilai budaya itu ditonjolkan”, ungkap Hasballah kepada Redaksi Nikoya FM Jumat (27/07).
Hasballah mengatakan generasi muda Aceh selama ini telah kehilangan akar atau kehilangan orientasi Budaya masa lalu sehingga tidak punya referensi untuk membangun masa depan.
“Generasi Muda Aceh ini harus mengerti masa lalunya, mantap untuk berikrar masa kini dan jelas menuju masa baru Aceh kedepan. Selama ini Generasi Aceh telah kehilangan akar, kehilangan orientasi budaya masa lalu sehingga tidak punya referensi untuk membangun masa depan”, jelas Hasballah.
Hasballah mengharapkan kegiatan seperti ini akan terus berkembang, dirinya selaku ketua pimpinan berharap Pemerintah Daerah, Dinas Pendidikan dan Dinas Kebudayaan supaya lebih memberi dukungan agar semua cita-cita Legenda Cerita Sejarah dan Etnografi dapat di tulis ulang.
“Kita harapkan supaya yang begini akan semakin berkembang dan kita juga berharap supaya Pemerintah Daerah dan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan harus bisa memberi dukungan supaya semua cita-cita legenda, cerita sejarah, etnografi segala rupa itu harus di tulis ulang dengan memberi penonjolan pada nilai pada value, pada akhlak, pada moral, karena itu yang menjadi tantangan sekarang ini” , kata Hasballah.
Hasballah berharap tahun ini bisa menerbitkan empat puluh naskah tulisan tentang Seni Sejarah Aceh dan mengharapkan bantuan UNESCO-BRR dan UNICEF Untuk bisa membantu.
“Cuma enam, tapi sekarang ini sejumlah penulis yang tergabung ke dalam Aceh Cultural Institute telah menulis lagi lebih dari 20 buku, dan kita berharap paling tidak tahun ini 40 naskah bisa kita terbitkan, kemudian kita meminta dukungan dari UNESCO, BRR, dan lembaga-lembaga lain yang berminat termasuk UNICEF”. ungkapnya.
Saat di tanya kenapa kegiatan seperti ini baru dilaksanakan Hasbalah mengatakan karena sudah terganjal dengan tsunami yang telah memusnahkan berbagai naskah berbagai sumber Hasballah menyebutkan kalau tidak di tulis ulang dan tidak di publikasi kembali ditakutkan tulisan tentang Seni Sejarah Aceh dengan perlahan akan hilang, ini merupakan penemuan kembali dengan memberi sentuhan baru.
“Karena ini ada momentum tsunami, karena tsunami telah menghilangkan dan memusnahkan berbagai naskah dan sumber, maka kalau tidak ditulis ulang, dipublikasikan kembali, ini betul-betul akan hilang. Dan ini merupakan penemuan kembali dengan memberi sentuhan baru, nilai baru sebagai referensi, kalau gakda tsunami barangkali orang juga bisa lupa”, jelasnya.
Lebih lanjut Hasballah mengaku keberhasilan dalam seni ini tergantung bagaimana cara mengemasnya, Hasballah optimis karena enam buku cerita tentang seni sejarah, dan budaya Aceh, ternyata mendapat sambutan baik dari semua pihak.(Abu Sidiq)
posted by Nikoya 106 FM News Division Juli 27, 2007 18:45 | permalink | News
Wakil Presiden Republik Indonesia Bersama Sejumlah Menteri Tiba Di Banda Aceh.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Jusuf Kalla bersama sejumlah Menteri Kabinet Indonesia Bersatu serta 70 rombongan dari Jakarta dipastikan sekitar pukul 17.00 WIB sore ini tiba di Banda Aceh. Kehadiran Jusuf Kalla di Banda Aceh untuk membuka Kongres Saudagar Aceh Serantau yang dijadwalkan besok pagi di Gedung AAC Dayan Dawod Darussalam dan menghadiri sejumlah kegiatan lainnya di Aceh.
Menurut Ketua Penyelenggara Kongres, Firmandez menyatakan pada malam hari, Gubernur Aceh Irwandi Yusuf melakukan makan malam dengan seluruh peserta kongres dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta diakhiri dengan pertemuan terbatas antara Wakil Presiden dengan Stake Holder, baik dari Unsur Pemerintah Daerah Aceh, Kamar Dagang dan Industri (KADIN) dan Lembaga Penjamin Jasa Konsruksi (LPJK).
“Jam 2.00 mereka berangkat dari Jakarta naik pesawat pribadi bersama dengan 70 rombongan lainya dan beberapa menteri, ditambah lagi dengan tokoh-tokoh masyarakat Aceh, para bangsawan dan saudagar yang selama ini berada di Jakarta. Dan Insya Allah kita perkirakan sampai di Banda Aceh sekitar jam 4.00 dan langsung menuju ke Balai Saudagar Aceh untuk meninjau langsung dan menanam sebuah pohon. Insya Allah kalau tidak halangan sudah kita pastikan”, kata Firmandes Kepada Redaksi Nikoya FM Jumat (27/07).
“Pada malam harinya seluruh Saudagar Aceh, dan Pemda serta Muspida, diundang Gubernur untuk makan malam bersama di Anjoeng Moen Mata, kemudian besok paginya Wapres akan membuka acara di AAC, dan setelah itu Wapres akan meresmikan Hotel Nanggroe. Nah! Setelah itu baru Beliau akan bertolak lagi ke Jakarta”, ungkap Firmandez.
Kongres Saudagar Aceh Serantau itu, dipastikan akan dihadiri sebanyak 600 peserta, baik dari dalam maupun luar negeri.
Sementara, menurut pantauan di lapangan, ribuan personil pengamanan Presiden, (Paspampres) baik dari TNI maupun Polri telah disebar disetiap jalur lintasan atau tempat-tempat yang akan dikunjungi Wakil Presiden Jusuf Kalla. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan nantinya.(Deny Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Juli 27, 2007 18:30 | permalink | News
500 Saudagar Aceh Yang Berasal Dari Dalam Dan Luar Negeri Akan Hadir Ke Aceh.
Sekitar 500 Saudagar Aceh yang berasal dari dalam dan luar negeri akan hadir dalam
Konferensi Saudagar Aceh Serantau yang diadakan oleh Kamar Dagang dan Industri (KADIN) NAD dan Lembaga Penyelenggara Jasa Kontruksi (LPJK)NAD.
Acara tersebut di rencanakan akan di buka oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla.
Menurut penjelasan Firmandes selaku Ketua Panitia Kongres, acara tersebut bertujuan membuka dan mengajak Saudagar asal Aceh untuk berinvestasi di Aceh.
“Dengan mengumpulkan Saudagar Aceh yang selama ini berada di luar daerah, tentunya akan memberikan sumbangsih tersendiri bagaimana agar pengusaha lainnya di Aceh saat ini bisa lebih maju kedepan.” kata Firmandes Jumat (27/07).
Acara tersebut di harapkan dapat memotivasi pengusaha lokal di Aceh dan dapat meningkatkan investor yang akan menanamkan modalnya di Nanggroe Aceh Darussalam.(Windy Faqtah)
posted by Nikoya 106 FM News Division Juli 27, 2007 18:20 | permalink | News
Tim Dokter Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Berhasil Mengangkat Tumor Otak Ernawati.
Tim dokter Rumah Sakit Umum Zainal Abidin Banda Aceh berhasil mengangkat tumor otak Ernawati, warga Meunasah Papeun, desa Lamreung dengan menggunakan Cavitron Ultrasonik Surgical Aspirator atau CUSA. CUSA merupakan alat canggih dalam bidang bedah saraf, dan saat ini alat tersebut hanya dimiliki oleh beberapa Rumah Sakit Besar di Indonesia.
Menurut Dr. Iskandar yang menangani operasi tumor otak ini menyatakan pengambilan tumor dilakukan dengan CUSA yaitu dengan menyedot jaringan tumor terutama tumor otak. Dengan CUSA dapat diambil dengan lebih cepat dan mudah, sehingga resiko operasi dapat diperkecil.
Iskandar menambahkan operasi tumor otak sebesar 6 centimeter ini berjalan lancar sehingga tumor dapat diangkat semuanya selama 5 jam dari target 6 jam dengan pendarahan 500 cc.
“Operasinya lancar, dan itu berjalan sekitar 5 jam dari target kita sebelumnya yaitu 6 jam. Pengoperasian kita gunakan teknik kaniotomi, bedah mikro, dengan mengambil tumornya dengan CUSA,. Kaniotomi merupakan teknik pengambilan tumor dengan membuka tulang tengkorak, sedangkan bedah mikro kita menggunakan mikroskop operasi khusus beda saraf, yang sudah dimiliki oleh Rumah Sakit Umum Zainoel Abidin. Jadi dengan mikroskop itu kita bisa melihat daerah yang akan kita operasi”, jelas Dr.Iskandar kepada Redaksi Nikoya FM Jumat (27/07).
Sementara salah seorang pihak keluarga, Nesa Hamdan mengatakan jika pasien awal mulanya mengalami keluhan sakit dibagian kepala sejak beberapa tahun lalu dan hal ini dirasakan pasien semakin lama semakin berat.
“Sudah pernah berobat kesemua yang di anjurkan orang, cuma katanya bukan sakit itu, malah ada yang mengatakan di guna-gunai orang. Akhirnya setelah di rongten baru ketahuan penyakitnya. Ungkap Nesa seraya menambahkan, Penyakit yang di derita itu kurang lebih sudah 4 tahun, yang dia rasa pusing-pusing, sakit kepala dan mata kabur”, demikian penjelasan Nesa Hamdan.
Nesa mengharapkan nantinya pasien dapat hidup normal kembali karena kalau operasi tidak berjalan dengan baik, pasien akan mengalami kelumpuhan, kejang, dan pendarahan hebat sehingga bisa berakibat fatal bagi penderita.
Pasien tumor otak, Ernawati mendapatkan pengobatan secara gratis dari ASKESKIN pihak Rumah Sakit Zainal Abidin karena dianggap berasal dari keluarga kurang mampu.(Deny Zulfikar)
posted by Nikoya 106 FM News Division Juli 27, 2007 18:15 | permalink | News
|